Video Picture
Latest News Updates
Huruf Lontara' Bugis
Sabtu, 20 Maret 2010 Posted by Teluk Bone

Suku Bangsa Bugis adalah suku bangsa yang tergolong ke dalam suku Deutro-Melayu atau Melayu Muda. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Bugis yang tersebar di sebagian kabupaten Bone,Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Enrekang, Majene, Luwu, Sidrap, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bulukumba dan Bantaeng. Masyarakat Bugis memiliki sendiri lambang penulisan yang memakai huruf / aksara lontara.

Jika ditelusuri, aksara-aksara di nusantara merupakan turunan dari aksara Pallawa yang berkembang di India bagian selatan, dan merupakan turunan dari aksara Brahmi yang merupakan cikal bakal semua aksara di daerah Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Aksara Brahmi adalah aksara yang digunakan di India pada masa pemerintahan Rasa Asoka (270 SM- 232 SM) yang ditulis dari kiri ke kanan meskipun berdasarkan huruf Aram atau huruf-hurus Fenisia di Timur Tengah yang ditulis dari kanan ke kiri. Aksara ini berkembang menjadi berbagai jenis aksara, yang biasanya dibagi menjadi aksara khas India Utara yang lebih bersudut dan aksara India Selatan yang lebih bulat. Setelah sekian lama, beberapa aksara dihubungkan dengan bahasa-bahasa tertentu.
Aksara lontara atau huruf lontara ada sebahagian kalangan menyebut Lontara' atau Lontarak. Lontara Bugis merupakan aksara asli masyarakat Bugis, Makassar, dan Mandar di Sulawesi Selatan. Bentuk aksara lontara itu sendiri terinspirasi dan tersusun dari empat unsur yakni, angin, tanah, air, dan api yaitu "Sulapa Eppa". Sehingga bentuk huruf nya mayoritas menyerupai segi empat.
Ada yang berpendapat bahwa lontara ini berbeda dengan aksara-aksara lain di Indonesia seperti aksara Bali, Jawa, Lampung, Sunda, yang oleh sebagian besar filolog dikaitkan dengan aksara Pallawa (atau kadangkala ditulis Pallava, sebuah aksara yang berasal dari India bagian selatan). Aksara lontara ini tidak dipengaruhi budaya lain, termasuk India, tetapi ada pula yang berpendapat bahwa aksara ini merupakan turunan dari Pallawa.
Jujur sampai dengan sekarang masyarakat bugis – makassar sendiri banyak yang tidak memahami huruf lontara. Mungkin ini salah salah satu ciri bahwa kebudayaan Bugis sudah mulai di kikis oleh kebudayaan-kebudayaan barat yang bagaikan virus ganas menyebar di negara kita.
(Teluk Bone)

Teluk Bone

Thanks for your visit..!