<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930</id><updated>2012-02-01T09:57:02.172-08:00</updated><category term='Gallery'/><category term='Situs'/><category term='Sejarah'/><category term='Perkawinan'/><category term='Budaya'/><category term='Fakta'/><category term='Gitalara'/><category term='Opini'/><category term='Sastera'/><category term='Daftar Isi'/><category term='Lontara'/><category term='Tips'/><category term='Tari'/><category term='Jurnal'/><title type='text'>Jendela Bugis / Teluk Bone</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jendelabugis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4235052476835115623</id><published>2012-01-05T07:16:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T07:16:23.597-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar Isi'/><title type='text'>Daftar Isi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-NXJLpshYWg4/Tu2UjFWYzqI/AAAAAAAAEJk/VRNQ80aqObo/s1600/lg-Tebo.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://1.bp.blogspot.com/-NXJLpshYWg4/Tu2UjFWYzqI/AAAAAAAAEJk/VRNQ80aqObo/s200/lg-Tebo.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jendelabugis.blogspot.com/search?max-results=200" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR ISI&lt;/span&gt;»&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4235052476835115623?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4235052476835115623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4235052476835115623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2012/01/daftar-isi.html' title='Daftar Isi'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NXJLpshYWg4/Tu2UjFWYzqI/AAAAAAAAEJk/VRNQ80aqObo/s72-c/lg-Tebo.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4308225181247090139</id><published>2011-11-26T00:44:00.000-08:00</published><updated>2011-11-26T00:44:20.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara membuat Agar Koneksi Internet Lebih Cepat</title><content type='html'>Yang namanya browsing Internet dengan kecepatan yang tinggi sangatlah sulit, apalagi jika browsingnya di warnet atau memakai modem... hmmm.... Pasti kadang menyebalkan. Koneksi cepat, merupakan barang langka di Indonesia. Dan kalau mau cepat, paling harus lewat Wifi.. dan itu pun, kalau Anda beruntung mendapat bandwith yang besar. Berbagai cara dilakukan untuk mempercepat koneksi internet baik menggunakan software agar koneksi internet menjadi lebih cepat maupun menggunakan settingan tertentu yang diklaim bisa mempercepat koneksi internet, dalam hal ini merubah DNS Server, Berikut ini adalah tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi internet dan Anda boleh buktikan : -Menggubah setting bandwith pada windows Asal tahu aja, bahwa OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal, jika netter ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang, dapat dilakukan dengan cara mengurangi ataupun mengosongkan batasan bandwidth tersebut.&lt;br /&gt; &gt;&gt;Berikut langkah-langkahnya :&lt;br /&gt; 1. Klik Start&lt;br /&gt;2. Klik Run&lt;br /&gt;3. Ketik gpedit.msc lalu OK&lt;br /&gt;4. Selanjutnya klik Administrative Templates pada bagian computer configuration&lt;br /&gt;5. Lalu klik Network&lt;br /&gt;6. Langkah berikutnya klik QoS Packet scheduler&lt;br /&gt;7. Klik Limit Reservable Bandwidth&lt;br /&gt;8. Pada bagian setting pilih enable&lt;br /&gt;9. Berikutnya ubah Bandwidth Limit (%) menjadi 0&lt;br /&gt;10. Klik Apply dan Ok&lt;br /&gt;11. Terakhir close dan restart komputer atau Laptop Anda..&lt;br /&gt; Terima Kasih  &lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4308225181247090139?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://telukbone.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-agar-koneksi-internet_26.html' title='Cara membuat Agar Koneksi Internet Lebih Cepat'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4308225181247090139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4308225181247090139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-agar-koneksi-internet.html' title='Cara membuat Agar Koneksi Internet Lebih Cepat'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4107546779001723658</id><published>2011-07-08T07:37:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T07:37:50.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><title type='text'>Konsep Pancanorma (Pangngadereng)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencerminan kepribadian suatu bangsa, merupakan penjelmaan jiwa bangsa yang bersangkutan yang sering disebut sebagai adat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap bangsa di dunia ini tentu mempunyai adat kebiasaan sendiri-sendiri. Setiap bangsa memiliki adat kebiasaan yang berbeda antara bangsa yang satu dengan lainnya. Oleh karena itu, adat merupakan salah satu unsur penting yang memberikan identitas kepada suatu bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti halnya Negara Republik Indonesia ini, adat yang dimiliki oleh sejumlah suku bangsa adalah berbeda-beda, namun dasar dan sifatnya adalah satu, yakni sifat keindonesiaannya. Sehingga adat bangsa Indonesia sering dikatakan merupakan “Bhinneka” yakni, meskipun berbeda-beda adat suku bangsanya dan “Tunggal Ika” yakni, tetap satu jua adalah dasar dan sifat keindonesiaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adat istiadat yang berhubungan dengan tradisi rakyat inilah yang merupakan sumber yang mengagumkan bagi hukum adat bangsa Indonesia yang merupakan cikal bakal ideologi atau norma bangsa yang dikenal dengan nama “Pancasila” yang terdiri dari 5 (lima) butir yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.Persatuan Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.Kerkyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.Kedilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula suku bangsa Bugis yang mendiami pulau Sulawesi bagian Selatan juga mempunyai norma yang disebut “PANCANORMA” yakni terdapat 5 (lima) butir norma yang menjadi salah satu unsur pembeda dari sejumlah suku bangsa yang ada di Negara Republik Indonesia tercinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsep Pancanorma (Pangngadereng) ini lahir sejak abad ke-16 yaitu pada masa pemerintahan Raja Bone ke-6 (1543-1568). Pada masa itu terdapat seorang cendekiawan bugis yang bernama Lamellong. Karena atas kemampuan berpikir yang dimilikinya sehingga Raja memberi gelar “Kajao” yaitu orang cerdik/cendekia. Kajaolalliddong” yaitu cendekiawan atau orang cerdik pandai dari sebuah kampung yang bernama Lalliddong di wilayah kerajaan Bone. Sang Kajaolah yang melahirkan “Konsep Pangngadereng” yang hingga kini masih dipegang teguh oleh suku bangsa Bugis. Dengan pokok-pokok pikiran tentang hukum dan ketatanegaraan. Pokok-pokok pikiran beliau menjadi acuan bagi Raja dalam melaksanakan aktivitas pemerintahan. Dalam lintasan perjalanan Kerajaan Bone dilukiskan, betapa besar jasa Lamellong dalam mempersatukan tiga Kerajaaan Bugis, yakni Bone, Soppeng, dan Wajo, dalam sebuah ikrar sumpah setia untuk saling membantu dalam hal pertahanan dan pembangunan kerajaan. Ikrar ini dikenal dengan nama “Lamumpatue” ri Timurung tahun 1582 pada masa pemerintahan La tenri Rawe BongkangngE raja Bone ke-7 (1568-1584).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam ikrar itu ketiga raja yakni, La Tenri Rawe BongkangngE (Bone), La Mappaleppe PatoloE (Soppeng), dan La Mungkace To Uddamang (Wajo) menandai ikrar itu dengan menenggelamkan tiga buah batu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pokok-pokok pikiran Lamellong yang dianjurkan kepada raja Bone ada empat hal, yakni :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Tidak membiarkan rakyatnya bercerai-berai;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.Tidak memejamkan mata siang dan malam;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menganalisis sebab akibat suatu tindakan sebelum dilakukan; dan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Raja harus mampu bertututur kata dan menjawab pertanyaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implementasi pokok-pokok pikiran sebagai unsur perekat dalam menjalankan aktivitas pemerintahan di atas adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Siattinglima, yakni bergandengan tangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Sitonraola, yakni kesepakatan melalui musyawarah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Tessipano, yakni tidak saling menjatuhkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Tessibelleang, yakni tidak saling menghianati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, dikalangan seorang raja Bugis dalam menjalankan roda pemerintahan harus memiliki 11 (sebelas) kriteria, antara lain raja harus bersifat :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.LINO (BUMI) : Mempunyai watak BUMI, yaitu seorang pemimpin hendaknya mampu melihat jauh ke depan, berwatak murah hati, suka beramal, dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.LANGI (LANGIT) : Mempunyai watak LANGIT, yaitu langit mempunyai keluasan yang tak terbatas hingga mampu menampung apa saja yg datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan pengendalikan diri yang kuat, sehingga dengan sabar mampu menampung pendapat rakyatnya yang bermacam-macam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.WETTUING (BINTANG) : Mempunyai watak BINTANG, yaitu bintang senantiasa mempunyai tempat yang tetap di langit sehingga dapat menjadi pedoman arah (Kompas). Seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan rakyat kebanyakan tidak ragu menjalankan keputusan yang disepakati, serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.MATAESSO (MATAHARI) :Mempunyai watak MATAHARI, yaitu matahari adalah sumber dari segala kehidupan, yang membuat semua mahluk tumbuh dan berkembang. Seorang pemimpin hendaknya mampu mendorong dan menumbuhkan daya hidup rakyatnya utk membangun negara dengan memberikan bekal lahir dan batin untuk dapat berkarya dan memamfaatkan cipta, rasa, dan karsanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.KETENG (BULAN) : Mempunyai watak BULAN, yaitu keberadaan bulan senantiasa menerangi kegelapan malam dan menumbuhkan harapan sejuk yang indah mempesona. Seorang pemimpin hendaknya sanggup dan dapat memberikan dorongan dan mampu membangkitkan semangat rakyatnya, ketika rakyat sedang menderita kesulitan. Ketika rakyatnya sedang susah maka pemimpin harus berada di depan dan ketika rakyatnya senang pemimpin berada di belakang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.ANGING (ANGIN) : Mempunyai watak ANGIN, yaitu angin selalu berada disegala tempat tanpa membedakan daratan tinggi dan daratan rendah ataupun ngarai. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyatnya, tanpa membedakan derajat dan martabatnya, hingga secara langsung mengetahui keadaan &amp;amp; keinginan rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.WARA API (API) : Mempunyai watak API, yaitu api mempunyai kemampuan untuk membakar habis dan menghancurleburkan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berani menegakkan hukum dan kebenaran secara tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.TANA (TANAH) : Mempunyai watak TANAH, yaitu tanah merupakan dasar berpijak dan rela dirinya ditumbuhi. Seorang pemimpin harus menjadikan dirinya penyubur kehidupan rakyatnya dan tidak tidur memikirkan kesejahteraan rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.RAUKKAJU (TUMBUHAN) : Mempunyai watak TUMBUHAN, yaitu tumbuhan/tanaman memberikan hasil yang bermamfaat dan rela dirinya dipetik baik daun,dan buahnya maupun bunganya demi kepentingan mahluk lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.TASI’ (LAUT LUAS) : Mempunyai watak SAMUDRA, yaitu laut, betapapun luasnya, senantiasa mempunyai permukaan yg rata dan bersifat sejuk menyegarkan. Seorang pemimpin hendaknya menempatkan semua rakyatnya pada derajat dan martabat yang sama di hatinya. Dengan demikian ia dapat berlaku adil, bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11.SAO/BOLA (RUMAH) : Mempunyai watak RUMAH, yaitu rumah senantiasa menyiapkan dirinya dijadikan sebagai tempat berteduh baik malam maupun malam. Seorang pemimpin harus memayungi dan melindungi seluruh rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implementasi kesebelas kriteria di atas, menurut ajaran Lamellong Kajao Lalliddong mengenai pelaksanaan pemerintahan dan kemasyarakatan yang disebut “Inanna Warangparangnge” yaitu sumber kekayaan, kemakmuran, dan keadilan antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Perhatian Raja terhadap rakyatnya harus lebih besar dari pada perhatian terhadap dirinya sendiri;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Raja harus memiliki kecerdasan yang mampu menerima serta melayani orang banyak;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Raja harus jujur dalam segala tindakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga faktor utama yang ditekankan Kajao dalam pelaksanaan pemerintahan, merupakan ciri demokratisasi yang membatasi kekuasaan raja, sehingga raja tidak dapat bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan norma yang telah ditetapkan. Tentang pembatasan kekuasaan, dalam Lontara’ disebutkan, bahwa Arung Mangkau berkewajiban untuk menghormati hak-hak orang banyak. Perhatian raja harus sepenuhnya diarahkan kepada kepentingan rakyat sesuai amanah yang telah dipercayakan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan dari berbagai pokok-pokok pikiran Kajaolalliddong di atas maka kelima butir Pangngadereng (Pancanorma) yang dimaksud adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Ade&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Bicara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Rapang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Wari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Sara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. ADE’&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ade merupakan komponen pangngaderen yang memuat aturan-aturan dalam kehidupan masyarakat. Ade’ sebagai pranata sosial didalamnya terkandung beberapa unsur antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Ade’ pura Onro, yaitu norma yang bersifat permanen atau menetap dengan sukar untuk diubah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Ade’ Abiasang, yaitu sistem kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat yang dianggap tidak bertentangan dengan hak-hak asasi manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Ade’ Maraja, yaitu sistem norma baru yang muncul sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.BICARA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bicara adalah aturan-aturan peradilan dalam arti luas. Bicara lebih bersifat refresif, menyelesaikan sengketa yang mengarah kepada keadilan dalam arti peradilan bicara senantiasa berpijak kepada objektivitas, tidak berat sebelah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.RAPANG&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rapang adalah aturan yang ditetapkan setelah membandingkan dengan keputusan-keputusan terdahulu atau membandingkan dengan keputusan adat yang berlaku di negeri tetangga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.WARI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wari adalah suatu sistem yang mengatur tentang batas-batas kewenangan dalam masyarakat, membedakan antara satu dengan yang lainnya dengan ruang lingkup penataan sistem kemasyarakatan, hak, dan kewajiban setiap orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.SARA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sara adalah suatu sistem yang mengatur dimana seorang raja dalam menjalankan roda pemerintahannya harus bersandar kepada Dewatae (Tuhan yang Maha Esa)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian ajaran Kajao Lalliddong tentang hukum yang mengatur kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kominitas dalam wilayah kerajaan, dengan ditambahkannya komponen sara diatas menjadi semakin lengkap dan sempurna. Ajaran Kajao ini selanjutnya menjadi pegangan bagi kerajaa-kerajaan Bugis yang ada di Sulawesi Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat dikatakan, bahwa lewat konsep “Pangngadereng” ini menumbuhkan suatu wahana kebudayaan yang tak ternilai bukan hanya bagi masyarakat Bugis di berbagai pelosok nusantara. Bahkan ajaran Kajao Lalliddong ini telah memberi warna tersendiri peta budaya masyarakat Bugis, sekaligus membedakannya dengan suku-suku lain yang mendiami nusantara ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah kelima butir tatanan dalam konteks kesukuan bagi suku bangsa Bugis yang menjadi dasar dalam menjalankan roda pemerintahan Raja-Raja Bone sejak abad XVI pada masa pemerintahan Raja Bone ke-6 La Uliyo Bote’E (1543-1568) yang selanjutnya menjadi pegangan bagi kerajaa-kerajaan Bugis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan Konsep Pancanorma di atas maka dikalangan suku bangsa Bugis lahirlah istilah “Paseng dan Pangaja”. Paseng (Petuah) adalah sesuatu pesan yang berlaku pada masa dulu, kini, dan akan datang. Sedang Pangaja (Nasihat) adalah suatu pesan yang lahir setelah seseorang melakukan perbuatan yang dianggap bertentangan dengan norma yang berlaku. Paseng atau petuah yang dimaksud adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Lempu / Kejujuran : Pahit dan getir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Getteng / Prinsip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) Sipakatau / Manusiawi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4) Mappesona ri Dewatae / Bersandar kepada Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang lahir pada tanggal 1 Juni 1945 telah menjadi ruh dalam kehidupan bangsa Indonesia juga menjadi perekat kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai falsafah NKRI merangkum seluruh kepribadian suku bangsa yang ada di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pancanorma (Pangngadereng) lahir pada tahun 1543 sejak pemerintahan raja Bone VII Latenri Rawe’ BongkangngE merupakan simbol ruh yang merangkum kepribadian suku bangsa Bugis dimasa lalu. Akankah ruh-ruh luhur itu akan kembali menghias Bumi Pertiwi? Karena sekarang ini ruh-ruh itu berada di pojok-pojok yang sepi?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Oleh : Mursalim, S.Pd.,M.Si.)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dir.Lembaga Seni Budaya Teluk Bone&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4107546779001723658?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://telukbone.org' title='Konsep Pancanorma (Pangngadereng)'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4107546779001723658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4107546779001723658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2011/07/konsep-pancanorma-pangngadereng.html' title='Konsep Pancanorma (Pangngadereng)'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-9176768745267631433</id><published>2011-02-19T01:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-19T01:04:32.767-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sekilas Tentang Penetapan Hari Jadi Bone</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Jadi Bone diperingati  tanggal 6 April setiap tahunnya. Hal ini berdasarkan Perda Kabupaten Bone Nomor 1 Tahun 1990. Penetapan ini diawali dengan kegiatan seminar yang dihadiri oleh Pakar Sejarah dan Budayawan Bone.  Tanggal dan Bulan penetapan Hari Jadi Bone diambil berdasarkan Pelantikan  Raja Bone ke-16  Lapatau Matanna Tikka pada tanggal 6 April 1696. Masa Pemerintahnnya (1696-1714). Sedangkan penetapan tahunnya berdasarkan sejak Tahun 1330 masa pemerintahan Raja Bone ke-1 yaitu  La Ubbi yang digelar Manurungnge Ri Matajang (1330-1358)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tahun 2011 Bone memperingati hari jadinya ke-681  yaitu , Tanggal 6 April 2011 yang terhitung sejak La Ubbi To Manurungnge Ri Matajang sebagai Raja Bone ke-1  (1330). Perlu dipahami, bahwa Peringatan Hari Jadi Bone walaupun hitungan tahunnya sejak 1330 namun proses pelaksanaannya baru dimulai tahun 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kegiatan yang dilakukan dalam memperingati Hari Jadi Bone diantaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mattompang Arajang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kegiatan menyucikan benda-benda Pusaka Kerajaan Bone yang terdiri dari : Keris Lamakkawa, Pedang (Alameng), Latenri Duni, dansenjata perang lainnya serta Salempang Emas (Sembang Pulaweng). Penyucian ini dilaksanakan secara adat, dengan pelaksana  para Empu Keris Pusaka yang disertai tata cara adat lainnya meliputi Sere Bissu yang diiringi musik “Gendrang Bali Sumange”, Ana” Beccing, dan Kancing.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasa kerajaan masa lampau, kegiatan ini sebagai bahagian upacara ritual untuk menghadapi hal-hal tertentu seperti ketika akan menghadapi perang, menghadapi wabah penyakit yang melanda kerajaan, dan guna mendatangkan hujan ketika terjadi kemarau panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kirab Kerajaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirab kerajaan Bone adalah serangkaian prosesi adat yang digelar pada saat diperingatinya Hari Jadi Bone setiap tahunnya. Dalam prosesi adat ini dipergelarkan sejumlah jenis dan susunan pasukan kerajaan Bone dimasa lampau, yang terdiri dari: Pasukan Petta PonggawaE (Panglima Perang), Pasukan Raja dan Permaisuri, Pasukan Bissu Kerajaan, Pasukan Laskar (Prajurit Kerajaan), Pasukan Ade Pitu (Tujuh Petinggi kerajaan, serta Pasukan Tokoh-tokoh Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sendratari ManurungngE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan Sendratari yang menyajikan kisah sejarah awala terjadinya Pengangkatan dan Pelantikan Raja (Mangkau), yang sekaligus merupakan babakan awal terciptanya tata pemerintahan kerajaan I dimasa abad XIII pada tahun 1330 di Tana Bone. Sendratari ini mengisahkan bahwa Tanah Bone pada abad XIII, kehidupan masyarakat serba tidak menentu. Di antara kelompok masyarakat adat yang ketika itu masing-masing dipimpin oleh seorang ketua adat atau disebut Matoa, saling menjatuhkan dan memerang satu sama lain. Sehingga suasana kehidupan menjadi carut – marut, di mana-mana para warga saling bermusuhan. Tidak Ada lagi tatanan yang dapat mempersatukan rakyat Bone, kemiskinan terjadi, keterpurukan terjadi pada semua sendi kehidupan. Peristiwa demi peristiwa terjadi tanpa terkendali, sehingga suatu saat terjadi satu keajaiban di mana bumii diliputi hujan lebat dan petir menyambar-nyambar dengan sangat dahsyat dan menyilaikan mata. Tiba-tiba muncul seorang yang berpakaian putih yang tidak diketahui asalnya (dalam kisah lo   ntara ia disebut dsebagai PUA CILAO), hujan dan petirpun reda. Mengalami peristiwa ajaib ini para warga yang berperangpun menghentikan aktivitasnya melihat kedatangan seorang yang dianggap turun dari langit. Para wargapun kemudian memberikan salam hormat.&lt;br /&gt;Namun sang pendatang ini menolak untuk diberi penghormatan dan bahkan ia menyampaikan pesan bahwa manusia yang pantas bagi mereka untuk diberi penghormatan buakanlah ia, melainkan ada seseorang yang lain yang kelak akan menjadi pemimpin mereka di Tanah Bone. Dialah yang akan menjadi raja (Mangkau) I di Tanah Bone. Jelang beberapa lama muncullah seseorang dengan berpakaian lengkap yang didampingi oleh para pengapitnya berikut sejumlah Bissu sebagai pasukan pengawal.  Dialah Sang ManurungngE Ri Matajang bergelar Mattasi LompoE. Dan setelah duduk bersama para Tokoh Pemimpin Rakyat (Matoa), maka para Matoa bersepakat mengangkat ManurungngE Ri Matajang sebagai Mangkau (raja) I di tanah Bone. Sehingga sejak itu pada tahun 1330 berdirilah Kerajaan Bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tari Alusu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari yang digelar untuk penjemputan tamu kehormatan dari kerajaan lain. Diperagakan pada awalnya oleh para Bissu kerajaanpada abad XVI masa pemerintahan Raja Bone X We Tenri Tuppu MatinroE Ri Sidenreng, tari ini biasa juga disebut Sere Bissu. Kemudian pada masaberikutnya dipergakan dalam bentuk tari yang disebut Tari Alusu yang diperagakan oleh paradara-dara di lingkungkangan bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tari Pajaga Andi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada masa Raja Bone Webenri Gau Fatima Banri, ia juga selaku pencipta pakaian “Waju Ponco” yang dikenakan bagi para andi-andi seperti sekarang ini. Tari ini diperagakan pada saat “Majjaga” di saoraja untuk menciptakan suasana hiburan bagi raja ketika sedangberistirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tari Maraneng Songlkok Recca" Songkok To Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan tari kreasi daerah Bone yang menggambarkan cara menganyam Songkok To Bone yang melambangkan suatu kegiatan mulai dari pengambilan bahan (dari ure’ Ca/Serat pohon lontar) sampai menjadibentuk songkok. Tarian ini diperagakan oleh para anak dara dan Kallolona Tanah Bone kostum Adat Bugis Bone, dihadapan para tamu Kehormatan Daerah. dengan Instrumentarian ini adalah gendang, gong, kecapi, suling, dan peralatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Gendrang Sanro&lt;br /&gt;Dibawakan oleh para sanro (dukun) untuk meminta restu dewa guna menolak bencana yang diperkirakan akan menimpa kerajaan. Selain itu juga dipakai dalam upacara adat seperti: Acara Menre’ Bola (menempati rumah baru), Mappakkulawi (Maruwwaelawi) yaitu selamatan anak yang baru lahir. Acara ini sudah ada sejak zaman kerajaan, dilakukan oleh para Sanro yang lahir setelah berakhirnya peranan Bissu di lingkungan kerajaan. Para Sanro ini bisa darilaki-laki maupun perempuan. Alat yang digunakan : gendang, anak beccing, kancing, mangkok porselin, dan sinto (dari bahan daun lontar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Genrang Bajo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperagakan oleh oleh komunitas suku Bajo, yang memberikan gambaran situasi kehidupan suku Bajo di pesisir pantai. Genrang Bajo sering disebut juga sebagai Genrang Pabbiring (pesisir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Gendrang Balisumange&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperagakan oleh rumpun bangsawan untuk mengiringi upacara adat perkawinan, upacara malam perkawinan adat bugis Bone lingkungan Saoraja. Genrang BalisumangE biasa juga digelar pada acara perkawinan antar rumpun bangsawan, mulai dari mappettu ada, tudang penni, sampai hari perkawinan (esso botting); selalu diiringi dengan anak baccing dan kancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Gendrang Pangampi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibunyikan saat warga menjaga padi, sehingga hama dan burung, pengganggu pemakanpadi menjauh dari tempat/sawah. Alat yang dipakai : alat bambu dan kayu pilihan, biasanyadiiringi dengan " katiting " (dari batang padi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BEDA HARI JADI BONE DAN HARI JADI KABUPATEN BONE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti hari Jadi Bone yang selalu diperingati tiap tahunnya. Seingat Penulis Hari Jadi  Kabupaten Bone  belum pernah dirayakan. Karena perlu dipahami, bahwa BEDA HARI JADI BONE DENGAN HARI JADI KABUPATEN BONE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya adalah Kabupaten Bone terbentuk sejak Tahun 1959 bersarkan Undang-Undang Nomor 29  Tanggal 4 Juli Tahun 1959 Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi. Sehingga apabila  Hari Jadi Kabupaten Bone dirayakan maka perhitungannya dimulai Tanggal 4 Juli 1959.&lt;br /&gt;Dengan demikian, di Tahun 2011 Peringatan ke –681  HARI JADI BONE  dan Peringatan ke-52 HARI JADI KABUPATEN BONE ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Mursalim, S.Pd., M.Si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-9176768745267631433?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/9176768745267631433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/9176768745267631433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2011/02/sekilas-tentang-penetapan-hari-jadi.html' title='Sekilas Tentang Penetapan Hari Jadi Bone'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-684098749729804345</id><published>2011-01-18T21:03:00.000-08:00</published><updated>2011-02-16T09:36:28.933-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Malaweng dan Hukum Adat Bangsa Bugis</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Setiap  suku bangsa memiliki adat tersendiri yang merupakan pencerminan  kepribadian dan penjelmaan dari pada jiwa bangsa itu sendiri. Demikian  pula bangsa Bugis memiliki &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tatanan hukum adat dalam menjalani kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Adat  merupakan pencerminan kepribadian suatu bangsa yang berlangsung turun  temurun dari abad ke abad. Setiap bangsa di dunia tentu memiliki adat  kebiasaan sendiri-sendiri, yang satu berbeda dengan yang lainnya.  Sehingga ketidaksamaan inilah yang memberikan identitas antara bangsa  yang satu dengan yang lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Adat  diibaratkan sebuah fundasi yang kukuh, sehingga kehidupan modern pun  ternyata tidak mampu melengserkan adat-kebiasaan yang hidup dalam  masyarakat. Karena adat itu dapat mengadaptasikan diri dengan keadaan  dalam proses kemajuan zaman sehingga adat itu tetap kekal dan tegar  menghadapi tantangan zaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Hukum  adat merupakan sesuatu tatanan hidup masyarakat yang kemudian menjadi  hukum yang tidak tertulis. walaupun demikian tetap dipatuhi berdasarkan  atas keyakinan bahwa peraturan-peraturan tersebut mempunyai kekuatan  hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Dahulu,  dikalangan bangsa Bugis Bone dikenal hukum adat dengan istilah  “Malaweng”. Dari berbagai sumber yang diperoleh penulis bahwa, Hukum  Adat Malaweng itu terdapat tiga tingkatan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Malaweng  tingkat pertama (Malaweng Pakkita), yakni sesorang yang melakukan  pelanggaran melalui pandangan mata. Misalnya, menatap sinis kepada orang  lain, menatap tajam laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dan  lain sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Malaweng  tingkat kedua (Malaweng Ada-ada), yakni seseorang yang melakukan  pelanggaran melalui kata-kata yang diucapkan. Misalnya, berkata yang  tidak senonoh kepada orang, membicarakan aib orang lain, berkata sombong  dan angkuh, berkata kasar kepada lawan bicaranya, dan lain sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Malaweng  tingkat ketiga ( Malaweng Kedo-kedo), yakni seseorang yang melakukan  pelanggaran karena perbuatan tingkah laku. Misalnya, laki-laki melakukan  hubungan intim dengan perempuan adik atau kakak kandungnya sendiri,  membawa lari anak gadis (silariang), melakukan hubungan intim dengan  ibu/ayah kandungnya sendiri, menghilangkan nyawa orang lain, mengambil  barang orang lain tanpa sepengetahuan yang punya, dan lain sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 36pt;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Dahulu, khusus dalam hal kawin mawin dengan saudara kandungnya sendiri atau ayah/ibu kandungnya sendiri &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tergolong  pelanggarang pelanggaran adat yang paling berat karena apabila hal ini  terjadi maka keduanya baik laki-laki maupun perempuan mendapat hukuman  dengan cara “Riladung” yakni keduanya dimasukkan ke dalam sebuah karung  yang diikat dengan tali kemudian ditenggelamkan ke dasar laut dengan  menggunakan alat pemberat batu. Dahulu, salah satu tempat eksekusi yang  ada di Bone adalah Kawasan Tanjung Pallette yang berjarak 12 km dari  kota Watampone sekarang ini. Keduanya dinaikkan kesebuah perahu kecil  dan dibawa ke arah timur sejauh 3 km dari pantai Tanjung Pallette  kemudian ditenggelamkan ke laut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(Teluk Bone)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-684098749729804345?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/684098749729804345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/684098749729804345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2011/01/malaweng-dan-hukum-adat-bangsa-bugis.html' title='Malaweng dan Hukum Adat Bangsa Bugis'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4558012106601175262</id><published>2010-03-22T12:14:00.000-07:00</published><updated>2011-02-16T09:43:02.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Facebook di Hack dan Emailnya Diganti...Ini Solusinya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S7AsZ-L2_wI/AAAAAAAAC5k/NHUiwXC-Y9M/s1600/lucu.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 163px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S7AsZ-L2_wI/AAAAAAAAC5k/NHUiwXC-Y9M/s200/lucu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453907973446762242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sangat menyebalkan memang bila tiba-tiba kita tidak  bisa login ke Facebook, padahal teman sudah segudang, dan tentunya kalau  harus membuat akun Facebook baru akan sangat malas karena harus meng-add  satu persatu teman-teman kita. Dan lebih menyebalkan lagi, email  Facebook yang biasa kita pakai diganti, alhasil kita tidak bisa mereset  password kita.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila anda mengalami masalah Facebook dihack dan lalu  emailnya diganti, maka solusi sederhana ini mungkin bisa membantu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pertama masuk ke halaman : &lt;a href="http://www.facebook.com/help/?topic=login#%21/help/?page=1023" title="Help Facebook" rel="nofollow"&gt;&lt;strong&gt;http://www.facebook.com/help/?topic=login#!/help/?page=1023&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 350px; height: 176px;" src="http://missgadget.info/wp-content/uploads/missgadget-01/facebook-01.jpg" alt="Pertanyaan di Halaman Help Facebook" title="Hack Facebook" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilihlah opsi No.1  jika anda masih bisa mengakses email anda, misal anda masih bisa  mengecek email di Yahoo Mail atau Gmail. Namun jika email andapun telah  dihack juga maka pilihlah opsi No. 2. Sebagai contoh diibaratkan anda  masih bisa mengakses email anda (di Yahoo Mail, misal), maka dipilihlah  opsi No. 1 &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pada halaman kedua, akan muncul dua  pertanyaan lagi, pilihlah opsi kedua bila email facebook anda telah  dirubah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 426px; height: 171px;" src="http://missgadget.info/wp-content/uploads/missgadget-01/facebook-02.jpg" alt="Facebook Help Halaman Kedua" title="Facebook" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; Selanjutnya isilah data-data yang  diperlukan, sesuai dengan Data Akun Facebook anda, mulai dari Nama  Lengkap Anda di Facebook, Tempat tanggal lahir sampai alamat URL dari  Akun Facebook anda. Isilah semuanya dengan benar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 413px; height: 413px;" src="http://missgadget.info/wp-content/uploads/missgadget-01/facebook-03.jpg" alt="Pertanyaan Facebook" title="Facebook Hacking" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah selesai klik Submit.  Dan anda tinggal menunggu respon dari Pihak Facebook ke email anda, jadi  rajin-rajinlah mengecek email.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4558012106601175262?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4558012106601175262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4558012106601175262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/hhhhhhhhhhhhhhhhhh.html' title='Facebook di Hack dan Emailnya Diganti...Ini Solusinya'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S7AsZ-L2_wI/AAAAAAAAC5k/NHUiwXC-Y9M/s72-c/lucu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-2651784587790040915</id><published>2010-03-22T12:09:00.000-07:00</published><updated>2011-02-16T09:52:33.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara Menghilangkan Iklan di Facebook</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Bagi anda yang  sering ber-Facebook ria tentu sudah tidak asing lagi, saat anda  melihat-lihat profile sendiri maupun profile orang lain, pasti anda akan  disajikan jajaran iklan yang tepat berada di sisi sebelah kanan. Yang  lebih mengesalkan di Facebook tidak ada setting untuk mendisable  iklan-iklan tersebut, hingga andapun terpaksa harus terus menerus  melihat iklan-iklan tersebut secara berulang-ulang. Bahkan yang lebih  parah lagi, bila koneksi internet anda lemot kehadiran iklan-iklan ini  menambah lemot proses loading Facebook anda.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Iklan-iklan yang  ada di Facebook merupakan sumber pemasukan utama bagi Facebook sendiri,  dan tentunya Facebook tidak akan suka bila kemudian anda menghilangkan  iklan-iklan tersebut. Tapi, jika anda merasa bahwa kehadiran dan  keberadaan iklan-iklan&lt;strong&gt; &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;tersebut sudah  sangat mengganggu kenyamanan anda dalam ber-facebook ria, tidak ada  jalan selain meremove atau menghilangkan iklan-iklan tersebut meskipun  itu hanya dari komputer anda saja.&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Ada banyak  Facebook Code yang bisa anda pakai untuk menghilangkan iklan-iklan  Facebook, satu yang terbaik adalah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Facebook Code “Remove  All Facebook Ads” yang dibuat oleh Tidalwav. Cukup anda instal Remove  All Facebook Ads, di komputer anda maka andapun akan terbebas dari  iklan-iklan yang ada di Facebook dan kini andapun bisa lebih cepat  mengakses Facebook karena ketidakhadiran iklan-iklan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Untuk memulai  menginstal code Remove All Facebook Ads, silahkan arahkan browser anda  ke &lt;a href="http://userscripts.org/scripts/show/13787" target="_blank" title="Remove All Facebook Ads Code"&gt;Instal Remove All Facebook Ads&lt;/a&gt;,  setelah itu anda klik tombol INSTAL seperti yang terlihat pada gambar  di bawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://wisatacinta.files.wordpress.com/2009/01/hapus_iklan.gif" alt="Hapus Iklan di Facebook" title="Script untuk Hapus Iklan di  Facebook" border="0" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Begitu anda mengklik tombol INSTAL akan ada Pop  up Windows GreaseMonkey Instal;ation yang mengkonfirmasi tentang proses  instalasi script, anda tinggal pilih saja Instal. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://wisatacinta.files.wordpress.com/2009/01/greasemonkey_instal.gif" alt="Greasemonkey Installation Script" title="Proses Instalasi Script  di Greasemonkey " border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-2651784587790040915?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2651784587790040915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2651784587790040915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-menghilangkan-iklan-di-facebook.html' title='Cara Menghilangkan Iklan di Facebook'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-6530423636152527021</id><published>2010-03-22T11:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T11:54:19.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Instal Font Bugis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6e66FDCCCI/AAAAAAAAC44/yR4ENXIR8Rs/s1600-h/Aksara-Bugis.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 108px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6e66FDCCCI/AAAAAAAAC44/yR4ENXIR8Rs/s200/Aksara-Bugis.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451531380905347106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7637735/Font%20Aksara%20Lontara%20Bugis.rar.html"&gt;Silakan  Dowload disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Cara  instal :&lt;br /&gt;1. Masuk ke Control Panel Computer Anda. Kemudian Klik Font.  Setelah itu Klik File kemudian Instal New Font&lt;br /&gt;2. Kemudian Klik file  berekstensi ttf yang telah didownload tadi. Kemudian Klik Enter.&lt;br /&gt;3.  Sekarang Font Bugis telah terinstal di PC Anda.&lt;br /&gt;4. Ingin Coba ?  Silakan buka Microsoft Officeword Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermamfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-6530423636152527021?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/6530423636152527021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/6530423636152527021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/instal-font-bugis.html' title='Instal Font Bugis'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6e66FDCCCI/AAAAAAAAC44/yR4ENXIR8Rs/s72-c/Aksara-Bugis.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-5506447157157006273</id><published>2010-03-22T09:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T09:16:45.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tips Merubah Warna Tampilan Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eXoFld35I/AAAAAAAAC4Y/8lK_lWZSnJk/s1600-h/itch-chair-20100318-450.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eXoFld35I/AAAAAAAAC4Y/8lK_lWZSnJk/s320/itch-chair-20100318-450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451492588905160594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tasikisme.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1117:tips-merubah-warna-tampilan-facebook&amp;amp;catid=48:facebook&amp;amp;Itemid=73"&gt;Gambar di samping bahasa Bugisnya adalah KADERA&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-5506447157157006273?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/5506447157157006273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/5506447157157006273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/tips-merubah-warna-tampilan-facebook.html' title='Tips Merubah Warna Tampilan Facebook'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eXoFld35I/AAAAAAAAC4Y/8lK_lWZSnJk/s72-c/itch-chair-20100318-450.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-2875412944969992966</id><published>2010-03-22T08:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T12:27:11.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Hack Facebook : Melihat Photo Lebih Besar dan Mencari Seseorang Tanpa Login</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eQheIyVOI/AAAAAAAAC34/mQzedlSvFEc/s1600-h/HEAD+JENDELA.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 56px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eQheIyVOI/AAAAAAAAC34/mQzedlSvFEc/s200/HEAD+JENDELA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451484778655274210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tips berikut akan menunjukkan kepada anda,  bagaimana mencari seseorang di Facebook tanpa harus Login terlebih  dahulu plus melihat photo dengan ukuran yang sedikit lebih besar.  Seperti kita maklumi saat kita membuka Facebook secara default tidak ada  kolom untuk proses pencarian, baru setelah Login kolom pencarian  tersebut tersedia.Tapi dengan trik berikut anda bisa melakukan proses  pencarian tanpa harus &lt;strong&gt;LOGIN&lt;/strong&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Masukan pada Address Bar Browser  alamat berikut : &lt;strong&gt;http://www.facebook.com/srch.php &lt;/strong&gt;maka  anda bisa mulai proses pencarian, tanpa perlu &lt;strong&gt;LOGIN &lt;/strong&gt;terlebih.  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;Saat disodorkan  dengan hasil pencarian, secara default anda hanya diberikan photo hasil  pencarian dengan ukuran yang &lt;strong&gt;kecil &lt;/strong&gt;alias mungil, untuk  melihat photo yang lebih besar lakukan langkah berikut. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Klik  kanan pada photo, dan klik &lt;strong&gt;Copy Image Location&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.unsilster.com/wp-content/uploads/2009/pics/facebook_hack.png" alt="Copy Image Location" title="Hack Facebook" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Sebagai  contoh hasil copy akan tampak seperti ini :&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;http://profile.ak.facebook.com/v224/138/15/&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;s&lt;/span&gt;123456789_123.jpg&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Seperti  terlihat ada huruf &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; di  depan id-user, sekarang paste alamat hasil copy ke Address bar, dan  untuk melihat ukuran photo yang lebih besar, anda tinggal ganti huruf &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;s &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;(yang berarti small) dengan huruf &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;n&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; alias normal.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;Hasilnya  akan seperti ini : &lt;strong&gt;http://profile.ak.facebook.com/v224/138/15/&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;123456789_123&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.jpg  &lt;/strong&gt;Kini andapun bisa melihat ukuran photo yang lebih besar. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-2875412944969992966?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2875412944969992966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2875412944969992966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/hack-facebook-melihat-photo-lebih-besar.html' title='Hack Facebook : Melihat Photo Lebih Besar dan Mencari Seseorang Tanpa Login'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eQheIyVOI/AAAAAAAAC34/mQzedlSvFEc/s72-c/HEAD+JENDELA.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-485851208314118463</id><published>2010-03-22T08:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T08:50:22.219-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Situs'/><title type='text'>Saoraja / Bolasoba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eRlzolctI/AAAAAAAAC4A/g9z_tmSbBAk/s1600-h/bola-soba.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eRlzolctI/AAAAAAAAC4A/g9z_tmSbBAk/s320/bola-soba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451485952656896722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://telukbone.multiply.com/journal/item/45/Saoraja_Bolasoba"&gt;Saoraja / Bolasoba&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-485851208314118463?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/485851208314118463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/485851208314118463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/saoraja-bolasoba.html' title='Saoraja / Bolasoba'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eRlzolctI/AAAAAAAAC4A/g9z_tmSbBAk/s72-c/bola-soba.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-521059814823183290</id><published>2010-03-22T08:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T08:57:38.494-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fakta'/><title type='text'>Penelusuran Cucu Lamaddaremmeng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eTYWv-K4I/AAAAAAAAC4I/EDjEfzsGyco/s1600-h/Aksara-Bugis.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 172px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eTYWv-K4I/AAAAAAAAC4I/EDjEfzsGyco/s320/Aksara-Bugis.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451487920588204930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://telukbone.multiply.com/photos/album/17/Penelusuran_Cucu_Lamaddaremmeng"&gt;Klik di sini....&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-521059814823183290?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/521059814823183290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/521059814823183290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/thumbnail_352.html' title='Penelusuran Cucu Lamaddaremmeng'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eTYWv-K4I/AAAAAAAAC4I/EDjEfzsGyco/s72-c/Aksara-Bugis.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-9175340635317090991</id><published>2010-03-22T08:21:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T09:00:33.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gallery'/><title type='text'>Asli Bangsa Bugis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eUE40r3yI/AAAAAAAAC4Q/ayMdLzXUzvk/s1600-h/huruf-bugisweb.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eUE40r3yI/AAAAAAAAC4Q/ayMdLzXUzvk/s320/huruf-bugisweb.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451488685649026850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://telukbone.multiply.com/photos/album/15/GALLERY_TELUK_BONE"&gt;Buktikan sendiri....&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-9175340635317090991?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/9175340635317090991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/9175340635317090991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/thumbnail_22.html' title='Asli Bangsa Bugis'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6eUE40r3yI/AAAAAAAAC4Q/ayMdLzXUzvk/s72-c/huruf-bugisweb.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-730829117450359896</id><published>2010-03-22T08:11:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T08:11:25.532-07:00</updated><title type='text'>TELUK BONE</title><content type='html'>&lt;a href="http://telukbone.multiply.com/photos/photo/17/1"&gt;TELUK BONE&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-730829117450359896?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://telukbone.multiply.com/photos/photo/17/1' title='TELUK BONE'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/730829117450359896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/730829117450359896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/teluk-bone.html' title='TELUK BONE'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-2930855407752395184</id><published>2010-03-21T02:51:00.000-07:00</published><updated>2011-02-16T09:46:46.877-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara Lain Menulis HTML pada Postingan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Ada&lt;/span&gt;  beberapa cara dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penulisan kode HTML  pada postingan&lt;/span&gt;. Cara yang satu ini menurut saya adalah cara  termudah dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menulis kode HTML pada  postingan&lt;/span&gt;. Langkah pertama adalah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memasang  tombol HTML Encode&lt;/span&gt; pada halaman posting di blogger. Dengan  adanya tombol ini anda tidak perlu buka web lain untuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Encode kode HTML&lt;/span&gt;. Jadi bisa lebih  mudah bukan ??. Akan tetapi untuk mengaktifkan tombol ini hanya bisa  memakai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;browser Firefox&lt;/span&gt;, karena  harus memasang add-ons plugin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baiklah  kita lanjutkan langkah pemasangan tombol Encode  HTML&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Langkah pertama install dulu &lt;a href="https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/748"&gt;GreaseMonkey&lt;/a&gt;.  Setelah install restart firefox anda.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah kedua adalah install  javascript berikut, &lt;a href="http://userscripts.org/scripts/source/42696.user.js" target="_blank"&gt;klik disini&lt;/a&gt;. Setelah itu tekan tombol install.  Keluar dari firefox dan buka kembali browser firefox anda, dan masuk ke  dasbor blogger anda dan lihat pada halaman poting secara otomatis akan  ada tombol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HTML Encode&lt;/span&gt;. Seperti  gambar dibawah ini..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_iu46V2GZJgM/Sro51S5WAUI/AAAAAAAAAGU/rnp8cBlpxqU/s1600-h/Encode+HTML.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 46px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_iu46V2GZJgM/Sro51S5WAUI/AAAAAAAAAGU/rnp8cBlpxqU/s200/Encode+HTML.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384679892243054914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah  ketiga adalah blok kode HTML yang akan di Encode, setelah itu klik  tombol HTML ENCODE, kode HTML akan otomatis berubah. Gimana...gampang  toh??. Ataukan ada yang lebih mudah, silahkan menambahkan.  Semoga bermamamfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-2930855407752395184?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2930855407752395184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2930855407752395184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-lain-menulis-html-pada-postingan.html' title='Cara Lain Menulis HTML pada Postingan'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iu46V2GZJgM/Sro51S5WAUI/AAAAAAAAAGU/rnp8cBlpxqU/s72-c/Encode+HTML.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4058423800154022620</id><published>2010-03-21T02:36:00.001-07:00</published><updated>2010-03-21T02:47:00.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara Menulis Kode HTML Pada Postingan</title><content type='html'>Adapun langkah2nya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Silahkan kunjungi situs tersebut &lt;a href="http://www.eblogtemplates.com/blogger-ad-code-converter/"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada kotak isian silahkan ketik kode HTML yang akan di Convert&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik tombol Convert Ad Code&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nah anda sudah mendapat kode yang telah mengalami perubahan sedikit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukan kode hasilconvert tsb di posisi HTML postingan Anda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Publish&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selesai... Lihat hasilnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4058423800154022620?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4058423800154022620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4058423800154022620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-menulis-kode-html-pada-postingan.html' title='Cara Menulis Kode HTML Pada Postingan'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-5000198391699346644</id><published>2010-03-21T01:58:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T02:02:47.716-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Lamellong Sang Diplomat dari Bugis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6XgXkFsoMI/AAAAAAAAC3w/Gwco-ZtbkFE/s1600-h/Gta-dan-lara.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 161px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6XgXkFsoMI/AAAAAAAAC3w/Gwco-ZtbkFE/s200/Gta-dan-lara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451009619431039170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lamellong dikenal sebagai orang yang paling  berperan dalam menciptakan pola dasar pemerintahan Kerajaan Bone di masa  lampau. Tepatnya pada abad ke-16 masa pemerintahan Raja Bone ke-6 La  Uliyo Bote’E (1543-1568) dan raja Bone ke-7 Tenri Rawe BongkangngE  (1568-1584). Lamellong muncul ibarat bintang gemilang di kerajaan.  Dengan pokok-pokok pikiran tentang hukum dan ketatanegaraan. Pokok-pokok  pikiran beliau menjadi acuan bagi Raja dalam melaksanakan aktivitas  pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentang Lamellong di  tanah Bugis, dilacak melalui sumber-sumber lisan berupa cerita rakyat  dan catatan sejarah, baik dari lontara maupun tulisan-tulisan lainnya.  Serpihan tulisan yang ada lebih banyak mencatat tentang buah pikirannya  yang menyangkut “Konsep Hukum dan Ketatanegaraan” dalam bahasa Bugis  Bone disebut “Pangngadereng”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam  lintasan perjalanan Kerajaan Bone dilukiskan, betapa besar jasa  Lamellong dalam mempersatukan tiga Kerajaaan Bugis, yakni Bone, Soppeng,  dan Wajo, dalam sebuah ikrar sumpah setia untuk saling membantu dalam  hal pertahanan dan pembangunan kerajaan. Ikrar ini dikenal dengan nama  “Lamumpatua” ri Timurung tahun 1582 pada masa pemerintahan La tenri Rawe  BongkangngE.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ikrar itu ketiga raja yakni, La Tenri  Rawe BongkangngE (Bone), La Mappaleppe PatoloE (Soppeng), dan La  Mungkace To Uddamang (Wajo) menandai ikrar itu dengan menenggelamkan  tiga buah batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok pikiran Lamellong yang dianjurkan  kepada raja Bone ada empat hal, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tidak membiarkan  rakyatnya bercerai-berai;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tidak memejamkan mata siang dan  malam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Menganalisis sebab akibat suatu tindakan sebelum  dilakukan; dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Raja harus mampu bertututur kata dan menjawab  pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar Kajao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pola pikiran dan  kemampuannya yang luar biasa itu, maka Lamellong diberi gelar  penghargaan dari kerajaan yang disebut “Kajao Lalliddong”. Kajao berarti  orang cerdik pandai dari kampung Lalliddong. Ia dilahirkan pada masa  pemerintahan Raja Bone ke-4 We Benrigau (1496-1516).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil  dalam diri Lamellong telah nampak adanya bakat-bakat istimewa untuk  menjadi seorang ahli pikir yang cemerlang.. Bakat-bakat istimewa itu  kemudian nampak menjelang usia dewasanya yang dilatarbelakangi iklim  yang bergolak, di mana pada zaman itu Gowa telah berkembang sebagai  kerajaan yang kuat di jazirah Sulawesi Selatan. Kerajaan-kerajaan kecil  yang merdeka di Sulawesi Selatan satu demi satu ditaklukkannya baik  secara damai maupun kekerasan. Hanya Kerajaan Bonelah yang masih dapat  mempertahankan diri dari ekspansi Gowa. Akan tetapi lambat laun Kerajaan  Bone dalam keadaan terkepung menyebabkan kerajaan dan rakyat Bone dalam  situasi darurat, namun akhirnya dua kerajaan yang berseteru berdamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  catatan Lontara, bahwa pada masa pemerintahan Raja Bone ke-7 La Tenri  Rawe BongkangngE. Lamellong atau Kajao lalliddong diangkat menjadi  penasihat dan Duta Keliling Kerajaan Bone. Ia dikenal sebagi seorang  ahli pikir besar, negarawan, dan seorang diplomat ulung bagi negara dan  bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjanjian Caleppa (Ulu Kanaya ri Caleppa)  antara Kerajaan Bone dan Gowa tahun 1565. Lamellong atau Kajao  Lalliddong memainkan peranan penting. Juga perjanjian persekutuan antara  kerajaan Bone,Soppeng, dan Wajo yang disebut Perjajnjian LamumpatuE ri  Timurung tahun 1582.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran-ajaran Kajao termuat dalam berbagai  Lontara diantaranya LATOA seperti beberapa alinea yang dikutip berikut  ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dialog Kajao dengan raja Bone (berkata Raja Bone :  Apa tandanya apabila negara itu mulai menanjak kejayaannya? Jawab Kajao :  Duwa tanranna namaraja tanae, yanaritu seuwani namalempu namacca Arung  MangkauE, madduwanna tessisala-salae. Artinya : dua tandanya negara  menjadi jaya, pertama raja yang memerintah memiliki kejujuran serta  kecerdasan, kedua di dalam negeri tidak terjadi perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu, ajaran Lamellong Kajao Lalliddong mengenai pelaksanaan  pemerintahan dan kemasyarakatan yang disebut “Inanna WarangparangngE”  yaitu sumber kekayaan, kemakmuran, dan keadilan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Perhatian Raja terhadap rakyatnya harus lebih besar dari pada perhatian  terhadap dirinya sendiri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Raja harus memiliki kecerdasan yang  mampu menerima serta melayani orang banyak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Raja harus jujur  dalam segala tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga faktor utama yang ditekankan Kajao  dalam pelaksanaan pemerintahan, merupakan ciri demokratisasi yang  membatasi kekuasaan Raja, sehingga Raja tidak dapat bertindak  sewenang-wenang dalam menjalankan norma yang telah ditetapkan. Tentang  Pembatasan kekuasaan, dalam lontara disebutkan, bahwa Arung Mangkau  berkewajiban untuk menghormati hak-hak orang banyak. Perhatian Raja  harus sepenuhnya diarahkan kepada kepentingan rakyat sesuai amanah yang  telah dipercayakan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Lamellong Sang Kajao  menekankan bahwa raja dalam melaksanakan roda pemerintahannya harus  berpedoman kepada “Pangngadereng” (Sistem Norma). Adapun sistem norma  menurut konsep Lamellong Kajao Lalliddong sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ADE’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade  merupakan komponen pangngaderen yang memuat aturan-aturan dalam  kehidupan masyarakat. Ade’ sebagai pranata sosial didalamnya terkandung  beberapa unsur antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ade pura Onro, yaitu norma yang  bersifat permanenatau menetap dengan sukar untuk diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ade  Abiasang, yaitu sistem kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat  yang dianggap tidak bertentangan dengan hak-hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.  Ade Maraja, yaitu sistem norma baru yang muncul sejalan dengan  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. BICARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara  adalah aturan-aturan peradilan dalam arti luas. Bicara lebih bersifat  refresif, menyelesaikan sengketa yang mengarah kepada keadilan dalam  arti peradilan bicara senantiasa berpijak kepada objektivitas, tidak  berat sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.RAPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapang adalah aturan yang  ditetapkan setelah membandingkan dengan keputusan-keputusan terdahulu  atau membandingkan dengan keputusan adat yang berlaku di negeri  tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.WARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wari adalah suatu sistem yang mengatur  tentang batas-batas kewenangan dalam masyarakat, membedakan antara satu  dengan yang lainnya dengan ruang lingkup penataan sistem kemasyarakatan,  hak, dan kewajiban setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agama Islam resmi  menjadi agama Kerajaan Bone pada abad ke-17, maka keempat  komponenpangngadereng (Ade, Bicara, rapang, dan wari) ditambah lagi satu  komponen, yakni Sara (Syariah). Dengan demikian ajaran Kajao Lalliddong  tentang hukum yang mengatur kehidupan masyarakat, baik secara individu  maupun kominitas dalam wilayah kerajaan, dengan ditambahkannya komponen  sara diatas menjadi semakin lengkap dan sempurna. Ajaran Kajao ini  selanjutnya menjadi pegangan bagi kerajaa-kerajaan Bugis yang ada di  Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan, bahwa lewat konsep  “Pangngadereng” ini menumbuhkan suatu wahana kebudayaan yang tak  ternilai bukan hanya bagi masyarakat Bugis di berbagai pelosok  nusantara. Bahkan ajaran Kajao Lalliddong ini telah memberi warna  tersendiri peta budaya masyarakat Bugis, sekaligus membedakannya dengan  suku-suku lain yang mendiami nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa hidupnya Kajao  Lalliddong senantiasa berpesan kepada siapa saja, agar bertingkahlaku  sebagai manusia yang memiliki sifat dan hati yang baik. Karena  menurutnya, dari sifat dan hati yang baik, akan melahirkan kejujuran,  kecerdasan, dan keberanian. Diingatkan pula, bahwa di samping kejujuran,  kecerdasan, dan keberanian maka untuk mencapai kesempurnaan dalam sifat  manusia harus senantiasa bersandar kepada kekuasaan “Dewata SeuwwaE”  (Tuhan Yang Maha Esa). Dan dengan ajarannya ini membuat namanya semakin  populer, bukan hanya dikenal sebagi cendekiawan, negarawan, dan diplomat  ulung, tetapi juga dikenal sebagi pujangga dan budayawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama  dan jasanya sampai kini terpatri dalam hati sanubari masyarakat Bone  khususnya, bahkan masyarakat bugis pada umumnya. Dia adalah peletak  dasar konsep-konsep hukum (Pangngadereng) dan ketatanegaraan yang sampai  kini msaih melekat pada sikap dan tingkah laku orang Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat  Terakhir dalam Hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat usia Lamellong Kajao  Lalliddong pada akhir pemerintahan Latenri Rawe Bongkangnge (1584) sudah  mencapai 71 tahun, maka banyak yang berpendapat, bahwa pada masa  pemerintahan raja Bone ke-8 peranan Kajao Lalliddong secara pisik  sebagai penasihat kerajaan tidak lagi terlalu nampak, kecuali buah-buah  pikirannya tetap menjadi acuan bagi raja dalam melaksanakan  aktivitasnya. Pada masa inilah Lamellong yang digelar Kajao Lalliddong  meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber lisan misalnya cerita rakyat di  Kabupaten Bone menyebutkan bahwa di saat usia uzur, beliau memilih  meninggalkan istana raja dan kembali ke kampung kelahirannya di  Lalliddong yang pada saat itu berada dalam wilayah wanua Cina. Tetapi  bukan berarti buah-buah pikirannya tidak lagi dibutuhkan. Setiap saat  raja dan aparatnya masih tetap meminta pendapat bila ada hal-hal yang  sulit untuk dipecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pemberian gelar “Kajao” yang  menurut bahasa Bugis, hanya diperuntukkan bagi nenek perempuan, hal ini  menimbulkan analisis, bahwa selama hidupnya Kajao Lalliddong berperan  sebagai “Rohaniawan” (Bissu) di mana pada saat itu Kerajaan Bone masih  dipengaruhi oleh agama Hindu. Dengan peranannya sebagai Bissu, maka  tingkah lakunya selalu namapak sebagai layaknya seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  desa Kajao Lalliddong Kecamatan Barebbo kabupaten Bone ada dua versi  tentang peristiwa meninggalnya ahli pikir kerajaan Bone itu. Versi  pertama menyebutkan, bahwa Kajao Lalliddong diakhir hidupnya ditandai  dengan peristiwa “Mallajang” (menghilang) bersama anjing kesayangannya.  Pada saat itu Kajao Lalliddong bersama anjingnya berjalan-jalan di  Kampung Katumpi sebelah selatan kampung Lamellong, namun setelah  dilakukan pencarian, ternyata Kajao Lalliddong bersama anjingnya tidak  dapat ditemukan. Dengan demikian orang-orang di kampung Lalliddong  menyatakan “Mallajang” (menghilang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menyatakan di  saat usia Kajao lalliddong bertambah uzur, pada akhirnya menghembuskan  nafas terakhir dengan tenang. Hanya tidak disebutkan bagaimana proses  pemakamannya, apakah mengikuti prosesi animisme, atau agama Hindu, yakni  dibakar atau dimakamkan sebagaimana kebiasaan orang Bugis saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang  makamnya yang terletak di Desa Lalliddong sekarang ini, menurut  penduduk setempat pada mulanya hanyalah merupakan kuburan biasa yang  ditandai sebuah batu sebagai nisan. Nanti pada suatu saat beberapa  turunannya mengambil inisiatif dengan memugarnya, sehinnga sekaran  nampak lebih unik dari kuburan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar makam Kajao  Lalliddong terdapat beberapa kuburan tua. Menurut cerita penduduk di  desa itu yang merasa turunannya, bahwa kuburan-kuburan itu adalah sanak  keluarga Lamellong Kajao Lalliddong di masa hidupnya. Sedikitnya ada  empat kuburan tua yang terdapat disekitar kuburan Kajao Lalliddong  samapai sekarang tetap terjaga dan terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sumber  yang dapat dipercaya, bahwa saat-saat terakhir kehidupan Lamellong Kajao  Lalliddong memperlihatkan hal-hal yang istimewa tentang ilmu kebatinan.  Bahkan masyarakat banyak menganggap Kajao Lalliddong memilki berkah,  sehinnga setiap saat dikunjungi oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat  Lamellong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dusun Lamellong sekarang ini terdapat sebuah pohon  besar yang berdiameter kira-kira 10 meter lebih hingga sekaran masih  nampak berdiri dan tumbuh menjulang tinggi. Masyarakat meyakini pohon  itu adalah tongkat Lamellong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon pada suatu hari, Lamellong  pernah mengambil pohon” Nyelle “ yang masih kecil untuk dijadikan  tongkat. Namun karena tongkat itu tidak lagi digunakan maka  dipancangkannya di atas tanah. Ternyata tongkat kayu itu kemudian tumbuh  dengan suburnya, sampai sekarang pohon itu masih ada. Bahkan poho besar  itu dijadikan penanda oleh penduduk setempat kapan mulainya musim tanam  jagung. Menurut para petani di kampung Lalliddong apabila pohon nyelle  itu sudah betul-betul rimbun maka tibalah saatnya menanam jagung. Selain  itu pelaut-pelaut dari Sulawesi Selatan dan Tenggara yang akan berlabuh  di Barebbo, maka pohon itulah dijadikan sebagai pedoman. Menurut  mereka, selagi masih jauh dari daratan sudah kelihatan, puncak pohon ini  sayup-sayup melambai.&lt;br /&gt;Benar atau tidak, yang jelas bahwa pohon  nyelle tersebut yang diyakini masyarakat setempat sebagai tongkat  Lamellong, masih dapat disaksikan keberadaannya hinnga saat ini. Oleh  sebagian masyarakat setempat menganggap pohon besar itu “angker”&lt;br /&gt;(Teluk  Bone)   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-5000198391699346644?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/5000198391699346644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/5000198391699346644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/lamellong-sang-diplomat-dari-bugis.html' title='Lamellong Sang Diplomat dari Bugis'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6XgXkFsoMI/AAAAAAAAC3w/Gwco-ZtbkFE/s72-c/Gta-dan-lara.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4079483422071935946</id><published>2010-03-20T11:05:00.000-07:00</published><updated>2011-02-16T09:50:50.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lontara'/><title type='text'>Huruf Lontara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6UQwpLlciI/AAAAAAAAC3g/fFHcnxZKU1M/s1600-h/Aksara-Bugis.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 194px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6UQwpLlciI/AAAAAAAAC3g/fFHcnxZKU1M/s320/Aksara-Bugis.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450781351876063778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Suku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Bangsa Bugis&lt;/span&gt; adalah suku bangsa yang tergolong ke dalam suku Deutro-Melayu atau  Melayu Muda. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Bugis yang tersebar di  sebagian kabupaten Bone,Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Enrekang,  Majene, Luwu, Sidrap, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bulukumba dan  Bantaeng. Masyarakat Bugis memiliki sendiri  lambang penulisan  yang memakai huruf / aksara  lontara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika ditelusuri, aksara-aksara di nusantara  merupakan turunan dari aksara Pallawa yang berkembang di India bagian  selatan, dan merupakan turunan dari aksara Brahmi yang merupakan cikal  bakal semua aksara di daerah Asia Tenggara dan Asia Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksara  Brahmi adalah aksara yang digunakan di India pada masa pemerintahan  Rasa Asoka (270 SM- 232 SM) yang ditulis dari kiri ke kanan meskipun  berdasarkan huruf Aram atau huruf-hurus Fenisia di Timur Tengah yang  ditulis dari kanan ke kiri. Aksara ini b&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6UURbxvMEI/AAAAAAAAC3o/yysBgbC57AM/s1600-h/huruf-bugisweb.gif"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6UURbxvMEI/AAAAAAAAC3o/yysBgbC57AM/s320/huruf-bugisweb.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450785213748555842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;erkembang menjadi berbagai jenis  aksara, yang biasanya dibagi menjadi aksara khas India Utara yang lebih  bersudut dan aksara India Selatan yang lebih bulat. Setelah sekian  lama, beberapa aksara dihubungkan dengan bahasa-bahasa tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksara  lontara atau huruf lontara ada sebahagian kalangan menyebut   Lontara' atau Lontarak.  Lontara Bugis merupakan  aksara  asli masyarakat Bugis, Makassar, dan Mandar di Sulawesi Selatan. Bentuk aksara lontara itu sendiri terinspirasi dan tersusun dari empat unsur yakni, angin, tanah, air, dan api yaitu "Sulapa Eppa". Sehingga bentuk huruf nya mayoritas  menyerupai segi empat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada  yang berpendapat bahwa lontara ini berbeda dengan aksara-aksara lain di  Indonesia seperti aksara Bali, Jawa, Lampung, Sunda, yang oleh sebagian  besar filolog dikaitkan dengan aksara Pallawa (atau kadangkala ditulis  Pallava, sebuah aksara yang berasal dari India bagian selatan). Aksara  lontara ini tidak dipengaruhi budaya lain, termasuk India, tetapi ada  pula yang berpendapat bahwa aksara ini merupakan turunan dari Pallawa.&lt;br /&gt;Jujur sampai dengan sekarang masyarakat  bugis – makassar sendiri banyak  yang tidak memahami huruf lontara. Mungkin ini  salah salah satu ciri bahwa  kebudayaan Bugis  sudah mulai di  kikis oleh  kebudayaan-kebudayaan barat yang bagaikan virus ganas  menyebar di  negara kita.    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;(Teluk Bone)&lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4079483422071935946?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4079483422071935946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4079483422071935946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/aksara-lontara.html' title='Huruf Lontara'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S6UQwpLlciI/AAAAAAAAC3g/fFHcnxZKU1M/s72-c/Aksara-Bugis.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4898571469124896360</id><published>2010-03-16T06:48:00.000-07:00</published><updated>2011-02-16T09:48:39.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gitalara'/><title type='text'>Jendela Bugis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gitalara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4898571469124896360?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4898571469124896360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4898571469124896360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/jendela-bugis.html' title='Jendela Bugis'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-1181425018988982735</id><published>2010-03-15T22:43:00.000-07:00</published><updated>2011-02-16T09:44:18.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Riwayat Bone</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://telukbone.org/"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 161px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S58e8kPHEEI/AAAAAAAACxw/2daEjx5YNsw/s200/Gta-dan-lara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449108100009627714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Bone&lt;/span&gt; dahulu disebut TANAH BONE. Berdasarkan LONTARA'  bahwa nama asli Bone adalah PASIR, dalam bahasa bugis dinamakan Bone adalah KESSI (pasir). Dari sinilah asal usul sehingga dinamakan BONE. Adapun bukit pasir yang dimaksud kawasan Bone sebenarnya adalah lokasi Bangunan Mesjid Raya sekarang ini letaknya persis di Jantung Kota Watampone Ibu Kota Kabupaten Bone tepatnya di Kelurahan Bukaka. Kabupaten Bone adalah Suatu Kerajaan besar di Sulawesi Selatan yaitu sejak adanya ManurungngE Ri Matajang pada awal abad XIV atau pada tahun 1330. ManurungngE Ri Matajang bergelar MATA SILOMPO’E sebagai Raja Bone Pertama memerintah pada Tahun 1330 – 1365. Selanjutnya digantikan Turunannya secara turun temurun hingga berakhir Kepada ANDI PABBENTENG sebagai Raja Bone ke– 33 Diantara ke – 33 Orang Raja yang telah memerintah sebagai Raja Bone dengan gelar MANGKAU, terdapat 7 (tujuh) orang Wanita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Struktur Pemerintahan Kerajaan Bone dahulu terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;• ARUNG PONE (Raja Bone) bergelar MANGKAU&lt;br /&gt;• MAKKEDANGNGE TANAH ( Bertugas dalam bidang hubungan/urusan dengan kerajaan lain (Menteri Luar Negeri)&lt;br /&gt;• TOMARILALENG (Bertugas dalam Bidang urusan dalam daerah Kerajaan lain (Meteri dalam Negeri)&lt;br /&gt;• ADE PITU (Hadat Tujuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdiri dari Tujuh orang, merupakan Pembantu Utama/Pemimpin Pemerintahan di Kerajaan Bone, masing-masing :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. ARUNG UJUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengepalai Urusan Penerangan Kerajaan Bone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ARUNG PONCENG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengepalai Urusan Kepolisian/Kejaksaan dan Pemerintaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ARUNG T A’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengepalai Urusan Pendidikan, dan mengetuai Urusan perkara Sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ARUNG TIBOJONG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengepalai Urusan perkara/Pengadilan Landschap/ badat besar dan mengawasi urusan perkara Pengadilan Distrik/ badat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ARUNG TANETE RIATTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengepalai memegang Kas Kerajaan, mengatur Pajak dan Pengawasan Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ARUNG TANETE RIAWANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengepalai Pekerjaan Negeri (Landschap Werken-LW) Pajak Jalan dan Pengawas Opzichter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. ARUNG MACEGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengepalai Urusan Pemerintahan Umum dan Perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•PONGGAWA (Panglima Perang )Bertugas dibidang Pertahanan Kerajaan Bone dengan membawahi 3 (tiga) perangkat masing-masing :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ANREGURU ANAKARUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas mengkoordinir para anak Bangsawan berjumlah 40 (Empat puluh) orang bertugas sebagai pasukan elit Kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PANGULU JOA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertugas mengkoordinir pasukan dari rakyat Tana Bone yang disebut Passiuno artinya : pasukan siap tempur dimedan perang setiap saat; rela mengorbankan jiwa raganya demi tegaknya Kerajaan Bone dari gangguan Kerajaan lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. DULUNG (Panglima Daerah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bertugas mengkoordinir daerah Kerajaan bawahan, di Kerajaan Bone terdapat 2 (dua) Dulung (Panglima Daerah) yakni Dulungna Ajangale dari kawasan Bone Utara dan Dulungna Awang Tangka dari Bone Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;•JENNANG (Pengawas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berfungi mengawasi para Petugas yang menangani bidang pengawasan baik dalam lingkungan istana, maupun dengan daerah/ kerajaan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•KADHI (Ulama) Perangkatnya terdiri dari Imam, Khatib, Bilal, dan lain-lain, bertugas sebagai Penghulu Syara dalam Bidang Agama Islam, Keberadaan Kadhi (Ulama) di Kerajaan Bone ini senantiasa bekerja sama demi kemaslahatan rakyat, bahkan Raja Bone(Mangkau) meminta Fatwa kepada Kadhi khususnya menyangkut hukum islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•BISSU ( Waria) Bertugas merawat benda – benda Kerajaan. Disamping melaksanakan pengobatan tradisional, juga bertugas dalam kepercayaan kepada Dewata SeuuwaE. Setelah masuknya Agama Islam di Kerajaan Bone, kedudukan Bissu di non aktifkan. Waktu bergulir terus maka pada tahun 1905 Kerajaan Bone di kuasai oleh Penjajah Belanda. Kemudian atas persetujuan Dewan Ade PituE Ri Bone nama LALENG BATA sebagai Ibu Kota Kerajaan Bone diganti namanya menjadi WATAMPONE sampai sekarang. Pada tanggal 2 Desember 1905 oleh Pemerintah Belanda di Jakarta menetapkan bahwa adapun pengertian TELLUMPOCCOE ( Tri Aliansi) di Sulawesi Selatan ialah : Bone, Wajo dan Soppeng. Disatukan dalam satu sistem pemerintahan yang dinamakan AFDELING. Dimana Afdeling Bone dibagi menjadi 3 (tiga) bagian dengan nama Onder Afdeling masing-masing :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Onder Afdeling Bone Utara Ibu Kotanya Pompanua, Ibu kota Afdeling ini ditempati oleh Asisten Residen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Onder Afdeling Bone Tengah Ibu Kotanya Watampone diperintah oleh Controler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Onder Afdeling Bone Selatan Ibu kotanya Mare diperintah Oleh Aspiran Controler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1944 ketika tentara Jepang semakin terdesak oleh Sekutu,Jepang berusaha mengajak rakyat untuk membela Tanah Airnya. Jika di Pulau Jawa dan daerah lainnya terbentuk oleh suatu Wadah untuk menghimpun rakyat untuk mencapai Kemerdekaan, maka di Tana Bone dibentuk suatu Organisasi yang dikenal dengan nama SAUDARA kepanjangan dari SUMBER DARAH RAKYAT. SAUDARA ini dibentuk adalah merupakan persiapan Badan persetujuan yang sesungguhnya berjuang untuk mencegah kembali penjajahan Belanda di Indonesia. Kabupaten Bone setelah lepas dari Pemerintahan Kerajaan, sampai saat ini tercatat 13 (tiga belas) Kepala Daerah di beri kepercayaan untuk mengembang amanah pemerintahan di Kabupaten Bone masing-masing :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Andi Pangeran Petta Rani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Afdeling/ Kepala Daerah Tahun 1951 sampai dengan tanggal 19 Maret 1955.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ma’Mun Daeng Mattiro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Daerah tanggal 19 Maret 1955 sampai dengan 21 Desember 1957.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. H.Andi Mappanyukki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Daerah/ Raja Bone tanggal 21 Desember 1957 sampai dengan 21 1960.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kol. H.Andi Suradi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Daerah tanggal 21 M e i l960 sampai dengan 01 Agustus 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Andi Baso Amir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapala Daerah Tanggal 02 Maret 1967 sampai dengan 18 Agustus 1970.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kol. H. Suaib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Kepala Daerah tanggal 18 – 08 – 1970 sampai dengan 13 Juli 1977.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kol.H.P.B.Harahap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Kepala Daerah tanggal 13 Juli 1977 sampai dengan 22 Pebruari 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kol.H.A.Made Alie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PGS Bupati Kepala Daerah tanggal 22 Pebruari 1982 sampai dengan 6 April 1982 sampai dengan 28 Maret 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kol.H.Andi Syamsul Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Kepala Daerah tanggal 28 Maret 1983 sampai dengan 06 April 1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kol.H.Andi Sjamsul Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Kepala Daerah tanggal 06 April 1988 sampai dengan 17 April l993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kol. H.Andi Amir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Kepala Daerah tanggal 17 April 1993 Sampai 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. H. A. Muh. Idris Galigo,SH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Kepala Daerah tahun 2003 Sampai Sekarang (sebagai catatan bahwa pemilihan calon Bupati dan wakil Bupati untuk periode 2008 samapi sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;GAMBARAN UMUM KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BONE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;A. Sejarah Berdirinya Kabupaten Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Kerajaan Tana Bone dahulu terbentuk pada awal abad ke- IV atau pada tahun 1330, namun sebelum Kerajaan Bone terbentuk sudah ada kelompok-kelompok dan pimpinannya digelar KALULA Dengan datangnya TO MANURUNG ( Manurungge Ri Matajang ) diberi gelar MATA SILOMPO-E. maka terjadilah penggabungan kelompok-kelompok tersebut termasuk Cina, Barebbo, Awangpone dan Palakka. Pada saat pengangkatan TO MANURUNG MATA SILOMPO- E menjadi Raja Bone, terjadilah kontrak pemerintahan berupa sumpah setia antara rakyat Bone dalam hal ini diwakili oleh penguasa Cina dengan 10 MANURUNG , sebagai tanda serta lambang kesetiaan kepada Rajanya sekaligus merupakan pencerminan corak pemerintahan Kerajaan Bone diawal berdirinya. Disamping penyerahan diri kepada Sang Raja juga terpatri pengharapan rakyat agar supaya menjadi kewajiban Raja untuk menciptakan keamanan, kemakmuran, serta terjaminnya penegakan hukum dan keadilan bagi rakyat. Adapun teks Sumpah yang diucapkan oleh penguasa Cina mewakili rakyat Bone berbunyi sebagai berikut ;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ANGIKKO KURAUKKAJU RIYAAOMI’RI RIYAKKENG&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KUTAPPALIRENG ELOMU ELO RIKKENG ADAMMUKKUWA MATTAMPAKO&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KILAO.. MALIKO KISAWE. MILLAUKO KI ABBERE.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MUDONGIRIKENG TEMMATIPPANG. MUAMPPIRIKKENG&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;TEMMAKARE. MUSALIMURIKENG TEMMADINGING “&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terjemahan bebas ;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ ENGKAU ANGIN DAN KAMI DAUN KAYU, KEMANA BERHEMBUS KESITU&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KAMI MENURUT KEMAUAN DAN&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;KATA-KATAMU YANG JADI DAN BERLAKU ATAS KAMI, APABILA ENGKAU&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MENGUNDANG KAMI MENYAMBUT&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;DAN APABILA ENGKAU MEMINTA KAMI MEMBERI, WALAUPUN ANAK&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ISTRI KAMI JIKA TUANKU TIDAK SENANGI KAMIPUN TIDAK&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MENYENANGINYA, TETAPI ENGKAU MENJAGA KAMI AGAR TENTRAM,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ENGKAU BERLAKU ADIL MELINDUNGI AGAR KAMI MAKMUR&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;DAN SEJAHTERA ENGKAU SELIMUTI KAMI AGAR TIDAK KEDINGINAN&lt;/span&gt; ‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Budaya masyarakat Bone demikian Tinggi mengenai sistem norma atau adat berdasarkan Lima unsur pokok masing-masing : Ade, Bicara, Rapang, Wari dan Sara yang terjalin satu sama lain, sebagai satu kesatuan organis dalam pikiran masyarakat yang memberi rasa harga diri serta martabat dari pribadi masing-masing. Kesemuanya itu terkandung dalam satu konsep yang disebut “ SIRI “merupakan integral dari ke Lima unsur pokok tersebut diatas yakni pangadereng ( Norma adat), untuk mewujudkan nilai pangadereng maka rakyat Bone memiliki sekaligus mengamalkan semangat/budaya ;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SIPAKATAU artinya : Saling memanusiakan , menghormati / menghargai harkat dan martabat kemanusiaan seseorang sebagai mahluk ciptaan ALLAH tanpa membeda – bedakan, siapa saja orangnya harus patuh dan taat terhadap norma adat/hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SIPAKALEBBI artinya : Saling memuliakan posisi dan fungsi masing-masing dalam struktur kemasyarakatan dan pemerintahan, senantiasa berprilaku yang baik sesuai dengan adat dan budaya yang berlaku dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SIPAKAINGE artinya: Saling mengingatkan satu sama lain, menghargai nasehat, pendapat orang lain, manerima saran dan kritikan positif dan siapapun atas dasar kesadaran bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kekhilafan.&lt;br /&gt;  Dengan berpegang dan berpijak pada nilai budaya tersebut diatas, maka system pemerintahan Kerajaan Bone adalah berdasarkan musyawarah mufakat. Hal ini dibuktikan dimana waktu itu kedudukan ketujuh Ketua Kaum ( Matoa Anang ) dalam satu majelis dimana MenurungE sebagai Ketuanya Ketujuh Kaum itu diikat dalam satu ikatan persekutuan yang disebut KAWERANG, artinya Ikatan Persekutuan Tana Bone. Sistem Kawerang ini berlangsung sejak ManurungE sebagai Raja Bone pertama hingga Raja Bone ke IX yaitu LAPPATAWE MATINROE RI BETTUNG pada akhir abad ke XVI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Pada tahun 1605 Agama Islam masuk di Kerajaan Bone dimasa pemerintahan Raja Bone ke X LATENRI TUPPU MATINROE RI SIDENRENG. Pada masa itu pula sebuatan Matoa Pitu diubah menjadi Ade Pitu ( Adat Tujuh ), sekaligus sebutan MATOA mengalami pula perubahan  menjadi ARUNG misalnya, Matua Ujung disebut Arung Ujung dan seterusnya. Demikian perjalanan panjang Kerajaan Bone, maka pada bulan Mei 1950 untuk pertama kalinya selama Kerajaan Bone terbentuk dan berdiri diawal abad ke XIV atau tahun 1330 hingga memasuki masa kemerdekaan terjadi suatu demonstrasi rakyat dikota Watampone yaitu menuntut dibubarkannya Negara Indonesia Timur, serta dihapuskannya pemerintahan Kerajaan dan menyatakan berdiri dibelakang Pemerintah Republik Indonesia (NKRI). Beberapa hari kemudian para anggota Adat Tujuh mengajukan permohonan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         Bone kemudian berkembang terus dan pada akhirnya menjadi suatu daerah  yang memiliki wilayah yang luas, dan dengan undang-undang Nomor 29 Tahun  1959, berkedudukan sebagai Daerah Tingkat II Bone yang merupakan bagian  integral dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas dasar  tersebut, untuk lebih memberi arti keberadaan Bone sebagai suatu  persekutuan hidup masyarakat yang telah memiliki wilayah, rakyat, dan  pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;B. Letak Geografi dan Potensi Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        Daerah Kabupaten Bone merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Propinsi Sulawesi Selatan, secara Geografis letaknya sangat strategis karena adalah pintu gerbang pantai timur Sulawesi Selatan yang merupakan pantai Barat Teluk Bone memiliki garis pantai yang cukup panjang membujur dari Utara ke Selatan menelusuri Teluk Bone tepatnya 174 Kilometer sebelah Timur Kota Makassar, luas wilayah Kabupaten Bone 4,556 KM Bujur Sangkar atau sekitar 7,3 persen dari luas Propinsi Sulawesi Selatan, didukung 27 Kecamatan, 335 Desa dan 39 Kelurahan, dengan jumlah penduduk 648,361 Jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;         Kabupaten Bone berbatasan dengan daerah-daerah sebagai berikut ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebelah Utara Kabupaten Wajo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebelah Selatan Kabupaten Sinjai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebelah Barat Kabupaten Soppeng, Maros, Pangkep dan Barru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebelah Timur adalah Teluk Bone yg menghubungkan Propinsi SulawesiTenggara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Untuk jelasnya 27 Kecamatan di Kabupaten Bone dicantumkan sebagai berikut ;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Kecamatan Tanete Riattang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kecamatan Tanete Riattang Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecamatan Tanete Riattang Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kecamatan Palakka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kecamatan Awangpone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kecamatan SibuluE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kecamatan Barebbo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kecamatan Ponre&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kecamatan Cina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kecamatan Mare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kecamatan Tonra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kecamatan Salomekko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kecamatan Patimpeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kecamatan Kajuara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Kecamatan Kahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kecamatan Bontocani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kecamatan Libureng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kecamatan Lappariaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kecamatan Bengo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Kecamatan Lamuru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Kecamatan Tellu LimpoE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Kecamatan Ulaweng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Kecamatan Amali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Kecamatan Ajangale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Kecamatan Dua BoccoE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Kecamatan Tellu SiattingE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Kecamatan Cenrana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Administrasi Pemerintahan Bone di era Otoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otonomi daerah yang sebagaimana digariskan oleh Undang – Undang No. 22 Tahun 1999 yang secara efektif diberlakukan pada 1 Januari 2001, memang akan menyita berbagai pemikiran bagi pemerintah ditingkat Kabupaten Karena dalam pelaksanaannya memerlukan transportasi para digmatik terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah, dari pemikiran ini pemerintah Kabupaten Bone berupaya merumuskan langkah-langkah yang strategis serta berbagai kebijakan untuk menjawab tuntutan yang sifatnya mendesak seperti peningkatan Sumber Daya Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Potensi Bone merupakan salah satu daerah yang berada dipesisir Timur Sulawesi Selatan memiliki peranan yang penting dalam perdagangan Barang dan jasa dikawasan Timur Indonesia, apalagi Kabupaten yang berpenduduk 648.361 Jiwa memiliki Sumber Daya Alam disektor pertambangan misalnya bahan industry atau bangunan, emas, tembaga, perak, batubara dan pasir kuarsa. Seluruhnya dapat dieksplorasi dan eksploitasi, namun hal ini akan menjadi peluang emas bagi masyarakat Bone dalam peningkatan Kesejahteraan dimasa yang akan datang dalam pelaksanaan Otonomi Daerah sedikitnya hal ini akan menjadi penunjang utama peningkatan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;(Sumber : www.telukbone.org)&lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-1181425018988982735?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/1181425018988982735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/1181425018988982735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/riwayat-bone.html' title='Riwayat Bone'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/S58e8kPHEEI/AAAAAAAACxw/2daEjx5YNsw/s72-c/Gta-dan-lara.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-6648063963060218707</id><published>2010-03-15T12:48:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T12:52:42.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara Memasang Banner pada Blog</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada postingan saya yang lain, saya ada membahas tentang bagaimana &lt;a href="http://anakbanua.blogspot.com/2009/04/bikin-sendiri-banner-flash-dengan.html" target="_blank"&gt;cara membuat sendiri banner link bergerak&lt;/a&gt; (flash),  dan informasi tentang betapa &lt;a href="http://anakbanua.blogspot.com/2009/04/budaya-bertukar-link-blog-link-exchange.html" target="_blank"&gt;pentingnya saling bertukar link (link exchange)&lt;/a&gt;  antar sesama blogger, demi mempromosikan blog milik kita biar lebih  dikenal di dunia maya / INTERNET.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, jika anda  sudah berhasil membuat &lt;strong&gt;banner/badge/logo/image&lt;/strong&gt; link  untuk blog anda, dan telah di-upload ke internet. Tentu saja, langkah  anda selanjutnya adalah memasang “&lt;strong&gt;iklan&lt;/strong&gt;” untuk  mempromosikan banner anda tersebut, terutama di blog anda sendiri, yaitu  informasi tentang kode-kode HTML link untuk bisa menampilkan dan  tukeran banner link blog dengan pengunjung blog anda. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_EfPpU76p2LQ/SfTtOWh8DYI/AAAAAAAAAPQ/fni7DbjMDO4/s1600-h/text11.jpg"&gt;&lt;img title="text" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 0px 0px 5px 10px;" alt="text" src="http://lh6.ggpht.com/_EfPpU76p2LQ/SfTtOygmNaI/AAAAAAAAAPU/VQvdfp1zSvs/text_thumb9.jpg?imgmax=800" align="right" border="0" height="96" width="149" /&gt;&lt;/a&gt; Dan kode-kode  HTML untuk tukeran banner link tersebut umumnya ditulis dan ditampilkan  di dalam sebuah kotak yang bernama &lt;strong&gt;Kotak Text Area&lt;/strong&gt; ,  seperti contoh gambar di sebelah ini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang,  mungkin ada beberapa pertanyaan yang tersirat di benak anda terkait hal  ini dan bisa jadi sama dengan pertanyaan di bawah ini. Klo iya, maka  saya kasih tau dech jawabannya. Semoga saja sesuai dengan keinginan anda  !!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Bagaimana  Cara Meng-upload Image/Banner Blog Kita ke Internet dan Mendapatkan  Alamat Link Lokasi-nya ?! &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Jika anda  berencana membuat link berupa gambar (badge/banner/chicklet), maka hal  pertama yang harus anda siapkan dan lakukan adalah meng-UPLOADS image  yang telah anda persiapkan tersebut ke Internet.&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ada  banyak cara menguploads (menyimpan/mengirim) file banner yang kita  siapkan. Salah satunya adalah dengan cara memanfaatkan menu upload  photo/image yang disediakan oleh program/software/cms dari layanan blog  anda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah file telah selesai ter-uploads, jangan  lupa untuk mengcopy alamat URL dimana gambar itu disimpan di internet.  Caranya mudah saja, anda cukup meletakkan kursor mouse ke  gambar/photo/image yang tampil di halaman blog anda tadi dan &lt;strong&gt;click  kanan pada gambar tersebut&lt;/strong&gt; &gt; &lt;strong&gt;lalu pilih menu Copy  Image Location&lt;/strong&gt; &gt; &lt;strong&gt;paste dimana saja anda membutuhkan  alamat gambar tersebut&lt;/strong&gt; &gt; &lt;strong&gt;selesai.&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;TIPS&lt;/strong&gt; : Jika anda  ingin ‘menghemat’ space hosting (blog) anda, saya anjurkan anda  memanfaatkan/mendaftarkan diri pada website/hosting gratis penyedia  layanan uploads photo/image atau media penyimpanan file gratis di  internet, seperti &lt;a href="http://geocities.yahoo.com/" target="_blank"&gt;Yahoo  Geocities&lt;img id="snap_com_shot_link_icon" class="snap_preview_icon" style="margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-width: 0px; min-height: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; border: 0pt none; font-style: normal; font-weight: normal; top: auto; line-height: normal; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.22/theme/ice/palette.gif&amp;quot;); background-color: transparent; visibility: visible; width: 14px; height: 12px; background-position: -943px 0pt; background-repeat: no-repeat; text-decoration: none; vertical-align: top; display: inline;" src="http://i.ixnp.com/images/v6.22/t.gif" /&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://flickr.com/" target="_blank"&gt;Flickr.com&lt;img id="snap_com_shot_link_icon" class="snap_preview_icon" style="margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-width: 0px; min-height: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; border: 0pt none; font-style: normal; font-weight: normal; top: auto; line-height: normal; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.22/theme/ice/palette.gif&amp;quot;); background-color: transparent; visibility: visible; width: 14px; height: 12px; background-position: -943px 0pt; background-repeat: no-repeat; text-decoration: none; vertical-align: top; display: inline;" src="http://i.ixnp.com/images/v6.22/t.gif" /&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.photobucket.com/" target="_blank"&gt;Photobucket&lt;img id="snap_com_shot_link_icon" class="snap_preview_icon" style="margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-width: 0px; min-height: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; border: 0pt none; font-style: normal; font-weight: normal; top: auto; line-height: normal; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.22/theme/ice/palette.gif&amp;quot;); background-color: transparent; visibility: visible; width: 14px; height: 12px; background-position: -943px 0pt; background-repeat: no-repeat; text-decoration: none; vertical-align: top; display: inline;" src="http://i.ixnp.com/images/v6.22/t.gif" /&gt;&lt;/a&gt;, dll.  Cara mendaftarnya  mudah saja, anda tinggal mengikuti petunjuk dan ketentuan yang ada.  Setelah terdaftar, anda tinggal upload file gambar/banner anda ke  hosting tersebut dan copy alamat link-nya yang telah disediakan. Contoh  alamat link lokasi banner blog saya di hosting &lt;a href="http://www.photobucket.com/"&gt;www.photobucket.com&lt;img id="snap_com_shot_link_icon" class="snap_preview_icon" style="margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-width: 0px; min-height: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; border: 0pt none; font-style: normal; font-weight: normal; top: auto; line-height: normal; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.22/theme/ice/palette.gif&amp;quot;); background-color: transparent; visibility: visible; width: 14px; height: 12px; background-position: -943px 0pt; background-repeat: no-repeat; text-decoration: none; vertical-align: top; display: inline;" src="http://i.ixnp.com/images/v6.22/t.gif" /&gt;&lt;/a&gt; adalah : &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;a href="http://i705.photobucket.com/albums/ww56/fierarahim_album/Fiera3.gif"&gt;http://i705.photobucket.com/albums/ww56/fierarahim_album/Fiera3.gif&lt;img id="snap_com_shot_link_icon" class="snap_preview_icon" style="margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-width: 0px; min-height: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; border: 0pt none; font-style: normal; font-weight: normal; top: auto; line-height: normal; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.22/theme/ice/palette.gif&amp;quot;); background-color: transparent; visibility: visible; width: 14px; height: 12px; background-position: -943px 0pt; background-repeat: no-repeat; text-decoration: none; vertical-align: top; display: inline;" src="http://i.ixnp.com/images/v6.22/t.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; .  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;http://anakbanua.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-6648063963060218707?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/6648063963060218707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/6648063963060218707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-banner-pada-blog.html' title='Cara Memasang Banner pada Blog'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_EfPpU76p2LQ/SfTtOygmNaI/AAAAAAAAAPU/VQvdfp1zSvs/s72-c/text_thumb9.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-3971675898933267155</id><published>2010-03-15T12:42:00.001-07:00</published><updated>2010-03-15T12:46:11.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara Memasang Halaman Navigasi di bawah Postingan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Ada&lt;/span&gt; beberapa pilihan untuk memasangnya. Untuk page navigation yang  saya pakai, caranya relatif mudah. Kita hanya memasukkan script tersebut  di Elemen Halaman Blog (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Add a Page Element&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;),  tanpa mengotak atik template blog. Cara kedua, anda bisa menambahkan  kode &lt;strong&gt;CSS&lt;/strong&gt; di atas kode &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;]]&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.  Akan, tetapi, metode kedua ini cukup memakan waktu, karena kita harus  mengedit template dan menambahkan kode-kode tertentu. Maka, pada  kesempatan ini saya ingin berbagi cara yang pertama saja. &lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Langkah-langkah yang harus ditempuh, antara lain :&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;1.  Login ke account Blogger dan tujulah ke Tab &lt;strong&gt;Template&lt;/strong&gt;,  pilih &lt;strong&gt;Layout&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;Elemen Halaman&lt;/strong&gt;,  kemudian klik link "&lt;strong&gt;Add a Page Element&lt;/strong&gt;". &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2.  Pilih widget &lt;strong&gt;HTML/JAVASCRIPT&lt;/strong&gt; pada windows Page Element  tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Download javascript code &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3056312/PageNavigation.txt.html" target="_blank"&gt;disini&lt;img id="snap_com_shot_link_icon" class="snap_preview_icon" style="margin: 0pt ! important; max-height: 2000px; max-width: 2000px; min-width: 0px; min-height: 0px; padding: 1px 0pt 0pt; border: 0pt none; font-style: normal; font-weight: normal; font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;,arial,helvetica,sans-serif; float: none; position: static; left: auto; top: auto; line-height: normal; background-image: url(&amp;quot;http://i.ixnp.com/images/v6.22/theme/ice/palette.gif&amp;quot;); background-color: transparent; visibility: visible; width: 14px; height: 12px; background-position: -943px 0pt; background-repeat: no-repeat; text-decoration: none; vertical-align: top; display: inline;" src="http://i.ixnp.com/images/v6.22/t.gif" /&gt;&lt;/a&gt; dan tuliskan  (copy/paste) javascript tersebut ke dalam  box isian widget  HTML/JAVASCRIPT tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Setelah javascript tersebut  ditambahkan, pindahkan (drag and drop) widget tersebut kebawah widget  utama Blog Post. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://i263.photobucket.com/albums/ii150/mohamedrias/PageNavigationMenuWidget.gif"&gt;&lt;img title="PageNavigationMenuWidget" style="display: block; float: none; margin: 10px auto;" alt="PageNavigationMenuWidget" src="http://lh5.ggpht.com/_EfPpU76p2LQ/Se5W9naUuJI/AAAAAAAAAOE/3rpbmeuao4k/PageNavigationMenuWidget2.gif?imgmax=800" height="185" width="258" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Jangan lupa untuk &lt;strong&gt;Save  Template&lt;/strong&gt; untuk menyimpan perubahan yang telah dilakukan. &lt;/p&gt;     &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada code hasil download di atas anda dapat merubah nilai berikut  (berwarna merah) sesuai kebutuhan : &lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify;"&gt;var pageCount = &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;; angka "5" menujukan jumlah posting  yang ditampilkan dalam setiap halaman. &lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;var displayPageNum = &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;; angka "3" menunjukan banyaknya  jumlah page yang ditampilkan di blog. Untuk lebih jelasnya silahkan  dicoba untuk mengganti nilai-nilai tersebut, sehingga perubahannya bisa  diketahui langsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teluk Bone&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-3971675898933267155?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/3971675898933267155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/3971675898933267155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-halaman-navigasi-di-bawah.html' title='Cara Memasang Halaman Navigasi di bawah Postingan'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_EfPpU76p2LQ/Se5W9naUuJI/AAAAAAAAAOE/3rpbmeuao4k/s72-c/PageNavigationMenuWidget2.gif?imgmax=800' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-2109483864402339078</id><published>2010-03-15T09:04:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T09:28:56.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tentang Youtube</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;YOUTUBE&lt;/span&gt;  Siapa  yang tak kenal  &lt;strong&gt;&lt;a title="youtube" href="http://hasiaulia.net/2009/08/06/youtube/"&gt;youtube&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;?  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;youtube&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; merupakan salah satu &lt;a title="website" href="http://jendelabugis.blogspot.com/"&gt;website&lt;/a&gt;  yang menyediakan layanan  berupa video streaming  dimana kita dapat  mengupload video kita dan &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;orang lain pun  dapat  melihat video kita  secara online.  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibarat kata, jika kita punya &lt;a title="blog" href="http://jendelabugis.blogspot.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; dan ingin sharing  video-video kita, kita gak perlu lagi yang nama nya server gede-gede an,  cukup dengan &lt;strong&gt;youtube&lt;/strong&gt;, kita dapat mengonlinekan video  kita disana, tinggal pilih video kita, daftar di &lt;strong&gt;youtube, &lt;/strong&gt;dan  setelah itu kita upload deh video kita ke &lt;strong&gt;youtube&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alkisah youtube hanya dimiliki oleh 3 orang  mahasiswa. Sekarang youtube dibeli oleh google,  sehingga  &lt;strong&gt;yotube &lt;/strong&gt;pun makin gagah   bertengger di jajaran web paling banyak di kunjungi para netter.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak hal yang dapat kita lakukan di  youtube, selain kita  membroadcastingkan diri kita, juga dapat  mempromosikan blog kita.  Sehingga kalau  ada video  yang dianggap tidak melanggar  norma silakan  masukkan  ke youtube, agar teman netter lain bisa menikmatinya.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan untuk mendownload video dari &lt;strong&gt;youtube&lt;/strong&gt;  tidak boleh  sembarangan, meskipun ada peralatan/tools untuk mendownload  video dari &lt;strong&gt;youtube. &lt;/strong&gt;Ingin tahu? lihat  di &lt;a href="http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-download-youtube.html" target="_blank"&gt;SINI&lt;/a&gt;&lt;a href="http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-download-youtube.html"&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Oke...selamat beryoutube&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Teluk Bone&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-2109483864402339078?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2109483864402339078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2109483864402339078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/tentang-youtube.html' title='Tentang Youtube'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-4194356356209898141</id><published>2010-03-15T09:01:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T09:03:07.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cara Download Youtube</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Cara Download video di &lt;a title="youtube" href="http://hasiaulia.net/2009/08/06/youtube/"&gt;youtube&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;.  Sekarang &lt;strong&gt;download video di youtube&lt;/strong&gt; sudah tidak sulit  lagi, karena kita tinggal menambahkan kata “OK” di depan maka video pun  sudah dapat terdownload secara otomatis. Kita tidak perlu menggunakan &lt;strong&gt;&lt;a title="software" href="http://hasiaulia.net/tag/software/"&gt;software&lt;/a&gt;  untuk download video di youtube.&lt;/strong&gt; Fitur ini pun telah mendukung  berbagai jenis format video youtube. Untuk lebih jelas silahkan lihat  ilustrasi di bawah ini:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Misalnya anda ingin men&lt;strong&gt;download  video di youtube&lt;/strong&gt; dengan URL seperti di bawah ini:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;http://www.youtube.com/watch?v=zU_KoxFQd64&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka nanti kita tinggal menambahkan kata  OK di depan nya menjadi :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;http://www.&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;OK&lt;/span&gt;youtube.com/watch?v=zU_KoxFQd64&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nanti nya video yang akan di download  adalah video yang memiliki ekstensi .FLV dan untuk memperoleh format  yang lain kita bisa melakukan sedikit modifikasi pada URL nya menjadi :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk Format 3GP  :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;http://www.&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3&lt;/span&gt;.OKyoutube.com/watch?v=zU_KoxFQd64&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk Format MP4 :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;http://www.&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4&lt;/span&gt;.OKyoutube.com/watch?v=zU_KoxFQd64&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-4194356356209898141?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4194356356209898141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/4194356356209898141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/cara-download-youtube.html' title='Cara Download Youtube'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-2248656161916007659</id><published>2010-03-15T07:09:00.001-07:00</published><updated>2010-03-15T07:10:51.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastera'/><title type='text'>Kajao Lallidong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/OvIZMn8EB-o&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/OvIZMn8EB-o&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Selamat Menyimak&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-2248656161916007659?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2248656161916007659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2248656161916007659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/kajao-lallidong.html' title='Kajao Lallidong'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-3102901622686441887</id><published>2010-03-15T07:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T07:12:03.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tari'/><title type='text'>Tari Paddupa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/jVQ0N9XGAv0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/jVQ0N9XGAv0&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Selamat menonton&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-3102901622686441887?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/3102901622686441887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/3102901622686441887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/tari-paddupa.html' title='Tari Paddupa'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-2578224280618746202</id><published>2010-03-14T20:05:00.000-07:00</published><updated>2011-02-16T09:40:36.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkawinan'/><title type='text'>Tata Cara Perkawinan Adat Makassar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Salah satu  bagian terpenting dari kehidupan manusia dalah PERKAWINAN, karena  perkawinan merupakan Sunnah Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW.   Perkawinan sesungguhnya merupakan suatu peristiwa yang melibatkan beban  dan tanggung jawab dari banyak orang, yaitu tanggung jawab Orang Tua,  keluarga, kerabat, bahkan kesaksian dari anggota masyarakat di mana  mereka berada, maka selayaknyalah jika upacara tersebut diadakan secara  khusus dan meriah sesuai dengan tingkat kemampuan atau strata sosial  dalam masyarakat.  Upacara perkawinan banyak dipengaruhi oleh  acara-acara sakral dengan tujuan agar perkawinan berjalan dengan lancar  dan kedua mempelai didoakan ke hadirat Allah SWT, sukses dalam segala  usaha dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang langgeng  menuju keluarga Sakinah, Mawaddah, Warohmah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tata cara upacara adat  Bugis-Makassar dalam acara perkawinan sejatinya memiliki beberapa proses  atau tahapan upacara adat, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;A’jangang-jangang (Ma’manu’-manu’).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A’suro  (Massuro) atau melamar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;A’pa’nassar (Patenre ada’) atau  menentukan hari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;A’panai Leko’ Lompo (erang-erang) atau sirih  pinang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;A’barumbung (Mappesau) atau mandi uap, dilakukan selama  3 (tiga) hari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Appassili   bunting (Cemme mappepaccing)  atau siraman dan A’bubbu’  (   mencukur  rambut  &lt;/span&gt;halus dari calon mempelai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akkorontigi (Mappacci)  atau malam pacar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assimorong atau akad nikah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allekka’  bunting (Marolla) atau mundu mantu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Appa’bajikang bunting atau  menyatukan kedua mempelai.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Upacara tradisional tersebut di atas masih memiliki uraian-uraian  yang lebih detail dari masing-masing tahapan atau proses.  Pada  kesempatan ini akan diuraikan tentang tata cara upacara adat:&lt;br /&gt;1.   Appassili bunting (Cemme mappepaccing) dan A’bubbu’.&lt;br /&gt;2.      A’korontigi (Mappacci).&lt;br /&gt;3.      &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Appanai’  Leko Lompo (Erang-erang) atau sirih pinang, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Assimorong  (Akad Nikah)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Appassili bunting (Cemme  mappepaccing), A’bubbu’ dan Appakanre Bunting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Kegiatan dalam  tata cara atau prosesi upacara adat ini terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Appassili  bunting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Persiapan sebelum acara ini adalah calon  mempelai dibuatkan tempat khusus berupa gubuk    siraman yang telah  ditata sedemikian rupa di depan rumah atau pada tempat yang telah  disepakati bersama oleh anggota keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JbIjXPWBI/AAAAAAAAAEI/m6HmZ4iJKwE/s1600-h/Foto0382.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JbIjXPWBI/AAAAAAAAAEI/m6HmZ4iJKwE/s200/Foto0382.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436507902679406610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Gambar 1: Perangkat adat  prosesi Siraman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:140541667;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-2118895386 1704126154 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Acara dilakukan sekitar pukul 09.00 – 10.00 waktu  setempat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pelaksanaan acara pada jam tersebut  memiliki niat atau maksud. Calon mempelai memakai busana yang baru/baik  dan ditata sedemikian rupa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Appassili atau Cemme Mappepaccing mengandung arti membersihkan  dengan maksud agar calon mempelai senantiasa diberi perlindungan dan  dijauhkan dari mara bahaya oleh Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alat atau bahan yang digunakan  dalam prosesi adat ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:140541667;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-2118895386 1704126154 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pammaja besar/Gentong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Gayung/tatakan pammaja&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Air, sebagai media yang suci dan  mensucikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Bunga tujuh rupanna (tujuh macam bunga) dan wangi-wangian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ja’jakkang, terdiri dari segantang  (4 liter) beras diletakkan dalam sebuah bakul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kanjoli’ (lilin), berupa lilin  berwarna merah berjumlah tujuh atau sembilan batang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kelapa tunas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Gula merah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pa’dupang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Leko’ passili. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Prosesi Acara  Appassili:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebelum dimandikan, calon mempelai terlebih dahulu memohon doa  restu kepada kedua orang tua di dalam kamar atau di depan pelaminan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian calon mempelai akan diantarkan ke tempat  siraman di bawah naungan payung berbentuk segi empat (Lellu) yang  dipegang oleh 4 (empat) orang gadis bila calon mempelai wanita dan 4  (empat) orang laki-laki jika calon mempelai pria. Setelah tiba di tempat  siraman, prosesi dimulai dengan diawali oleh Anrong Bunting, setelah  selesai dilanjutkan oleh kedua orang tua serta orang-orang yang dituakan  (To’malabbiritta) yang berjumlah tujuh atau sembilan pasang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e)  {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jd-XTkTqI/AAAAAAAAAEQ/DjwZy1IudH4/s1600-h/Foto0374.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jd-XTkTqI/AAAAAAAAAEQ/DjwZy1IudH4/s200/Foto0374.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436511026178969250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gambar 2: Calon mempelai  wanita memohon doa restu pada kedua orang tua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JfFTEhrGI/AAAAAAAAAEY/WW9mdhoyw14/s1600-h/Foto0369.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JfFTEhrGI/AAAAAAAAAEY/WW9mdhoyw14/s200/Foto0369.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436512244812852322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;     &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;                                &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gambar 3. Calon mempelai  wanita menuju tempat siraman di bawah naunga&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Payung Lellu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tata cara pelaksanaan siraman adalah air dari  pammaja/gentong yang telah dicampur dengan 7 (tujuh) macam bunga  dituangkan ke atas bahu kanan kemudian ke bahu kiri calon mempelai dan  terakhir di punggung, disertai dengan doa dari masing-masing figure yang  diberi mandat untuk memandikan calon mempelai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah  keseluruhan selesai, acara siraman diakhiri oleh Ayahanda yang memandu  calon mempelai mengambil air wudhu dan mengucapakan dua kalimat syahadat  sebanyak tiga kali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selanjutnya calon mempelai  menuju ke kamar untuk berganti pakaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e)  {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jfw63kOvI/AAAAAAAAAEg/t4rg5Qzf78g/s1600-h/Foto0383.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jfw63kOvI/AAAAAAAAAEg/t4rg5Qzf78g/s200/Foto0383.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436512994230287090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gambar 4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Prosesi acara Appassili (siraman)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:2044162263;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1766287820 176708034 -771222370 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:9.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:9.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;A’bubbu’  (Macceko).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah berganti pakaian, calon mempelai selanjutnya didudukkan di  depan pelaminan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dengan berbusana Baju bodo, tope (sarung pengantin) atau lipa’  sabbe, serta assesories &lt;/span&gt;lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Prosesi acara A’bubbu (macceko)  dimulai dengan membersihkan rambut atau &lt;span style="" lang="IN"&gt;bulu-bulu halus yang terdapat di ubun-ubun atau alis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jg3dz7lBI/AAAAAAAAAEo/0PSdSY8E_hs/s1600-h/Foto0371.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jg3dz7lBI/AAAAAAAAAEo/0PSdSY8E_hs/s200/Foto0371.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436514206201123858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gambar 5: Prosesi acara  A’bubbu’ (Macceko)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:2044162263;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-1766287820 176708034 -771222370 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:9.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:9.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Appakanre bunting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Appakanre bunting artinya menyuapi calon mempelai dengan makan  berupa kue-kue khas&lt;br /&gt;tradisional bugis makassar, seperti Bayao nibalu, Cucuru’ bayao,  Sirikaya,&lt;br /&gt;Onde-onde/Umba-umba, Bolu peca, dan lain-lain yang telah disiapkan  dan ditempatkan&lt;br /&gt;dalam suatu wadah besar yang disebut bosara lompo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e)  {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jh0Zc2alI/AAAAAAAAAEw/9k1Re4-UToI/s1600-h/Foto0373.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jh0Zc2alI/AAAAAAAAAEw/9k1Re4-UToI/s200/Foto0373.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436515253002594898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gambar 6: Prosesi Acara  Appakanre bunting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:952517462;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:2115109338 -1328106960 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;     2. Akkorontigi (Mappacci).&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Rumah calon mempelai  telah ditata dan dihiasi sedemikian rupa dengan dekorasi khas daerah  bugis makassar, yang terdiri dari:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pelaminan (Lamming)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Lila-lila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Meja Oshin lengkap dengan bosara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Perlengkapan Korontigi/Mappacci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JikGbkYoI/AAAAAAAAAE4/LAc5mQ5NaGg/s1600-h/Foto0075.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JikGbkYoI/AAAAAAAAAE4/LAc5mQ5NaGg/s200/Foto0075.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436516072530666114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-align: center;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gambar 7: Situasi  ruangan tempat prosesi Akkorontigi/Mappacci&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:1062488044;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-631079450 -692293822 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Acara Akkorontigi/Mappacci merupakan suatu rangkaian  acara yang sakral yang dihadiri oleh seluruh sanak keluarga (famili)  dan undangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Acara  Akkorontigi memiliki hikmah yang mendalam, mempunyai nilai dan arti  kesucian dan kebersihan lahir dan batin, dengan harapan agar calon  mempelai senantiasa bersih dan suci dalam menghadapi hari esok yaitu  hari pernikahannya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Perlengkapannya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pelaminan  (Lamming).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Bantal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Sarung sutera sebanyak 7 (tujuh) lembar yang diletakkan  di atas bantal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Bombong Unti (Pucuk daun pisang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Leko Panasa (Daun nangka), daun  nangka diletakkan di atas pucuk daun pisang secara&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; bersusun terdiri dari 7 atau 9  lembar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Leko’ Korontigi  (Daun Pacci), adalah semacam daun tumbuh-tumbuhan (daun pacar) yang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; ditumbuk halus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Benno’ (Bente),  adalah butiran beras yang digoreng tanpa menggunakan minyak hingga&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; mekar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Unti Te’ne (Pisang  Raja).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ka’do’ Minnya’ (Nasi Ketan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kanjoli/Tai  Bani (Lilin berwarna merah).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Prosesi acara Akkorontigi/Mappacci:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah para undangan lengkap dimana sanak keluarga atau para  undangan yang telah dimandatkan untuk meletakkan pacci telah tiba, acara  dimulai dengan pembacaan barzanji atau shalawat nabi, setelah petugas  barzanji berdiri, maka prosesi peletakan pacci dimulai oleh Anrong  bunting yang kemudian diikuti oleh sanak keluarga dan para undangan yang  telah diberi tugas untuk meletakkan pacci.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Satu  persatu para handai taulan dan undangan dipanggil didampingi oleh  gadis-gadis pembawa lilin yang menjemput mereka dan memandu menuju  pelaminan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Acara Akkorontigi/Mappacci ini  diakhiri dengan peletakan pacci oleh kedua orang tua tercinta dan  ditutup dengan doa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jnv09PBSI/AAAAAAAAAFY/qT8wWbGI5K4/s1600-h/Foto0385.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jnv09PBSI/AAAAAAAAAFY/qT8wWbGI5K4/s200/Foto0385.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436521771556603170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JlXVDJpUI/AAAAAAAAAFA/PluawhVhW1w/s1600-h/Foto0072.jpg"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:1062488044;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-631079450 -692293822 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gambar 9.   Prosesi Acara Akkorontigi/Mappacci&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:399059640;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-665307740 -645343556 547269202 1732660342 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:45.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:45.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:-;  mso-level-tab-stop:81.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:81.0pt;  text-indent:-18.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:&amp;#61623;;  mso-level-tab-stop:126.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:126.0pt;  text-indent:-18.0pt;  font-family:Symbol;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;   3.  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Appanai’ Leko Lompo (Erang-erang) atau sirih pinang,  dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Assimorong&lt;br /&gt;    (Akad Nikah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kegiatan ini dilakukan di  kediaman calon mempelai wanita, dimana rumah telah ditata dengan  indahnya karena akan menerima tamu-tamu kehormatan dan melaksanakan  prosesi acara yang sangat bersejarah yaitu pernikahan kedua calon  mempelai.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Beberapa persiapan yang  dilakukan oleh kedua belah pihak keluarga:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Keluarga Calon Mempelai Wanita (CPW).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Dua  pasang sesepuh untuk menjemput CPP dan memegang Lola menuntun CPP&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; memasuki rumah CPW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang  ibu yang bertugas menaburkan Bente (benno) ke CPP saat memasuki gerbang&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; kediaman CPW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Penerima erang-erang atau seserahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Penerima tamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Keluarga Calon Mempelai Pria (CPP).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Petugas pembawa leko’ lompo  (seserahan/erang-erang), yang terdiri dari:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Gadis-gadis berbaju bodo 12 orang  yang bertugas membawa bosara atau keranjang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; yang berisikan kue-kue dan busana  serta kelengkapan assesories CPW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Petugas pembawa  panca terdiri dari 4 orang laki-laki.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Panca  berisikan 1 tandan&lt;/span&gt; kelapa, 1 tandan pisang raja, 1 tandan buah  lontara, 1 buah labu kuning besar, 1 buah&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; nangka, 7 batang tebu, jeruk seperlunya, buah nenas  seperlunya, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  -&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; Perangkat adat, yang terdiri dari:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Seorang  laki-laki pembawa tombak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Anak-anak kecil pembawa ceret 3  orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Seorang lelaki dewasa pembawa sundrang (mahar).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Remaja pria 4 orang untuk membawa  Lellu (payung persegi empat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Seorang anak laki-laki bertugas  sebagai passappi bunting.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Calon mempelai Pria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Rombongan orang tua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Rombangan saudara kandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Rombongan sanak keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:georgia;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Rombongan undangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Prosesi acara  Assimorong:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah CPP beserta rombongan tiba di sekitar kediaman CPP,  seluruh rombongan diatur sesuai susunan barisan yang telah ditetapkan.  Ketika CPP telah siap di bawa Lellu sesepuh dari pihak CPW datang  menjemput dengan mengapit CPP dan menggunakan Lola menuntun CPP menuju  gerbang kediaman CPW.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saat tiba di gerbang  halaman, CPP disiram dengan Bente/Benno oleh salah seorang sesepuh dari  keluarga CPW. Kemudian dilanjutkan dengan dialog serah terima pengantin  dan penyerahan seserahan leko lompo atau erang-erang. Setelah itu CPP  beserta rombongan memasuki kediaman CPW untuk dinikahkan. Kemudian  dilakukan pemeriksaan berkas oleh petugas KUA dan permohonan ijin CPW  kepada kedua orang tua untuk dinikahkan, yang selanjutnya dilakukan  dengan prosesi Ijab dan Qobul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah acara akad nikah dilaksanakan, mempelai pria menuju ke  kamar mempelai wanita, dan berlangsung prosesi acara ketuk pintu, yang  dilanjutkan dengan appadongko nikkah/mappasikarawa, penyerahan mahar  atau mas kawin dari mempelai pria kepada mempelai wanita.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Setelah itu kedua mempelai menuju ke depan pelaminan untuk  melakukan prosesi Appla’popporo atau sungkeman kepada kedua orang tua  dan sanak keluarga lainnya, yang kemudian dilanjutkan dengan acara  pemasangan cincin kawin, nasehat perkawinan, dan doa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JqAtXn-TI/AAAAAAAAAFo/QXBfX7850fk/s1600-h/Foto0388.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JqAtXn-TI/AAAAAAAAAFo/QXBfX7850fk/s200/Foto0388.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436524260600838450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gambar 10.  Prosesi acara Mappasikarawa/A'padongko Nikkah&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                                                             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jqc7EGIDI/AAAAAAAAAFw/GsSvfzy7u-4/s1600-h/Foto0387.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3Jqc7EGIDI/AAAAAAAAAFw/GsSvfzy7u-4/s200/Foto0387.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436524745313361970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Gambar 11.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Prosesi acara penyerahan mahar atau mas kawin&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;(http://sanggartamalatejakarta.blogspot.com)&lt;br /&gt;Teluk Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54489/79/541E7F26A4A32EEFC5343C4048906DDB.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-2578224280618746202?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2578224280618746202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/2578224280618746202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/tata-cara-perkawinan-adat-makassar.html' title='Tata Cara Perkawinan Adat Makassar'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a2wOg7H272E/S3JbIjXPWBI/AAAAAAAAAEI/m6HmZ4iJKwE/s72-c/Foto0382.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-7837311392376823086</id><published>2010-03-14T06:10:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T08:33:28.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkawinan'/><title type='text'>Tata Cara Perkawinan Adat Bone</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                                             PERKAWINAN ADAT BONE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat kabupaten Bone, sebagaimana masyarakat kabupaten lainnya di Propinsi Sulawesi Selatan pada umumnya, merupakan pemeluk Islam yang taat, kehidupan mereka selalu diwarnai oleh keadaan yang serba religius. Kondisi ini ditunjukkan oleh banyaknya tempat-tempat ibadah dan Pendidikan A&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-cNvTgC_SHFc/Ta2rMHaymdI/AAAAAAAAD0E/BJWMwZ9gZ5Y/s200/pt%2Bile.jpg" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597318136529590738" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gama Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekalipun penduduk Kabupaten Bone mayoritas memeluk agama Islam, namun di kota Watampone juga ada gereja dan beberapa tempat ibadah pemeluk agama lainnya. Hal ini berarti, pemeluk agama lain cukup leluasa untuk menunaikan ibadahnya. Keadaan ini memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan keagamaan, karena mereka saling hormat-menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya. Di samping itu, peran pemuka agama terutama para alim ulama sangat dominan dalam kehidupan keagamaan, bahkan bagi masyarakat Bone, alim ulama merupakan figur kharismatik yang menjadi panutan masyarakat.&lt;br /&gt;Pada sektor pendidikan,pemerintah Kabupeten Bone mengarahkan pembangunan pada upaya peningkatan mutu pendidikan, sehingga tercipta peningkatan relevansi pendidikan, serta mempunyai keterkaitan yang sesuai dengan kebutuhan tuntutan. Oleh karena itu, mutu pendidikan selalu ditingkatkan sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara kepada meningkatnya daya saing masyarakat Bone.&lt;br /&gt;Adapun mengenai pengembangan kebudayaan, pemerintah Kabupaten Bone berupaya untuk membina nilai-nilai budaya daerah sebagai bagian dari budaya nasional denganberdasarkan pada penerapan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masyarakat Bone.&lt;br /&gt;Salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Bone dalam bidang kebudayaan adalah memfasilitasi terbentuknya Lembaga Adat “Saoraja” Bone sebagai mitra pemerintah dalam hal pelestarian nilai-nilai adat dan budaya luhur serta pengembangan kebudayaan.&lt;br /&gt;Dalam masyarakat manapun, hubungan kekerabatan merupakan aspek utama, baik karena dinilai penting oleh anggotanya maupun fungsinya sebagai struktur dasar yang akan suatu tatanan masyarakat. Pengetahuan mebdalam tentang prinsip-prinsip kekerabatan sangat diperlukan guna memahami apa yang mendasari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang dianggap paling penting oleh orang Bugis dan yang saling berkaitan dalam membentuk tatanan sosial mereka. Aspek tersebut antara lain adalah perkawinan.&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Bugis termasuk di dalamnya Bone, perkawinan berarti siala atau saling mengambil satu sama lain, jadi perkawianan merupakan ikatan timbla balik. Walaupun mereka beeasal dari strata sosial yang berbeda, setelah mereka menjadi suami istri mereka merupakan mitra.&lt;br /&gt;Selain itu, bagi masyarakat Bugis, perkawinan bukan saja penyatuan dua mempelai semata, akan tetapi merupakan suatu upacara penyatuan dan persekutuan dua keluarga besar yang biasanya telah memiliki hubngan sebelumnya dengan maksud mendekatkan atau mempereratnya (Mappasideppé mabélaé atau mendekatkan yang sudah jauh).&lt;br /&gt;Pemaknaan lain tentang perkawinan, pada buku Sulésana karya Anwar Ibrahim disinggung tentang siabbinéng dari kata biné yang berarti benih padi, “Mabbiné” artinya menanam padi. Terdapat kedekatan makna dan kedekatan bunyi dengan kata “bainé” atau istri “mabbainé” atau beristri. Dalam konteks ini kata siabbinéng, mengandung makna menanam benih dalam kehidupan rumah tangga. (Ibrahim. A, 2002)&lt;br /&gt;Dikalangan masyarakat biasa, perkawinan biasanya berlangsung antar keluarga dekat atau antar kelompok patronasi yang sama (patron klien) sehingga mereka telah saling mengenal satu sama lain. Oleh karena itu, mereka yang berasal dari daerah lain, cenderung menjalin hubungan yang lebih dekat lagi dengan orang telah mereka kenal baik melalui jalur perkawinan. Dengan kata lain perkawinan adalah cara terbaik untuk menjadi (bukan orang lain/ tenniya tau laing). Hal ini juga sering ditempuh dua sahabat atau mitra usaha yang bersepakat menikahkan turunan mereka, atau bahkan menjodohkan anak mereka sejak kecil. (Pelras . 2006)&lt;br /&gt;Dikalangan masayarakat dikenal ada dua macam perkawinan yaitu perkawinan melalui proses peminangan dan perkawinan yang disebut silariang. Namun yang akan dibahas dalam buku ini adalah perkawinan melalui peminangan.&lt;br /&gt;Perkawinan melalui proses peminangan adalah tata cara yang paling baik dan biasanya melalui beberapa tahap. Sejak dahulu sampai kira0kira 30 tahun lalu, tahap demi tahap masih selalu dilakukan, baik oleh golongan bangsawan maupun yang bukan bangsawan.&lt;br /&gt;Namun akibat dari perkembangan jaman serta pengaruh-pengaruh asing yang masuk maka terjadi beberapa perubahan, namun kartena masyarakat kita sangat kuat dalam memegang teguh adat, maka kebiasaan ini masih terus berlanjut walaupun disana sini telah disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Dan pelaksanaannya pun telah mengalami beberapa perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam semua tahapan upacara. (Sapada AN, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pandangan Islam Terhadap Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ajaran yang penting dalam Islam adalah perkawinan atau pernikahan. Begitu pentingnya ajaran tentang perkawinan tersebut sehingga dalam Al-Quran terdapat sejumlah ayat baik secara langsung maupun tidak langsung berbicara mengenai perkawinan.&lt;br /&gt;Nikah artinya menghimpun atau mengumpulkan. Salah satu upaya untuk menyalurkan naluri seksual suami istri dalam rumah tangga sekaligus sarana untuk menghasilkan keturunan yang dapat menjamin kelangsungan eksistensi manusia di atas bumi. Keberadaan mikah itu sejalan dengan lahirnya manusia di atas bumi dan merupakan fitrah manusia yang diberikan Allah SWT terhadap hamba-Nya.&lt;br /&gt;Ada beberapa definisi nikah yang dikemukakan ulama fiqih, tetapi seluruh definisi tersebut mengandung esensi yang sama meskipun redaksionalnya berbeda. Ulama Mazhab Syafi’I mendefinisikannya dengan “akad yang mengandung kebolehan melakukan hubungan suami istri dengan lafal nikah/kawin atau yang semakna dengan itu”. Sedangkan ulama Mazhab Hanafi mendefiniskannya dengan akad yang memfaedahkan halalnya melakukan hubungan suami istri antara seorang lelaki dan seorang perempuan selama tidak ada halangan syara’.&lt;br /&gt;Imam Muhammad Abu Zahrah (w. 1394 H/1974 M), ahli hukum Islam dari Universitas Al-Azhar, berpendapat bahwaperbedaan kedua definisi di atas tidaklah bersifat prinsipil. Yang menjadi prinsip dalam definisi tersebut adalah nikah itu membuat seorang lelaki dan seorang wanita halal melakukan hubungan seksual. Untuk mengkompromikan kedua definisi, Abu Zahrah mengemukakan definisi nikah, yaitu :akad yang menjadikan halalnya hubungan seksual antara seorang lelaki dan seorang wanita, saling tolong menolong diantara keduanya serta menimbulkan hak dan kewajiban diantara keduanya”. Hak dan kewajiban yang dimaksud Abu Zahrah adalah hak dan kewajiban yang datangnya dari asy-Syar’I Allah SWT dan Rasul-Nya. Tujuan pernikahan sebagaimana disebutkan dalam salah satu ayat dalam Al-Quran adalah (artinya)&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kmau rasa kasih sayang …” (Q.S.30:21).&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat di atas jelas bahwa Islam menginginkan pasangan suami istri yang telah membina suatu rumah tangga melalui akad nikah tersebut bersifat langgeng. Terjalin keharmonisan di antara suami istri yang saling mengasihi dan menyayangi itu sehingga masing-masing pihak merasa damai dalam rumah tangganya.&lt;br /&gt;Rumah tangga seperti inilah yang diinginkan Islam, yakni rumah tangga sakinah, sebagaimana yang disyaratkan Allah SWT dalam surat Ar-Rum (30) ayat 21 di atas. ada tiga kata kunci yang disampaikan oleh Allah SWT dalam ayat tersebut, dikaitkan dengan rumah tangga yang ideal menurut Islam, yaitu sakinah (as-sakinah), mawadah (al-mawaddah), dan rahmat (ar-rahmah). Ulama tafsir menyatakan bahwa as-sakinah adalah suasana yang damai yang melingkupi rumah tangga yang bersangkutan; masing-masing pihak menjalankan perintah Allah SWT dengan tekun, saling menghormati, dan saling toleransi.&lt;br /&gt;Dari suasana as-sakinah tersebut akan muncul rasa saling mengasihi dan menyayangi (al-mawaddah), sehingga rasa tanggung jawab kedua belah pihak semakin tinggi. Selanjutnya, para musafir mengatakan bahwa dari as-sakinah dan al-mawaddah inilah nanti muncul ar-rahmah, yaitu keturunan yang sehat dan penuh berkat dari Allah SWT, sekaligus sebagai pencurahan rasa cinta dan kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pandangan Masyarakat Bugis Terhadap Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena perkawinan bukan hanya merupakan peristiwa yang harus ditempuh atau dijalani oleh dua individu yang berlainan jenis kelamin, tetapi lebih jauh adalah perkawinan sesungguhnya proses yang melibatkan beban dan tanggung jawab dari banyak orang, baik itu tanggung jawab keluarga, kaum kerabat (sompung lolo) bahkan kesaksian dari seluruh masyarakat yang ada di lingkungannya. (Pelras.C,2006)&lt;br /&gt;Dipandang dari sisi kebudayaan, maka perkawinan merupakan tatanan kehidupan yang mengatur kelakuan manusia. Selain itu perkawinan juga mengatur hak dan kewajiban serta perlindungannya terhadap hasil-hasil perkawinan yaitu anak-anak, kebutuhan seks (biologis), rasa aman (psikologis), serta kebutuhan sosial ekonomi, dan lai-lain.&lt;br /&gt;Namun pada masyarakat Bugis, perkawinan bukan saja merupakan pertautan dua insan laki-laki dan perempuan, namun merupakan juga pertautan antara dua keluarga besar. Ini disebabkan karena orang tua dan kerabat memegang peranan sebagai penentu dan pelaksana dalam perkawinan anak-anaknya. Sebagaimana digambarkan oleh H. TH. Chabot dalam bukunya “Verwanschap, stand en sexe in zuid celebes” yang berbunyi “Pilihan pasangan hidup, bukanlah urusan pribadi namun adalah urusan keluarga dan kerabat”. Dengan fungsi ini maka perkawinan haruslah diselenggarakan secara normatif menurut agama dan adat yang berlaku dalam masyarakat setempat dan harus diselenggarakan secara sungguh-sungguh dalam suatu upacara perkawinan. (Sapada AN, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Makna Perkawinan Perspektif Gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat Bugis termasuk Bone sebagaimana masyarakat lain di bagian dunia lainnya, lelaki dan perempuan mempunyai wilayah aktifitas yang berbeda. Namun pada hakikatnya orang Bugis tidak menganggap perempuan lebih dominan satu sama lain. Hubungan mereka saling melengkapi sebagai manifestasi dari perbedaan yang mereka miliki. Perbedaan ini diharapkan dapat saling melengkapi dan bersatu dalam satu ikatan perkawinan.&lt;br /&gt;Pada awal perkawinan biasanya laki-laki tinggal di rumah orang tua istri (mertua) sehingga tidak memberikan ruang bagi suami untuk bertindak semena-mena atau mendominasi sang istri. Sementara ruang di rumah pada hakikatnya telah dibagi berdasarkan gender. Bagian depan menjadi bagian laki-laki dan bafgain belakang menjadi wilayah perempuan.&lt;br /&gt;Menurut pepatah Bugis wilayah perempuan adalah sekitar rumah, sedangkan ruang gerak laki-laki adalah “menjulang hingga ke langit” kata bijak tersebut menjelaskan peran laki-laki dan perenpuan dalam kehidupan sehari-hari. Aktiftas laki-laki adalah di luar rumah. Dialah tulang punggung penghasilan keluarga yang bertugas mencari nafkah (sappa laleng atuong). Sementara perempuan sebagai ibu (indo’ ana’) kewajibannya menjaga anak, menjmbuk padi, memasak, menyediakan lauk pauk dan membelanjakan penghasilan suami selaku pengurus yang bijaksana (pattaro malampé nawa-nawa é).&lt;br /&gt;Namun perbedaan tugas di atas bukan menjadi hal yang pokok melainkan saling melengkapi perbedaan itulah yang mendasari kemitraan diantara suami istri dalam saling menopang kepentingan mereka masing-masing (sibali perri) dan saling merepotkan (siporépo). (Pelras C. 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Sistem Kekerabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umunya orang Bugis mempunyai sitem kekerabatan yang disebut dengan assiajingeng yang mengikuti sistem builateral. Yaitu sistem yang mengikuti lingkungan pergaulan hidup dari ayah maupun dari pihak ibu. Garis keturunan berdasarkan kedua orang tua. Hubungan kekerabatan ini menjadi sangat luas disebabkan karena, selain ia menjadi anggota keluarga ibu, ia juga menjadi anggota keluarga dari pihak ayah.&lt;br /&gt;Hubungan kekerabatan atau assiajingeng ini dibagi atas siajing maréppé (kerabat dekat) dan siajing mabéla (kerabat jauh). Kerabat dekat atau siajing maréppé merupakan kelompok penentu dan penmgendali martabat keluarga. Anggota keluarga dekat inilah yang menjadi to masiri’ (orang yang malu) bila anggota keluarga perempuan ri lariang (dibawa lari oleh orang lain), dan mereka itulah yang berkewajiban menghapus siri’ tersebut.&lt;br /&gt;Anggota siajing maréppé didasarkan atas dua jalur, yaitu réppé maréppé yaitu keanggotaan yang didasarkan atas hubungan darah, dan siteppang maréppé (sompung lolo) yaitu keanggotaan didasarkan tas hubungan perkawinan. (Makkulau, 2006)&lt;br /&gt;Adapun anggota keluarga yang tergolong réppé maréppé yaitu:&lt;br /&gt;1. Iyya, Saya (yang bersangkutan)&lt;br /&gt;2. Indo’ (ibu kandung iyya)&lt;br /&gt;3. Ambo’ (ayah kandung iyya)&lt;br /&gt;4. Nene’ (nenek kandung Iyya baik dari pihak ibu maupun dari ayah&lt;br /&gt;5. Lato’ (kakek kandung Iyya baik dari ibu maupun dari ayah)&lt;br /&gt;6. Silisureng makkunrai (saudara kandung perempuan Iyya )&lt;br /&gt;7. Silisureng woroané (saudara laki-laki iyya)&lt;br /&gt;8. Ana’ (anak kandung iyya)&lt;br /&gt;9. Anauré (keponakan kandung iyya)&lt;br /&gt;10. Amauré (paman kandung iyya)&lt;br /&gt;11. Eppo (cucu kandung iyya)&lt;br /&gt;12. Inauré / amauré makkunrai (bibi kandung iyya)&lt;br /&gt;Sedangkan anggota keluarga yang termasuk siteppang maréppé yaitu :&lt;br /&gt;1. Baine atau indo’ ‘ana’na (istri iyya)&lt;br /&gt;2. Matua (ibu ayah/ kandung istri)&lt;br /&gt;3. Ipa woroané (saudara laki-laki istri iyya)&lt;br /&gt;4. Ipa makkunrai (saudara kandung perempuan istri iyya)&lt;br /&gt;5. Manéttu (menantu, istri atau suami dari anak kandung iyya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Stratifikasi Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan sosial tradisional masyarakat Bone membedakan status menurut kadar ke arung annya (keturunan). Ukuran yang digunakan adalah soal asal keyrunan sebagai unsur primer. Oleh karena itu perlu dibedakan dahulu jenis-jenis keturunan yang teradapat di Kabupeten Bone secara umum dibagi atas beberapa golongan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Ana’ mattola: yang berhak mewarisi tahta dan dipersiapkan untuk menjadi raja arung (raja/ratu). Tingkatan ini terbagi atas dua sub golongan yakni: ana’ sengngeng dan ana’rajéng.&lt;br /&gt;2. Ana’ céra’ siseng/I: anak yang beradarah campuran atas kedua sub di atas yang kawin dengan perempuan biasa.&lt;br /&gt;3. Ana’ céra’ dua/II: anak hasil perkawinan céra’ siseng dengan perempuan biasa.&lt;br /&gt;4. Ana’ céra’ tellu/III: anak hasil perkawinan céra’ dua dengan perempuan biasa. Ketiga lapisan cerak ini menduduki golongan bangsawan menengah. Kemudian céra’ tellu ini dengan perempuan biasa akan menghasilkan bangsawan terendah. Ampo cinaga, anakkarung maddara-dara, dan anang.&lt;br /&gt;5. Tau sama (orang biasa)/tau maradéka (orang bebas): di kalangan ini masih dibedakan atas keturunan leluhirnya yang masih terhitung bangsawan, betapapun rendahnya lapisan dan berapa jauhpun pertautannya (tau tongeng karaja) dan yang benar-benar keturunan orang biasa (tau sama mattanété lampé).&lt;br /&gt;6. Ata (hamba sahaya): golongan yang hilang kemerdekaannya karena sesuatu ikatan langsung.&lt;br /&gt;Meskipun penggolongan keturunan tersebut hanya bertahan sampai pada masa kemerdekaan, namun penggolongan keturunan tersebut sekarang ini tidak lagi dianut secara ketat, namun dalam berbagai hal, utamanya dalam kehidupan sosial kadangkala masih dipertanyakan, misalnya dalam hal meminang gadis, maka yang dipertanyakan adalah keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                                                                  BAB II&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                                     TATA CARA PERKAWINAN ADAT BONE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adapun tahapan dari proses perkawinan adat Bone secara umum dapat dibagi atas tiga tahapan, yaitu tahapan pra nikah, nikah, dan tahapan setelah nikah. Selanjutnya untuk lebih jelasnya pada bagian ini akan dijelaskan tahapan perkawinan secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Madduta Massuro / Lettu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tahapan pendahuluan yang harus dilewati sebelum pesta perkawinan (Mappabotting) dilangsungkan. Jika lelaki belum dijodohkan sejak kecil (atau sebelum dia lahir) maka keluatganya akan mulai mencari-cari pasangan yang kira-kira dianggap sesuai untuknya. Bagi kaum bangsawan, garis keturunan perempuan dan laki-laki akan diteliti secara seksama untuk mengetahui apakah status kebangsawanan mereka sesuai atau tidak, jagan sampai tingkatan pelamar lebih rendah dari tingkat perempuan yang akan dilamar.&lt;br /&gt;Madduta artinya meminang secara resmi, dahulu kala dilakukan beberapa kali, sampai ada kata sepakat, namun secara umum proses yang ditempuh sebelum meminang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Mammanu’-manu&lt;br /&gt;Mammanu’-manu’ bermakna seperti burung yang terbang kesana kemari, untuk menyelidiki apakah ada gadis yang berkenan di hati. Langkah pendahuluan ini biasanya ditugaskan kepada seseorang biasanya kepada para paruh baya perempuan, yang akan melakukan kunjungan biasa kepada keluarga perempuan untuk mencari tahu seluk beluknya, namun biasanya proses ini sangat tersamar. Mappésé-pésé dilakukan setelah kunjungan pertama tadi (Mammanu’-manu’) yaitu melakukan kunjungan resmi pertama untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang secara tidak langsung dan sangat halus (“ada orang yang akan mendekati anda………. Sudah adakah yang berbicara dengan anda?............sudah adakah yang punya?............... Apakah pintu masih terbuka?....”) agar kedua belah pihak tidak kehilangan muka atau malu seandainya pendekatan ini tidak membuahkan hasil. Jika keluarga perempuan memberi lampu hijau, kedua pihak kemudian menentukan hari untuk mengajukan lamaran secara resmi (Madduta). Selama proses pelamaran ini berlangsung garis keturunan, status kekerabatan, dan harta calon mempelai diteliti lebih jauh, sambil membicarakan sompa dan uang antaran (Dui ménré) yang harus diberikan oleh pihak laki-laki untuk biaya perkawinan pasangannya, serta hadiah persembahan kepada calon mempelai perempuan dan keluarganya.&lt;br /&gt;b.Mappettu Ada&lt;br /&gt;Mappettu Ada yang baiasanya juga ditindak lanjuti dengan (mappasierekeng) atau menyimpulkan kembali kesepakatan-kesepakatan yang telah dibicarakan bersama pada proses sebelumnya. Ini sudah merupakan lamaran resmi dan biasanya disaksikan oleh keluarga dan kenalan.&lt;br /&gt;Pada saat inilah akan dibicarakan secara terbuka segala sesuatu terutama mengenai hal-hal yang prinsipil. Ini sangat penting karena kemudian akan diambil kesepakatan atau mufakat bersama, kemudian dikuatkan kembali keputusan tersebut (mappasierekeng). Pada kesempatan ini diserahkan oleh pihak laki-laki pattenre’ ada atau passio (“pengikat”) berupa cincin, beserta sejumlah benda simbolis lainnya, misalnya tebu, sebagai simbol sesuatu yang manis, buah nangka (Panasa) yang mengibaratkan harapan (minasa); dan lain sebagainya. Apabila waktu perkawinan akan dilaksanakan dalam waktu singkat, maka passio ini diiringi passuro mita yang diserahkan setelah pembicaraan telah disepakati.&lt;br /&gt;Satu lembar bahan waju tokko-&lt;br /&gt;Satu lembar sarung sutera atau lipa’ sabbé, juga disertai dengan;-&lt;br /&gt;Satu piring besar nasi ketan (sokko)-&lt;br /&gt;Satu mangkok besar palopo’ (air gula merah yang dimasak dengan santan dan diberi telur ayam secukupnya) dua sisir pisang raja biasanya antara pihak perempuan dan laki-laki pada acara mappettu ada ini dilangsungkan dialog. Dialog ini biasanya dimulai oleh pihak perempuan sebagai tuan rumah dan dibalas oleh pihak laki-laki. Salah satu contoh dialog hasil wawancara dengan nara sumber sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak perempuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlhamdulillahiRabbil Alamin dan selanjutnya………………&lt;br /&gt;Tomalebbikkeng iyya kialebbirié nennia kitanréréangngi alebbirenna, padamui topapoléi nennia toripoléi.&lt;br /&gt;Naiya riolo pappuji nennia bereselleng, ripatarakkai tanrang asyukkurukeng téenrigangkata riséseé arajanna Puang séuwaé, namuka éloullé simatanna namérékki kuaromai ajjapa-jappang, apainringeng, kuwaétopa asagénang, natopada engka situju rupa, sipakario-sipakarennu, siwollompolong, natosiraga-raga, rijiji’ tudang pangngadereng ribola atudangenna tomalebbikkeng …………………silise’ (nama tuan rumah)&lt;br /&gt;Kuwaétopa tenriallupai massalawa nennia mappasalama mannennungeng masse lao ri Nabitta Muhammad SAW, Nabi iyya tirowangekki assalamakeng nennia asalewangeng rilino kuwaétopa ri akhérata matti. Insaya Allah.&lt;br /&gt;Naimunrinna ritu kupawarei élau addampeng sokkuke lao riolo alebiretta maneng, kupappolo bicara makkéwari mattuppu ade’ pappakaraja, namuka ikkeng mai napawakkangi ménasa paddennuang tomalebbikkeng ……………silise’ (nama tuan rumah) patallengangi majjajareng, tampub&lt;br /&gt;Contoh dialog lain yang berupa elong ugi yang dahulu seringkali dilakukan pada masyarakat Bugis dengan dialog saling bersahut yang didahului oleh pihak tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(+) Tomménré laoki tatudang Tejjali tettapéré Banna masé-masé&lt;br /&gt;(-) Masé-éwomémemmi Lolangeng tekkéwiring Sipupupureng lino&lt;br /&gt;(+) Makkutanawa’ segala Agangngaré biri’ta Tapocora lolang&lt;br /&gt;(-) Kupocora-cora lolang Uni ma’tengnga benni Manu parukkuseng&lt;br /&gt;(+) Manuk pékkugi uni Muni malalempenni Paréwe' sumange&lt;br /&gt;(-) Engkalingai uni’ku Tulingngi ménasa’ku Ri masagalaé&lt;br /&gt;(+) Décéng laleng nakutokkong Décé’topa kujokkang Mattuppu sapana&lt;br /&gt;(-) Kutuppu sapana ta Tudang mabbattampola Mpawa bunga puté&lt;br /&gt;(+) Bunga puté nata’bakka Polesa’ riorennu Lise’ masagala&lt;br /&gt;(-) Engkaka tania suro Polé tania paseng Watang majjajareng&lt;br /&gt;(+) mkutnw sgl Ma’kutanawa sagala Bunga sellé renri’ta Engkaga roppona&lt;br /&gt;(-) Bunga-bunga sellé renring Terropo te’palawa Lappamanengmua&lt;br /&gt;(+) Ambo’ baco indo’ baco Paléngeng pale lima Tanra riorennu&lt;br /&gt;(-) Macinnairo maggalung Galung naranreng sépé Nabiné natakko&lt;br /&gt;(+) Macinna toi méngngala Asé ri tengnga jali Ringgi' pabbesenna&lt;br /&gt;(-) Mamménasai sagala Ménasa iyamua Sisompung wélareng&lt;br /&gt;(+) Ménasatta tatiwi Kibali rennutoi Ma’tunrung mattakké&lt;br /&gt;(-) Labaco kuéllauwang Tudangeng massibali Pa’dai tengkénné’&lt;br /&gt;(+) Maéloi tapadeppé’Todongi tepparapi Pa’tapping tudangeng&lt;br /&gt;(-) Déga pasa rilipu’ta Balanca rikampo’ta Talinco mabéla&lt;br /&gt;(+) Engka pasa rilipu’ku Balanca rikampo’ku Nyawami kusappa&lt;br /&gt;(-) Re’kua nyawa tasappa Engkani talolongeng Mattunrung matta’ké&lt;br /&gt;(+) Mamménasawa sagala Tatimpakeng laleng Weddingé kuola&lt;br /&gt;(-) Ujung aju pabbéréta Tataroi pasau Namaraja rumpu&lt;br /&gt;(+) Agana ugaukengngi Pakkadang tepparapi Tabu macenning&lt;br /&gt;(-) Ia bua macenningngé Rikadang-kadang mémeng Inappa maddenne’&lt;br /&gt;(+) Bua nonnokiro ce’de’ Nawadding te’kadapi Yassiturusié&lt;br /&gt;(-) Makkutanawak sagala Ala engkamupaga Laleng tenriola&lt;br /&gt;(+) Kéga gangka pattenrettaTenrek dé natattongkang Nasipobiritta&lt;br /&gt;(-) Tau de’ bua’-bua’na de natiwi bua Mattunrung mattakké&lt;br /&gt;(+) Kéga rupa passiota Sio dé natallu’ka Sipobiritta&lt;br /&gt;(-) Sio pasompa katinna Makkalu ritaréné Ripancaji rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Tanda (+) Pihak laki-laki&lt;br /&gt;Tanda (-) Pihak perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Mappettu ada akan disepakati beberapa perjanjian, diantaranya:&lt;br /&gt;Sompa*&lt;br /&gt;Sompa artinya mas kawin atau mahar sebagai syarat sahnya suatu perkawinan. Besarnya sompa telah ditentukan menurut golongan atau tingkatan derajat gadis. Penggolongan sompa tidaklah selalu sama dalam pengistilahannya. Ada dalam bentuk mata uang “real” dan ada pula dalam bentuk “kati” tetapi dalam buku ini secara umum adalah sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsawan tinggi 88 real&lt;br /&gt;Bangsawan menengah 44 real&lt;br /&gt;Arung palili 28 real&lt;br /&gt;Golongan tau maradeka 20 real&lt;br /&gt;Golongan ata (budak) 10 real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-19 besarnya mas kawin (sompa) ditetapkan berdasarkan status seseorang. Setiap satuam mas kawin disebut kati (mata uang kuno) satu kati senilai dengan 66 ringgit, atau sama dengan 88 real, 8 uang (8/20 rial) dan 8 duit (8/12 uang) dan setiap kati akan harus ditambah satu orang budak yang bernilai 40 real dan seekor kerbau yang bernilai 25 real. Sompa bagi kalangan perempuan bangsawan kelas tinggi Sompa bocco’ atau sompa puncak bisa mencapai 14 kati. Sedangkan bagi perempuan bangsawan terendah hanya 1 kati, dan orang baik-baik atau tau deceng setengah kati, dan kalangan baiasa hanya seperempat kati. Sistem perhitungan ini masih berlaku sampai sekarang, tetapi sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia, maka mata uang ringgit (dulu senilai 2,5 rupiah atau 2,5 gulden Belanda) yang dihadikan satu perhitungan. Namun karena inflasi dan turunnya harga rupaih pada awal 1960 maka jelas sompa ini tidak berlaku lagi. Namun Sompa ini masih sangat penting artinya, khususnya bagi keluarga yang berstatus tinggi karena hadiahhadiah tambahannya, termasuk di dalamnya hadiah simbolis (batang tebu, labu, buah, nangka, anyaman-anyaman, dan bermacam-macam kue tradisonal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dui ménré / Dui balanca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dui ménré adalah sejumlah uang yang akan diserahkan oleh pihak laki-laki pasa saat mappettu ada (mappasierekeng). Hal ini biasa dilakukan oleh pihak perempuan untuk mengetahui kerelaan atau kesanggupan berkorban dari pihak laki-laki sebagai perwujudan keinginannya untuk menjadi anggota keluarga. Dui ménré ini akan digunakan oleh pihak perempuan dalam rangka membiayai pesta perkawinannya.&lt;br /&gt;Pada tahun 1975 Susan Millar dalam bukunya Wedding Bugis menunjukkan bahwa besarnya dui ménré berkisar antara Rp. 2.000 sampai dengan Rp. 5000,-. (Pelras. C, 2006)&lt;br /&gt;Di kondisi kekinian dimana kekuasaan politik tradisional semakinmemudar dui ménré semakin lama semakin mengalami kenaikan, hal ini disebabkan karena tidak ada lagi aturan dan pihak pihak yang berwenang menegakkan aturan adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanra esso akkalabinéngeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua persayaratan ini telah disepakati, kemudian telah dikuatkan (mappasierekeng) maka pinangan telah resmi diterima. Kemudian akan disepakati lagi hari H perkawinan. Penentuan hari H perkawinan (tanra esso akkalabinéneng) atau penentuan saat akad nikah biasanya disesuaikan dengan penanggalan berdasarkan tanggal dan bulan Islam. Setelah mengetahui hari pelaksanaan akad nikah (ménré botting) dengan sendirinya prosesi adat lainnya seperti mappacci, (tudampenni, wenni mappacci) serta marola sudahj diketahui pula. Upacara mappacci, pada malam tudampenni, atau malam pacar baiasanya dilakukan sehari atau beberapa hari sebelum hari perkawinan. Sedangkan ma’parola dilakukan sehari atau beberapa hari setelah hari perkawinan dilangsungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mappaisseng atau memberi kabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kegiatan madduta atau peminangantelah selesai dean menghasilkan kesepakatan, maka kedua pihak keluarga calon mempelai akan menyampaikan kabar mengenai perkawinan ini.biasanya yang diberi tahu adalah keluarga yang sangat dekat, tokoh masyarakat yangdituakan, serta tetangga-tetangga dekat berhubung mereka inilah yang akan mengambil peran terhadap kesuksesan semua rangkaian upacara perkawinan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mattampa / Mappalettu selleng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yaitu mappaisseng, dan biasanya pihak keluarga calon mempelai akan mengundang seluruh sanak saudara dan handai taulan. Undangan tertulis ini dilaksanakan kira-kira 10 atau 1 minggu sebelum resepsi perkawinan dilangsungkan.&lt;br /&gt;Kegiatan ini disebut juga mappalettu selleng karena diharapkan pihak yang diundang akan merasa dihargai bila para pembawa undangan ini menyampaikan salam dan harapan dari pihak yang mengundang kiranya bersedia datang untuk memberi restu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mappatettong sarapo/ Baruga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapo atau baruga adalah bangunan tambahan yang didirikan di samping kiri/kanan rumah yang akan ditempati melaksanakan akad nikah. Sedangkan baruga adalah bangunan terpisah dari rumah yang ditempati bakal pengantin dan dindingnya terbuat dari jalinan bambu yang dianyam yang disebut wlsuji “walasuji”. Di dalam sarapo atau baruga dibuatkan pula tempat yang khusus bagi pengantin dan kedua orang tua mempelai yang disebut lmi “lamming”. Tetapi akhir-akhir ini di Kabupaen Bone sudah jarang lagi mendirikan sarapo oleh karena sudah ada beberapa gedung atau tenda yang dipersewakan lengkap dengan peralatannya, namun kadang pula masih ada yang melaksanakan terutama bagi kalangan bangsawan dan orang berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mappacci / Tudampenni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara adat mappacci dilaksanakan pada waktu tudampenni, menjelang acara akad nikah/ijab kabul keesokan harinya. Upacara mappacci adalah salah satu upacara adat Bugis yang dalam pelaksanaannya menggunakan daun pacar (Lawsania alba), atau Pacci. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan biasanya dilakukan dulu dengan mappanré temme (khatam Al-Quran) dan barazanji. Daun pacci ini dikaitkan dengan kata paccing yang makananya adalah kebersihan dan kesucian. Dengan demikian pelaksanaan mappacci mengandung makna akan kebersihan raga dan kesucian jiwa. Sebagaimana yang tertera dalam ungkapan bahasa Bugis yang mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci iyanaritu gau’ ripakkéonroi nallari ade’, mancaji gau’ mabbiasa, tampu’ sennu-sennuang, ri nia’ akkatta madécéng mammuaréi naiyya nalétéi pammasé Déwata Séuwaé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun urutan dan tata cara mappacci adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Sebelum acara mappacci dimulai, biasanya dilakukan padduppa (penjemputan) mempelai. Calon mempelai dipersilakan oleh Protokol atau juru bicara keluarga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patarakkai mai bélo tudangeng&lt;br /&gt;Naripatudang siapi siata&lt;br /&gt;Taué silélé uttu patudangeng&lt;br /&gt;Padattudang mappacci siléo-leo&lt;br /&gt;Riwenni tudang mpenni kuaritu&lt;br /&gt;Paccingi sia datu bélo tudangeng&lt;br /&gt;Ripatajang mai bottinngngé&lt;br /&gt;Naripattéru cokkong ri lamming lakko ulaweng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ini berarti:&lt;br /&gt;Calon mempelai dipersilakan menuju pelaminan. Pelaminan di sisi para pendamping. Duduk saling berdekatan satu sama lain. Mereka duduk bersuka ria di malam tudampenni, mappacci pada sang raja/ratu mempelai nan rupawan. Tuntunlah dan bimbinglah sang raja/ratu menuju pelaminan yang bertahtakan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan mappacci disiapkan perlengkapan yang kesemuanya mengandung arti makna simbolis seperti:&lt;br /&gt;• Sebuah bantal atau pengalas kepala yang diletakkan di depan calon pengantin, yang memiliki makna penghormatan atau martabat, kemuliaan dalam bahasa Bugis berarti mappakalebbi.&lt;br /&gt;• Sarung sutera 7 lembar yang tersusun di atas bantal yang mengandung arti harga diri.&lt;br /&gt;• Di atas bnatal diletakkan pucuk daun pisang yang melambangkan kehidupan yang berkesinambungan dan lestari.&lt;br /&gt;• Di atas pucuk daun pisang diletakkan pula daun nangka sebanyak 7 atau 9 lembar sebagai permakna ménasa atau harapan.&lt;br /&gt;• Sebuah piring yang berisi wenno yaitu beras yang disangrai hingga mengembang sebagai simbol berkembang dengan baik sesuai dengan arti bahasa Bugisnya (mpenno rialéi).&lt;br /&gt;• Tai bani, patti atau lilin yang bermakna sebagai suluh penerang, juga diartikan sebagai simbol kehidupan lebah yang senantiasa rukun dan tidak saling mengganggu.&lt;br /&gt;• Daun pacar atau pacci sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian. Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput. Daunpacar atau pacci yang telah dihaluskan ini disimpan dalam wadah bekkeng sebagai permaknaan dari kesatuan jiwa atau kerukunan dalam kehidupan keluarga dan kehidupan masayarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang diminta untuk meletakkan pacci pada calon mempelai biasanya adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan sosial yang baik dan punya kehidupan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Semua ini mengandung makna agar calon mempelai kelak di kemudian hari dapat hidup bahagia seperti mereka yang meletakkan pacci di atas tangannya.&lt;br /&gt;Jumlah orang yang meletakkan pacci ke tangan calon mempelai adalah biasanya disesuaikan dengan stratifikasi sosial calon mempelai itu sendiri. Untuk golongan bangsawan tertinggi jumlahnya 2 x 9 orang atau dalam istilah Bugis “duakkaséra”. Untuk golongan bangsawan menengah sebanyak 2 x 7 orang atau “duappitu”. Sedangkan untuk golongan di bawahnya bisa 1 x 9 atau 1 x 7 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara memberi pacci kepada calon mempelai adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil sedikit daun pacci yang telah dihaluskan (telah dibentuk bulat supaya praktis), lalu diletakkan daun dan diusap ke tangan calon mempelai. Pertama ke telapak tangan kanan, kemudian telapak tangan kiri, lalu disertai dengan doa semoga calon mempelai kelak dapat hidup dengan bahagia. Kemudian kepada orang yang telah memberikan pacci diserahkan rokok sebagai penghormatan. Dahulu disuguhi sirih yang telah dilipat-lipat lengkap dengan segala isinya. Tetapi karena sekarang ini sudah jarang orang yang memakan sirih maka diganti dengan rokok.&lt;br /&gt;Sekali-kali indo’ botting menghamburkan wenno kepada calon memepelai atau mereka yang meletakkan daunpacar tadi dapat pula menghamburkan wenno yang disertai dengan doa. Biasanya upacara mappacci didahului dengan pembacaan Barzanji sebagai pernyataan syukur kepada Allah SWT dan sanjungan kepada Nabiyullah Muhammad SAW atas nikmat Islam.&lt;br /&gt;Setelah semua selesai meletakkan pacci ke telapak tangan calon mempelai maka tamu-tamu disuguhi dengan kue-kue tradisional yang diletakkan dalam bosara. Biasanya acara mappacci ini didahului dengan ritual sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ripasau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam kesibukan mempersiapkan pesta pernikahan maka diadakan pula persiapan-persiapan yang tak kalah pentingnya yaitu perawatan pengantin (ripasau/mappasau). Biasanya perawatan ini dilakukan sebelum hari pernikahan (3 hari berturut-turut atau karena keterbatasan waktu hanya dilakukan 1 kali saja pada saat sebelum kegiatan mappacci).&lt;br /&gt;Ripasau atau mappsau ini dilakukan pada satu ruangan tertentu yang terlebih dahulu dipersiapkan dengan memasak berbagai macam ramuan yang terdiri dari daun sukun, daun coppéng, daun pandan, rampa para’pulo dan akar-akaran yang harum dalam belanga yang besar.&lt;br /&gt;Mulut belanga ditutup dengan batang pisang yang diberi terowongan bambu sepanjang tangga rumah yang disumbat dengan tutup periuk. Uap yang keluar kemudian akan menghangatkan tubuh sampai membuka pori-pori kulit sehingga mengeluarkan keringat dari seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi bersih dan segar.&lt;br /&gt;Namun sebelum kegiatan ini, terlebih dahulu pengantin dipakaikan bedak basah atau lulur yang terdir atas beras yang telah direndam dan telah ditumbuk halus bersama kunyit dan akar-akaran yang harum ditambah dengan rempah-rempah. Ramuan ini kemudian dilulurkan ke seluruh permukaan badan. Dahulu kala ritual ini dilaksanakan selama 40 hari, dewasa ini hanya 3 hari atau 7 hari atau malah hanya 1 kali sebelum acara tudampenni atau mappacci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemmé passili’, Mappassili’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut juga cemmé tula’ bala yaitu permohonan kepada Allah SWT agar kiranya dijauhkan dari segala macam bahaya atau bala, yang dapat menimpa khususnya bagi calon mempelai. Prosesi ini dilaksanakan di depan pintu rumah dengan maksud agar kiranya bala atau bencana dari luar tidak masuk ke dalam rumah dan bala yang berasal dari dalam rumah bisa keluar.&lt;br /&gt;Tata caranya:&lt;br /&gt;Upacara ini biasanya dilaksanakan pasa jam 10.00 (sedang naiknya matahri) dan dilakukan di depan pintu rumah. Calom mempelai perempuan atau laki-laki memakai baju biasa dan sarung yang tidak terlalu lusuh (tua), karena baju ini nantinya akan diserahkan kepada indo’ botting yang melaksanakan cemmé passili’ ini.&lt;br /&gt;Calon mempelai duduk di atas kelapa yang masih utuh yang diletakkan di atas sebuah loyang besar, disamping itu diletakkan sebuah ja’jakang yaitu sebuah bakul yang berisi:&lt;br /&gt;• Satu gantang beras&lt;br /&gt;• Pesse pelleng (lilin) 2 buah&lt;br /&gt;• Kelapa yang masih utuh&lt;br /&gt;• Gula merah&lt;br /&gt;• Pala (sepasang)&lt;br /&gt;• Kayu manis&lt;br /&gt;• Sirih segar&lt;br /&gt;• Pinang beberapa buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upacara mappassili’ dilakukan kedua lilin atau pesse pelleng harus dinyalakan. Kemudian disiapkan berbagai macam bahan yang akan digunakan sebagai ramuan dan dicampurkan ke dalam air dalam gentong yang terbuat dari tanah liat. Dari beberapa sumber disebutkan bahwa sumber air yang akan digunakan biasanya berasal dari beberapa sumur bersejarah dan masih dianggap punya kelebihan (keramat) dibanding sumber air biasa. Sumur yang dianggap suci di masyarakat Bone ini ada beberapa diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bubung Manurungé disebut juga bubung Cemma yang terletak di jalan Manurungé (tidak ada lagi)*&lt;br /&gt;Bubung Lassonrong  disebut juga bubung Suwabeng terletak di sekitar jalan Lassonrong sekarang jalan Irian.&lt;br /&gt;* Bubung Laccokkong yang terletak di sekitar jalan Serigala di lingkungan Laccokkong Kel. Watampone.&lt;br /&gt;*Bubung Lagaroang yang terletak di Kelurahan Bukaka.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bahan-bahan yang akan digunakan adalah:&lt;br /&gt;• Daun sirih simbol harga diri&lt;br /&gt;• Daun serikaja simbol kekayaan&lt;br /&gt;• Daun waru simbol kesuburan&lt;br /&gt;• Daun tebu simbol kenikmatan&lt;br /&gt;• Daun ta’baliang simbol penangkis bala&lt;br /&gt;• Bunga cabbéru simbol keceriaan&lt;br /&gt;• Daun cangadori simbol penonjolan&lt;br /&gt;• Maja alosi atau mayang pinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan bahan tersebut dimasukkan ke dalam gentong atau loyang terbuat dari tanah liat sebagai simbol lekat atau saling melengket yang telah dialasi dengan semacam tikar yang disebut okkong/appereng sebagai simbol jalinan kebersamaan. Setelah semuanya siap maka dilakukanlah penyiraman pertama yang dilakukan oleh indo’ botting dengan membaca Basmalah kemudian dilanjutkan dengan membaca beberapa doa kiranya Allah SWT senantiasa memberikan berkah –Nya kepada calon mempelai. Berikut ini lafal doa klasik yang biasa diucapkan oleh indo’ botting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi Rahmani Rahim Bismillahi Rahmani Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulaweng ri Nabi Hélléré.&lt;br /&gt;Upaénré ri rpammu.&lt;br /&gt;Namaccayya ri rupammu.&lt;br /&gt;Ri aolomu Nacculé Nabié ri olomu.&lt;br /&gt;Ia maneng padammu ripancaji.&lt;br /&gt;Ri Puang Allah Taala makkita.&lt;br /&gt;Mappuji maneng&lt;br /&gt;Barakka’na Nabi Muhammad&lt;br /&gt;Cayyana Nabi Yusufu cayyamu&lt;br /&gt;Musiannennungeng bidadari ri&lt;br /&gt;Laleng suruga.....dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman dimulai dengan:&lt;br /&gt;Kepala 3x kemudian selangkah/bahu kanan 3x.&lt;br /&gt;Bahu kiri 3x, punggung dan seluruh badan sebanyak 3x.&lt;br /&gt;Sesudah Indo’ botting mempersilahkan kepada pinisepuh/ kleuarga lainnya untuk melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;Setelah selesai maka air itu pun dipercikkan ke arah luar pintu rumah dengan maksud agar semua yang tidak baik keluar pula melalui pintu.&lt;br /&gt;Sesudah cemme passili’ atau mappassili’ selesai maka calon mempelai baik itu laki-laki maupun perempuan disilakan mandi seperti biasa.&lt;br /&gt;Calon mempelai perempuan kemudian memakai:&lt;br /&gt;• Waju tokko warna merah jambu&lt;br /&gt;• Lipa’ sabbé warna hijau dan perhiasan sekedarnya.&lt;br /&gt;Calon mempelai pria bisa memakai:&lt;br /&gt;• Waju belladada (warna tidak ditentukan)&lt;br /&gt;• Lipa’ sabbé yang serasi&lt;br /&gt;• Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah acara mappassili’ atau cemme passili’ selesai maka calon mempelai perempuan maupun calon mempelai laki-laki didudukkan di lamming untuk mengikuti upacara lainnya.&lt;br /&gt;Macceko&lt;br /&gt;Macceko berarti mencukur rambur-rambut halus yang ada pada dahi dan di belakang telinga, agar supaya “dadasa” yaitu riasan hitam pada dahi yang akan dipakai pada calon mempelai perempuan pada waktu dirias dapat melekat dengan baik.&lt;br /&gt;Bagi puteri bangsawan acara macceko ini merupakan acara tersendiri, mereka menggunakan kostum yang sederhana yang terdiri dari :&lt;br /&gt;*Waju tokko ukuran panjang dengan warna bakko (merah jambu)&lt;br /&gt;*Lipa’ sabbé warna hijau&lt;br /&gt;*Perhiasan sederhana seperti simatayya, bangkara, gelang lola, kalung kote, bunga simboléng, dan pinang goyang.&lt;br /&gt;Calon mempelai didudukkan di atas tikar pandan yang bulat dilengkapi dengan alat kebesaran keluarganya yang biasanya terdiri dari:&lt;br /&gt;*Lellu’ yang dipegang oleh 4, 6, 8 orang tergantung dari stratifikasi sosial mempelai itu sendiri. Disamping itu pula duduk indo’ pasusu sekuarang-kurangnya 2 orang.&lt;br /&gt;Acara ini dimeriahkan pula dengan iringan gendrang bali sumange.&lt;br /&gt;Acara macceko ini hanya diperuntukkan bagi calon mempelai perempuan. Dahulu kala model dadasa ini berbeda antara perempuan yang bangsawan dan perempuan dari kalangan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Akad Nikah /akkalabinengeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara akad nikah juga memiliki beberapa rangkaian acara yang secara beruntun. Kegiatan yang dimaksud adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mappénré Botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan kegiatan mengantar pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan untuk melaksanakan akad nikah. Di depan pengantin laki-laki ada beberapa laki-laki tua berpakaian adat dan membawa keris. Kemudian diikuti oleh sepasang remaja yang masing-masing berpakaian pengantin. Lalu diikuti sekelompok bissu yang berpakaian adat pula berjalan sambil menari mengikuti irama gendang. Lalu di belakangnya terdiri dari dua orang laki-laki berpakaian tapong yang membawa gendang dan gong. Kemudian pengantin laki-laki pada barisan beikutnya dengan diapit oleh dua orang passeppi dan satu bali botting. Pakaian passeppi tidak sama warnanya dengan pakaian pengantin. Untuk lebih jelasnya urutan rombongan dapat diurut sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembawa mas kawin atau sompa&lt;br /&gt;2. Pembawa cerek dan alat kebesaran keluarga&lt;br /&gt;3. Paddénréng botting&lt;br /&gt;4. Mempelai laki-laki&lt;br /&gt;5. Balibotting laki-laki&lt;br /&gt;6. Passeppi laki-laki dua orang&lt;br /&gt;7. Pattiwi lellu’&lt;br /&gt;8. Pattiwi teddung&lt;br /&gt;9. Indo’ pasusu&lt;br /&gt;10. Saksi-saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pakaian yang dikenakan oleh rombongan pengiring mempelai laki-laki yaitu:&lt;br /&gt;Untuk kelompok pembawa sompa&lt;br /&gt;* Jas biasa&lt;br /&gt;* Lipa’ sabbe*&lt;br /&gt;* Songkok hitam&lt;br /&gt;* Peralatan: kompu-kompu yang terbuat dari tembaga atau perak yang diisi dengan beras 4 liter (1 gantang), pala, kayu manis kemiri, gula merah, dan mas kawin yang telah disepakati dan dibingkus dengan kain putih kemudian diletakkan dalam sarung yang disebut tope warna putih atau kuning untuk golongan bangsawan. Tope ini digantungkan pada leher pembawa sompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok pembawa cerek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu biasanya tanpa baju, tetapi sekarang dapat diganti dengan baju kaos berlengan.&lt;br /&gt;* Tapong&lt;br /&gt;* Songkok putih&lt;br /&gt;* Alat: cere’ amiccung (wadah meludah dari perak), ataotang (tempat sirih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompok paddénréng botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jas tutup warna hitam&lt;br /&gt;* Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;* Songko’ pamiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempelai laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 macam tergantung pada stratifikasi sosial mempelai laki-laki dengan tidak mengabaikan stratifikasi sosial mempelai perempuan. Kostum biasa yaitu:&lt;br /&gt;* Mallipa’ sabbé&lt;br /&gt;* Jas biasa&lt;br /&gt;* Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;* Songko’ pamiring&lt;br /&gt;* Keris dengan passapu&lt;br /&gt;* Mattapong&lt;br /&gt;* Waju belladada&lt;br /&gt;* Tapong pakai rantai lipoa&lt;br /&gt;* Songko’ ni ure’&lt;br /&gt;* Keris dengan passapu pakai meili&lt;br /&gt;* Dapat memakai salempang&lt;br /&gt;* Passigara&lt;br /&gt;* Waju belladada dari bahan broket&lt;br /&gt;* Lipa’ antalassa pakai rantai lipa’&lt;br /&gt;* Passio Salempang&lt;br /&gt;* Sigara lengkap dengan bunga sarampa, pinang goyang, bunga sibali&lt;br /&gt;* Keris dengan passapu&lt;br /&gt;* Gelang naga&lt;br /&gt;* Balibotting&lt;br /&gt;Karena merupakan pasangan dari mempelai laki-laki maka seluruh pakaiannya bersama perhiasannya harus sama dengan pakaian yang dikenakan oleh mempelai laki-laki, terutama jika pengantin laki-laki memakai sigara. Biasanya yang menjadi balibotting haruslah saudara sendiri atau keluarga yang mempunyai stratifikasi sosial yang sama.&lt;br /&gt;* Passeppi&lt;br /&gt;Kostum passeppi tidak jauh beda dengan kostum pengantin, hanya nilainya tidak sama. Misalnya, apabila perhiasan pengantin laki-laki terbuat dari emas, maka passeppi terbuat dari perak, dst.&lt;br /&gt;* Pattiwi lellu’&lt;br /&gt;Jumlahnya 4 orang, 6 orang, 8 orang tergantung pada tingkatan sosial pengantin.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Ana’ mattola memakai 8 orang. Sedangkan bagi orang biasa atau terendah sama sekali tidak memakai lellu’.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kostum mereka terdiri dari:&lt;br /&gt;Untuk laki-laki:&lt;br /&gt;-Kemeja putih&lt;br /&gt;-Tapong tanpa rantai&lt;br /&gt;-Songkok putih&lt;br /&gt;-Passapu merah atau keris&lt;br /&gt;Untuk perempuan:&lt;br /&gt;-Waju tokko tanpa rantai waju&lt;br /&gt;-Lipa’ sabbé&lt;br /&gt;-Hiasan sederhana terdiri dari gelang kecil, bangkara, geno&lt;br /&gt;-Sibatu dan ikat pingggang.&lt;br /&gt;-Pattiwi teddung (pembawa payung)&lt;br /&gt;Sama dengan pembawa tombak, kecuali passapu diganti dengan songko’ To Bone, biasa tanpa pinggiran emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indo’ pasusu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini lazim terdiri dari 2 orang saja. Kostum mereka terdiri dari waju tokko warna putih memakai sarung Mandar dan hanya memakai giwang dan bros saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksi-saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari keluarga dekat pengantin laki-laki atau mereka yang dituakan oleh masyarakat. Kostumnya hanya jas biasa, lipa’ sabbé, dan songko’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Madduppa botting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diartikan menjemput kedatangan pengantin laki-laki. Sebelum penganting laki-laki berangkat ke rumah perempuan, terlebih dahulu rombongan tersebut menunggu penjemput dari pihak perempuan (biasanya dibicarakan lebih dahulu sebagai suatu perjanjian). Bila tempat mempelai perempuan jauh dari lokasi rumah laki-laki maka yang disepakati adalah jam tiba di rumah perempuan. Rombongan penjemput tersebut menyampaikan kepada pihak laki-laki bahwa pihak perempuan telah siap menerima kedatangan pihak laki-laki.&lt;br /&gt;Untuk menyambut kedatangan rombongan mempelai laki-laki maka di depan rumah mempelai perempuan telah menunggu beberapa penjemput yaitu:&lt;br /&gt;2 orang padduppa: 1 orang puteri dan 1 orang remaja dengan pakaian lengkap&lt;br /&gt;2 orang pakkusu-usui: perempuan yang sudah menikah&lt;br /&gt;2 orang pallipa’ sabbé: sepasang orang tua setengah baya sebagai wakil orang tua&lt;br /&gt;1 orang prempuan pangampo wenno&lt;br /&gt;1 atau 2 orang padduppa botting yang biasanya dilakukan oleh saudara dari orang tua mempelai perempuan, mereka ditugaskan menjemput dan menuntun pengantin turun dari kendaraan menuju ke dalam rumah untuk melaksanakan akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Akad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bersiap melakukan akad nikah adalah bapak atau wali calon mempelai perempuan atau imam kampung atau salah seorang yang ditunjuk oleh Departemen Agama. Dua orang saksi dari kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Pengantin laki-laki duduk bersila siap melaksanakan akad nikah. Acara akad nikah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dilanjutkan dengan pemeriksaan berkas pernikahan, penandatanganan berkas dan juga sompa. Pihak yang bertandatangan adalah pengantin laki-laki, pengantin perempuan, wali dan 2 orang saksi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan perwalian dari orang tua atau wali pengantin perempuan kepada imam kampung/penghulu yang akan menikahkan. Orang tua atau wali perempuan mengucapkan, “dengan mengucapkan Bismillahi Rahmani Rahim saya orang tua/wali pengantin perempuan menyerahkan perwalian kepada imam kampung/penghulu untukmenikahkan anak saya dengan lak-laki (disebutkan nama pengantin laki-laki).&lt;br /&gt;Ijab kabul dilakukan dengan didahului oleh khutbah nikah oleh imam kampung atau orang yang ditunjuk oleh undang-undang. Ijab kabul dilakukan dengan pengantin laki-laki berhadapan dengan imam lalu saling berpegangan ibu jari kanan sebelumnya. Pengantin laki-laki dibimbing oleh imam untuk menjawab pertanyaan imam, setelah merasa lancar maka ijab kabulpun dilaksanakan. Beberapa bacaan yang diucapkan oleh imam harus diikuti oleh pengantin laki-laki seperti:istigfar, syahadatain, shalawat, lalu ijab kabul. Ucapan ijab kabul diucapkan oleh imam dengan mengatakan “saudara A bin B saya menikahkan engkau atas perwalian orang tua/wali kepada saya dengan..............dengan mahar 88 real karena Allah” dan dijawab oleh pengantin laki-laki “saya terima nikahnya.....................dengan mahar 88 real karena Allah”&lt;br /&gt;Proses ijab kabul ini biasanya diulang 2-3 kali untuk memperjelas ketepatan jawaban laki-laki. Setelah itu pengantin laki-laki membaca sighat taklik talak.&lt;br /&gt;Selama proses ini mempelai perempuan tetap berada di dalam kamar pengantin yang telah dihiasi lamming dan didampingi oleh:&lt;br /&gt;2 orang passeppi&lt;br /&gt;1 orang balibotting&lt;br /&gt;3 orang pattiwi cere’&lt;br /&gt;2 orang indo’ pasusu&lt;br /&gt;Mereka ini merupakan pendamping yang dahulu kala harus disesuaikan dengan tingkat derajat pengantin, dan disesuaikan dengan jumlah dari pendamping pengantin laki-laki yang dibawa.&lt;br /&gt;Apabila pengantin perempuan merupakan puteri bangsawan, maka selain ia dinaungi lellu’ ia juga dipangku oleh seorang perempuan atau indo’ pasusu sendiri selama akad nikah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mappasiluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah akad nikah selesai maka dilanjutkan dengan acara mappasiluka atau mappasikarawa. Acara ini merupakan kegiatan mempertemukan mempelai laki-laki dengan pasangannya. Pengantin laki-laki diantar oleh seseorang yang dituakan oleh keluarganya menuju kamar pengantin. Kegiatan ini biasa disebut juga dengan mappalettu nikka.&lt;br /&gt;Sering terjadi pintu kamar pemgantin perempuan, sehingga untuk masuk dilakukan dulu dialog yang disertai dengan pemberian kenang-kenangan berupa uang dari oarng yang mengantar pengantin laki-laki sebagai pembuka pintu. Setiba di kamar, oleh orang yang mengantar menuntun pengantin laki-laki untuk menyentuh bagian tertentu tubuh pengantin perempuan. Ada beberapa variasi bagian tubuh yang disentuh, antara lain:&lt;br /&gt;Ubun-ubun, bahkan menciumnya agar laki-laki tidak diperintah oleh istrinya.-&lt;br /&gt;Bagian atas dada, agar kehidupan keluarga dapat mendatangkan rezeki yang banyak seperti gunung.-&lt;br /&gt;- Jabat tangan atau ibu jari, diharapkan nantinya kedua pasangan ini saling mengerti dan saling memaafkan.&lt;br /&gt;- Ada yang memegang telinganya dengan maksud agar istrinya dapat senantiasa mendengar ajakan suaminya.&lt;br /&gt;- Adapula yang langsung mencium aroma harum istrinya seperti tradisi yang dilakukan di Arab Saudi.&lt;br /&gt;Setelah uapacara ini pengantin laki-laki duduk di sisi istrinya untuk mengikuti kegiatan malloangeng. Orang tua atau orang yang telah ahli dalam hal ini ditunjuk melilitkan kain/sarung sehingga kedua pengantin berada dalam satu sarung, kemudian kedua pinggirnya dikaitkan dan dijahit tiga kali dengan benang emas atau benang biasa yang tidak ada pinggirnya. Kegiatan ini memiliki makna agar nantinya pasangan ini senantiasa bersatu padu dalam menempuh kehidupan rumah tangganya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Maréllau Dampeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah prosesi mappasiluka maka dilanjutkan dengan acara memohon maaf kepada kedua orang tua pengantin perempuan dan seluruh keluarga dekat yang sempat hadir pada akad nikah tersebut. Selesai memohon maaf lalu kedua pengantin diantar menuju pelaiminan untuk bersanding guna menerima ucapan selamat dan doa restu dari segenap tamu dan keluarga yang hadir, biasanya acara ini dilanjutkan dengan resepsi di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Upacara Sesudah Akad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mapparola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini merupakan juga prosesi penting dalam rangkaian perkawinan adat Bone, yaitu kunjungan balasan dari pihak perempuan kepada pihak lak-laki. Jadi merupakan sebuah kekurangan, apabila seorang mempelai perempuan tidak diantar ke rumah orang tua mempelai laki-laki. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sehari atau beberapa hari setelah upacara akad nikah dilaksanakan. Kegiatan biasanya tidak dilakukan jika pernikahan tidak mendapat restu dari orang tua pihak laki-laki.&lt;br /&gt;Pada hari yang disepakati untuk proses mapparola/marola (mammatoa) kedua belah pihak kemudian mengundang kembali keluarga dan kaum kerabat untuk hadir dan meramaikan upacara mapparola.&lt;br /&gt;Keluarga pihak perempuan mengundang beberapa keluarga untuk turut mengantar kedua mempelai ke rumah orang tua pihak laki-laki. Sedangkan pihak laki-laki mengundang beberapa keluarga dan kerabat untuk menyambut kedatangan pihak perempuan. Kedua mempelai kembali dirias seperti pada waktu akad nikah, lengkap pula dengan semua pengringnya, seperti balibotting, passeppi, pembawa cerek, pembawa tombak, pembawa payung, pembawalellu’, indo’ pasusu.&lt;br /&gt;Apabila kedua mempelai beserta rombongan tiba di hadapan rumah orang tua laki-laki maka disambut dengan wanita berpakaian waju tokko hitam dengan menghamburkan wenno, sebagai pakkuru sumange’ (ucapan selamat datang).&lt;br /&gt;Dalam acara mapparola ini biasanya dilakukan juga makkasiwiang yaitu mempelai perempuan membawakan sarung untuk mertua/orang tua laki-laki beserta saudar-saudaranya. Hal ini dilakukan di kamar pengantin laki-laki. Pengantin perempuan diantar oleh indo’ botting untuk memberikan sarung sutera kepada orang tua dan saudara pengantin laki-laki. Di daerah Bugis biasanya pemberian ini akan dikembalikan lagi dengan ditambahkan pemberian dari mempelai laki-laki sesuai dengan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Marola wekka dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada marola wekka dua ini, mempelai perempuan biasanya hanya bermalam satu malam saja dan sebelum matahari terbit kedua mempelai kembali ke rumah mempelai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ziarah kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak pihak mengatakan bahwa ziarah kubur bukanlah merupakan rangaian dalam upacara perkawinan adat Bone namun sampai saat ini kegiatan tersebut masih sangat sering dilakukan karena merupakan tradisi atau adat kebiasaan bagi masyarakat Bone, yaitu lima harai atau seminggu setelah kedua belah pihak melaksanakan upacara perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cemmé-cemmé atau mandi-mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Bone bahwa setelah upacara perkawinan yang banyak menguras tenaga dan pemikiran maka rombongan dari kedua belah pihak pergi mandi-mandi di suatu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                                                           BAB III&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                           NILAI LUHUR PERKAWINAN ADAT BONE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali nilai-nilai spiritual yang daoat kita petik di dalam prosesi perkawinan ini, baik itu yang tersirat dari setiap tahap yang dilakukan maupun dari setiap perlengkapan yang digunakan dalam prosesi pernikahan adat Bugis. Namun sebelum kita membahas nilai-nilai spiritual tersebut ada baiknya kita membahas lebih dahulu makna dan fungsi dari perkawinan baik dari segi agama Islam sebagai agama yang dianut oleh masyarakat Bugis maupun dari sudut sosial kebudayaan Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Nilai Spritual Perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah melimpahkan karunia-Nya yang teramat agung kepada hamba-Nya melalui perkawinan. AllahSWT menjadikan perkawinan untuk menunjukkan kepada kita semua sebagian daripada tanda-tanda kekuasaan-Nya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya perkawinan dalam pandangan agama Islam adalah suatu ibadah dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan perkawinan seorang manusia akan medapatkan balasan baik dan pahala. Tentu saja dengan melakukan perkawinan dengan niat ikhlas dan tujuan yang benar. Perkawinan yang mereka lakukan semata-mata untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang haram, bukan karena nafsu hewani.&lt;br /&gt;Allah SWT melimpahkan kepada manusia melakui perkawinan dengan menjadikan hubungan seks seperti yang dilakukan oleh binatang sebagai suatu ibadah yang dipergunakan seorang mukmin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini bermakna bahwa Allah memerintahkan perkawinan sebagai alasan pembenaran bagi hubungan seks. Islam telah mengangkat posisi kenikmatan fisik kepada tingkatan yang lebih mulia dan suci.&lt;br /&gt;Perkawinan juga merupakan proses pengemblengan dan penyucian jiwa. Pengemblengan ini dilakukan dengan cara menunaikan semua hak istri, sabar tehadap sikaonya, memaafkan kesalahannya, berusaha memperbaikinya, memberikan petunjuk ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melalui perkawinan Allah melimpahkan beberapa anugerah dan karunia-Nya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Anugerah pertama&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri adalah perempuan yang berjiwa mulia. Allah SWT menciptakan jiwa perempuan dari unsur yang juga dipergunakan untuk menciptakan laki-laki. Oleh karena itulah laki-laki dan perempuan sama dan sejajar dalam tingkat kemuliaan dan penciptanya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu diantara hikmah penciptaan makhluk manusia dari jenis yang sama tiada lain agar mereka dapat bersatu dengan sempurna serta dapat saling mengenal seperti ungkapan yang berbunyi “sekelompok jenis makhluk itu akan senang (cinta) kepada jenis makhluk yang sama dengan dirinya”.&lt;br /&gt;2. Anugerah kedua&lt;br /&gt;Anugerah yangt kedua adalah bahwa Allah SWT memberikan kepada kita semua pemahaman bahwa istri itu bagaikan tempat tinggal dan ketenangan jiwa yang dapat dirasakan oleh laki-laki. Namun hal itu baru dapat dirasakan oleh setiap laki-laki jika hidup dengan istri yang mulia. Laki-laki akan merasa tentram dan tenang serta suka cita.&lt;br /&gt;Semua itu dapat ditemukan dalam naungan kehidupan rumah tangga yang bahagia.perempuan adalah tempat menaruh kepercayaan bagi laki-laki, demikian juga sebaliknya laki-laki adalah tempat menyandarkan kepercayaan bagi perempuan. Hal itu termaktub dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 187 yang artinya: “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan engkaupun adalah pakaian bagi mereka”. Dan diantara mereka Allah juga menanamkan rasa simpati (cinta) diantara mereka. Seandainya bukan karena nikmat ini maka tidak akan ada rasa senang seorang laki-laki kepada perempuan dan tidak dan tidak akan langgeng persahabatan diantara manusia.&lt;br /&gt;Demikianlah tujuan Allah menciptakan perempuan dan laki-laki, yakni menjadikan adanya sara suka diantara keduanya seperti juga lainnya, Allah menciptakan nafsu dan syhwat diamtara mereka dengan tujuan terciptanya perkawinan diantara mereka. Sehingga sempurnalah bangunan kehidupan masyarakat manusia. Roda kehidupan akan terus berputa dengan saling memberi dan tolong menolong sebagai manifestasi dari rasa simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Makna yang Terkandung dalam Perkawinan Adat Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali terkandung simbol-sinmbol atau sennu-sennuang yang terkandung di dalam proses perkawinan adat Bone ini. Baik itu yang tersirat dalam prosesnya maupun yang terkandung dalam peralatan/perlengkapan yang digunakan. Hal ini menggambarkan kepada kita betapa nenek moyang kita telah mewariskan nilai-nilai luhur yang senantiasa harus kita lestarikan.&lt;br /&gt;Adapun mengenai nilai-nilai tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Madduta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi meminang mengandung harapan serta nilai-nilai yang sangat mendalam., yang mana proses peminangan ini menunjukkan bagaimana kita seharusnya memposisikan perkawinan sebagai upaya penghargaan kepada perempuan.&lt;br /&gt;Oleh karena perkawinan adalah sebuah anugerah kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia, maka perkawinan haruslah dilakukan dengan segala norma-norma yang berlaku. Karena perintah perkawinan adalah perintah yang penting, maka konsekwensinya adalah berimbas kepada hal-hal yang berkaitan dengannya. Misalnya masalah nasab (gineologi), nafkah, harta warisan dan masalah-masalah lain yang berhubungan dengan manisnya mengarungi kehidupan berumah tangga, kontak pandangan ke sesama pasangan, maupun ketika menjalani hubungan intim. Oleh karena itu sebelum dilaksanakan akad nikah maka terlebih dahulu melakukan pertunangan. Dengan tujuan agar kedua pasangan dapat saling mengenal terlebih dahulu sebelum terjadi ikatan sakral. Di sinilah letak keistimewaan madduta (meminang) yang di dalamnya ada proses untuk saling mengenal (mammanu’manu’, mappésé’pese’, kemudian mappasierekeng).&lt;br /&gt;Dalam syariat Islam diatur tata cara perkawinan yang baik. Dimana diatur agar pihak laki-laki meminang perempuan dengan baik-baik melalui keluarganya. Islam tidak mengizinkan seorang gadis menikah sendiri tanpa adanya wali atau tanpa sepengetahuan keluarganya.&lt;br /&gt;Ada tiga syarat untuk meminang seorang perempuan:&lt;br /&gt;a. hendaklah perempuan tersebut tidak dalam perlindungan seseorang, yakni dalam ikatan perkawinan, (bukan istri orang lain)&lt;br /&gt;b. kedua, hendaklah perempuan itu tidak dalam masa iddah akibat ditinggal mati suami atau setelah bercerai.&lt;br /&gt;c. Hendaklah perempuan tersebut bukan dalam proses pinangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mas Kawin atau Mahar atau Sompa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas kawin di dalam Islam dianggap sebagai ungkapan kasih sayang. Mas kawin juga merupakan isyarat atau tanda kemuliaan seorang perempuan. Allah menysariatkan mas kawin seperti sebuah hadiah dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang dilamarnya ketika telah mencapai kesepakatan diantara keduanya (untuk menikah). Mas kawin juga merupakan bentuk pengakuan terhadap kemanusiaan dan kemuliaan perempuan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 4 yang artinya:&lt;br /&gt;“Berikanlah mas kawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan”&lt;br /&gt;Mas kawin merupakan pemberian yang dapat melanggengkan rasa cinta, mengokohkan bangunan keharmonisan rumah tangga dan juga dapat menyokong tuntutan nafkah kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu perkawinan harus dilangsungkan dengan adanya mas kawin (mahar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ripasau (mandi sauna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan prosesi yang dilakukan dalam rangka membersihkan tubuh calon mempelai dari sesuatu yang kotor, baik itu yang berada di dalam tubuh maupun yang ada dipermukaan tubuh calon mempelai. Hikmah yang ingin diraih di sisni adalah sebelum dilaksanakannya proses perkawinan, diharapkan calon mempelai dapat sehat dan bugar sehingga nantinya mempelai dapat mengikuti seluruh prosesi dengan baik. Selain bersih lahiriah diharapkan juga calon mempelai mendapatkan kebersihan hati. Sesungguhnya Allah SWT Maha suci dan sangat mencintai hal-hal yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cemme passili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemme passili merupakan permohonan kepada Allah SWT kiranya senantiasa memberikan perlindungan dari hal-hal jelek baik itu yang berasal dari dalam rumah maupun dari luar rumah. Jadi bila mappasau dilakukan untuk membersihkan dari sesuatu yang kotor yang berasal dari dalam tubuh (faktor internal) maka cemme passili adalah upaya melindungi diri dari hal-hal jelek yang berasal dari luar tubuh (eksternal). Upaya ini mengandung hikmah bahwa diharapkan calon penganting senantiasa menjaga diri.&lt;br /&gt;Mengenai bahan yang digunakan telah disinggung pada bagian sebelumnya namun untuk penjelasan mengenai makna dari penggunaan bahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Daun sirih atau daung siri merupakan simbolharga diri. Penggunaan bahan ini selain fungsinya sebagai anti septik tetapi juga mengandung arti siri’ yaitu harga diri atau rasa bangga/malu. Dengan harapan di masa yang akan datang mempelai dapat mempertahankan harga dirinya dalam melakoni kehidupan. Sebagaimana kita tahu bahwa pada masyarakat Bugis siri’ merupakan nilai yang paling diagungkan, seperti pada ungkapan Bugis yang menyatakan: sirieami riasE tau “siri’ émmi riaseng tau” yang artinya hanya karena kita mempunyai rasa malu maka disebut manusia. Ungkapan ni menunjukkan bahwa salah satu nilai kemanusiaan seseorang adalah rasa malu. Dalam tuntunan agama Islam juga memerintahkan keharusan mempertahankan rasa malu sebagai perisai hidup.&lt;br /&gt;b. Daun sarikaya simbol kekayaan&lt;br /&gt;Daun sarikaja dalam ilmu pengobatan tradisional juga berfungsi sebagia anti septik. Dari penyebutannya sari kaya “kaya” hikmahnya adalah pengharapan manusia untuk dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT. Kekayaan di sini tidak dilihat dari sudut kuantitas namun lebih kepada kualitas. Sehingga keberjahan dan kecukupan senantiasa mengiringi kehidupan mempelai dalam menempuh hidup dalam bahtera rumah tangganya.&lt;br /&gt;c. Daun waru simbol kesuburan&lt;br /&gt;Daun waru ini meruapkan lambang kesuburan. Hal ini menyiratkan harapan semoga nantinya kedua mempelai dianugerahi keturunan yang banyak dan berkualitas sehingga mampu menreuskan kehidupan ini. Daun waru merupakan juga simbol kekuatan dan ketahanan menghadapi hidup, pohon waru dimanapun hidupakan tetap rimbun daunnya.&lt;br /&gt;d. Daun tebu simbol kenikmatan&lt;br /&gt;Tebu merupakan tanaman penghasil gula. Oleh karena gula memberikan rasa manis, maka diharapkan kedua mempelai senantiasa dapat mereguk manisnya kehidupan, dan terhindar dari kendala-kendala yang dapat merusak keidupan rumah tangganya kelak.&lt;br /&gt;e. Daung ta’baliang simbol penangkis bala&lt;br /&gt;Daung ta’baliang ini mewakili simbol penangkis bala oleh karena permukaan dari daun ini mempunyai warna yang berbeda dengan warna bagian bawahnya. Pemaknaan yang ingin diambil dari penggunaan bunga ta’baliangadalah agar kiranya kehidupan calon mempelai senantiasa terhindar dari bala bencana, sehingga dapat menunaikan tanggung jawab sebagai suami istri dengan tentram dan senantiasa diridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;f. Bunga Cabberu simbol keceriaan&lt;br /&gt;Cabberu berarti senyum dan keceriaan. Penggunaan bunga ini memberikan makna bahwa dalam menempuh kehidupan rumah tangga yang sangat berat tantangannya, kedua pasangan suami istri diharapkan mampu tetap berbaik sangka, ceria dan tersenyum menghadapinya.&lt;br /&gt;g. Daun cangngaduri simbol penonjolan&lt;br /&gt;Cangngaduri merupakan simbol penonjolan oleh karena walaupun bunganya kecil namun akan tetap menonjol baik dari segi warna maupun bentuknya. Hikmahnya adalah bahwa kehidupan suami istri haruslah dilandasi oleh rasa percaya diri, optimis dalam menempuh kehidupan rumah tangganya. Rasa optimis dan percaya diri inilah yang kemudian akan melahirkan generasi-generasi yang tangguh, cerdas dalam melanjutkan eksistensi manusia di muka bumi. Selain itu diharapkan pasangan ini nantinya menjadi tonggak utama kebanggaan keluarga, masyarakat, bangsa dan tanah air.&lt;br /&gt;h. Maja alosi simbol serba guna&lt;br /&gt;Maja alosi atau mayang pinang adalah simbol serba guna. Seluruh bagian dari pohon pinang ini dapat digunakan mulai dari akar sampai buahnya. Pemaknaan ini berarti pasangan ini diharapkan mampu memberiakn dan menciptakan karya, termasuk keturunan yang dapat bermafaat bagi keluarga dan lingkungannya sebagaimana layaknya pohon pinang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mappacci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappacci yang dilaksanakan pada saat tudampenni/wenni mappacci merupakan upacara yang sangat kental dengan nuansa bathin. Dimana proses ini merupakan upaya manusia untuk membersihkan dan mensucikan diri dari hal yang tidak baik. Dengan keyakinan bahwa segala tujuan yang baik harus didasari oleh niat dan upaya yang baik pula.&lt;br /&gt;Karena perkawinan merupakan sesuatu yang suci dan dirahmati Allah, maka segenap keluarga termasuk calon mempelai diharapkan untuk mengikhlaskan segenap hati dalam menempuh kehidupan ini. Karena bagi calon mempelai perkawinan merupakan awal dari kehidupan baru sebagai suami istri, jadi hendaklah segala sesuatunya betul-betul bersih dan suci.&lt;br /&gt;Mappacci merupakan kegiatan dimana semua kerabat dan keluarga memberikan restu dan ridhanya kepada calon mempelai sehingga terukir kebahagiaan mendalam bagi calon mempelai dalam menempuh kehidupan selanjutnya sebagai suami istri serta mendapatkan ridha dan keberkahan dari Allag SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna simbolis dari peralatan yang dipergunakan dalam upacara mappacci adalah:&lt;br /&gt;a. Bantal&lt;br /&gt;Bantal terbuat dari kapuk dan kapas sebagai perlambangan kemakmuran, yang dalam bahasa Bugisnya adalah “asaléwangeng”. Bantal sesuai dengan peruntukannya merupakan pengalas atau penopang kepala, yang mana kepala merupakan organ tubuh manusia yang paling mulia (alebbireng). Dengan demikian diharapkan calon mempelai senantiasa menjaga harkat dan martabatnya dan saling hormat menghormati. Dalam bahasa Bugisnya mappakalebbii&lt;br /&gt;b. Sarung 7 lembar&lt;br /&gt;Sarung merupakan penutup/pelindung tubuh. Sarung merupakan simbol dari upaya manusia menjaga harga dirinya. Sehingga kelak mempelai senantiasa dapat menjaga harga diri dan kehormatan keluarganya, dalam bahasa Bugis dinyatakan dengan nalitutuaisirina “sini nalitutuiwi sirina”.&lt;br /&gt;Pembuatan sarung memerlukan keterampilan, kletelatenan, dan ketekunan. Ini memberikan pesan bahwa dalam menempuh kehidupan ini dibutuhkan keterampilam, ketelatenan, dan ketekunan sehingga rahmat Allah SWT dapat diraih.&lt;br /&gt;Makna simbolis tujuh lembar ini, adalah bahwa tujuh lembar dalam bahasa Bugis pitllampa. Angka pitu ini sangat dikaitkan dengan filosofi orang Bugis yang menyatakan: aiyp muabt tau erko muelni mtuliliai dpurEeG ewk pitu “iyapa muabbatang tau rekko mulléni mattulili dapurengé wékka pitu”, yang artinya bahwa persyaratan untuk menikah adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 7 hari dalam seminggu baik itu kebutuhan kahiriah maupun kebutuhan rohani. Hikmahnya kemudian semakin dalam jika merujuk perumpamaan dapur yang digambarkan oleh ungkapan tersebut. Dapur bagi masyarakat Bugis merupakan pusat dari seluruh sumber kehidupan rumah tangga. Bentuk dapur yang segi empat terkait lagi dengan konsep sulp aEp sulapa’ eppa. Sulapa’ eppa merupakan konsep kehidupan manusia Bugis yaitu empat sisi kehidupan yang senantiasa harus ditunaikan oleh kedua mempelia. Sisi pertama adalah mengenai kebutuhan akan pangan, sisi kedua mengenai kebutuhan akan papan (rumah) dan sisi ketiga mengenai kebutuhan akan sandang dan sisi yang keempat adalah kebutuhan akan harmonisasi kehidupan rumah tangga (kemampuan saling menjaga perasaa). Jadi pemaknaan ini mengandung hikmah tentang bagaimana sebuah perkawinan yang sangat sakral menuntut kemampuan calon mempelai untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik baru kemudian melangkah ke arah perkawinan.&lt;br /&gt;Jumlah sarung yang tujuh lembar juga bermakna dalam bahasa Bugis tuju. Ini sangat erta kaitannya dengan kata patujui atau tujui yang artinya benar atau bermanfaat. Pemaknaan ini diharapkan memberikan insprirasi untuk senantiasa melakukan atau mengerjakan sesuatu yang benar atau bermanfaat sini tujuai (sini’tujui).&lt;br /&gt;c. Pucuk daun pisang&lt;br /&gt;Kita mengetahui bahwa daun pisang yang telah tua, belum kering, sudah muncul lagi daun mudanya untuk meneruskan kehidupannya, dalam bahasa bugisnya mcoli mdau (maccoli maddaung) melambangkan kehidupan yang sambung menyambung (berkesinambungan) seperti yang diungkapkan dakam lagu/syair Bugis yang berbunyi:&lt;br /&gt;“tennapodo maccoli maddaung, cajiang wija pattola palallo, naénré mallongi longi, naiya sikki biritta madécéng”.&lt;br /&gt;yang artinya: semoga medapatkan keturunan yang lebih baik, dapat berguna bagi bangsa, tanah air dan agama serta kepada kedua orang tua. Pemaknaan ini menjelaskan kepada kita bahwa perkawinan merupakan proses untuk melanjutkan kehidupan sehingga kehidupan di dunia dapat terus berlanjut sampai pada akhirnya kita tinggalkan.&lt;br /&gt;d. Daun nangka (daung panasa)&lt;br /&gt;Kata “panasa” mirip dengan sebutan “ménasa” yang berarti harapan mulia dan cita-cita luhur. Dalam ungkapan Bugis dikenal “mamminasa ridécéngng” artinya senantiasa bercita-cita kepada kebaikan.&lt;br /&gt;Sedangkan bunga nangka dalam bahasa Bugis disebut lempu, yang dikaitkan dengan kata “lempu” yang dalam bahasa Bugisnya berarti jujur. Salah satu syair Bugis menjelaskan tentang kejujuran ini yaitu duami rial spo auGn pnsea eblo knukuea “duami riala sappo, unganna panasaé bélo kanukué”. Hal ini bermaksud bahwa dalam kehidupan ini ada dua hal yang perlu dijadikan perisai hidup yaitu unganna panasaé (lempu) kejujuran, dan belo kanukué (paccing) kebersihan dan kesucian jiwa. Dengan demikian diharapkan kiranya kelak kedua mempelai memiliki kejujuran dan kebersihan hati dalam menempuh hidup sebagai suami istri. Konsep kejujuran ini dahulu pernah diutarakan melalui dialog antara Raja Bone La Tenrirawe Bongkangngé dengan cendekiawan Bone Kajao Laliddong sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajao Laliddong: Aga sio Arunmponé muaseng tettaroi nrebba alebbiremmu, patokkong pulanai alebbireng mubakurié, aja natatterei-tere tau tebbemu, aja napada wenno pangampo waramparang mubakurié.&lt;br /&gt;Dijawab oleh Arungmpone:&lt;br /&gt;Lempué Kajao enrengngé accaé&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Kajao Laliddong: Apakah gerangan wahai Raja Bone yang engkau sebut tidak membiarkan rebah kemuliaanmu, senantiasa menegakkan kemuliaan yang engkau miliki, tidak bercerai berai rakyatmu, tidak seperti penabur harta benda milikmu.&lt;br /&gt;Raja Bone: Kejujuran Kajao beserta kepintaran.&lt;br /&gt;e. Beras Melati (wenno)&lt;br /&gt;Beras yang digoreng tanpa minyak/disangrai hingga mekar mengembang. Dalam bahasa Bugisnya Peno riaelai “mpenno rialei” mekar dengan sendirinya. Sehingga kedua mempelai dapat mandiri dalam membina bantera rumah tangganya, dan senantiasa mampu mengembangkan/menurunkan sifat-sifat yang baik kepada anak cucunya di kemudian hari.&lt;br /&gt;f. Lilin (tai bani, patti)&lt;br /&gt;Taibani/patti berasal dari lebah yang dijadikan lilin sebagai suluh/pelita yang dapat menerangi kegelapan yang berati panutan atau suri tauladan. Penggunaan lilin memberikan arti bahwa kedua mempelai senantiasa dapat menjadi suluh penerang bagi keluarganya, suri tauladan bagi anak-anaknya, dan keluarga. Pemaknaan lain dari kehidupan lebah yang senantiasa hidup rukun dan damai, rajin dan tidak saling mengganggu satu sama lain, kita juga duharapkan dapat mengambil hikmahnya, yaitu kedua mempelai haruslah dapat bekerja sama berkarya dalam mengisi hidup. Selain daripada itu lebah juga menghasilkan madu. Madu ini sangat berguna bagi manusia, dalam bahasa Bugis madu berati “cani” yang dikaitkan dengan kata (cenning), dengan harapan bahwa calon mempelai senantiasa memiliki hati yang manis, sifat perilaku, tutur kata dan perbuatan yang manis laksana madu untuk menjalin kebersamaan dan keharmonisan seperti kehidupan lebah.&lt;br /&gt;g. Daun pacar atau pacci&lt;br /&gt;Daun pacar atau pacci sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian. Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput.&lt;br /&gt;h. Tempat pacci yang terbuat dari logam (bekkeng)&lt;br /&gt;Perpaduan antara ca’paru dan pacci melambangkan dua insan yang saling mengisi, menyatu dalam ikatan yang kokoh, semoga pasangan suami istri tetap menyatu, bersama mereguk nikmatnya cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Esso akkalabinengeng (hari akad nikah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah merupakan bagian paling utama atau aulu agaukE ulu aggaukeng, dan acara kunci dalam pernikahan. Pada intinya akad nikah adalah upacara keagamaan untuk pernikahan antara dua insan manusia. Melalui akad nikah, maka hubungan antara dua insan yang saling bersepakat untuk berumah tangga diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan.&lt;br /&gt;Pernikahan bukan sekedar menyatukan dua insan dalam sebuah pelaminan. Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu akad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana Ijab dan Qabul terjadilah perubahan besar, yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Maka nafsupun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al-Quran menyebut akad nikah sebagai Mitsaqan Ghalidzha (perjanjian yang berat). Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al-Quran. Pertama, ketika Akkah membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul-Azmi (QS 33: 7). Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Tsur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (QS 4:154).&lt;br /&gt;Akad nikah bukanlah sekedar kata-kata yang terucap dari mulut laki-laki, atau sekedar formalitas untuk mensahkan hubungan suami istri, atau bahkan adat yang menjadi kebiasaan dalam pernikahan. Akad nikah adalah sebuah perjanjian sakral yang ikatannya amat kokoh dan kuat. Akad nikah telah mengikatkan suami dan istri dalam sebuah perjanjian syariah, dimana perjanjian itu wajib dipenuhi hak-haknya. Perjanjian agung menghalalkan kehormatan diri untuk dinikmati pihak lainnya. Perjanjian kokoh yang tidak boleh dicederai dengan ucapan dan perbuatan yang menyimpang dari hakikat perjanjian itu sendiri. Allah SWT berfirman, “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan keopada seseorang diantara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan dusta dan dengan (menanggung) dosa yang besar? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali padahal sebagian kamu telahbergaul dengan yang lain sebagai suami istri? Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat (An-Nisaa:20-21).&lt;br /&gt;Pemaknaan lain dari perkawinan menyebutkan bahwa pernikahan adalah aqad yang menghalalkan kedua belah pihak, laki-laki dan perempuan untuk bersenang-senang satu dengan yang lainnya. Sehingga pernikahan bisa dipahami sebagai; aqad untuk beribadah kepada Allah, aqad untuk menegakkan syariah Allah, aqad untuk membangunrumah tangga sakinah mawaddah warahmah. Pernikahan juga aqad untuk meninggalkan kemaksiatan, aqad untuk saling menghormati dan menghargai, aqad untuk saling menerima apa adanya, aqad untuk saling mengautkan keimananan, aqad untuk saling membantu dan meringankan beban, aqad untuk saling menasehati, aqad untuk setia kepada pasangannya dalam suka dan duka, dalam kefakiran dan kekayaan, dalam sakit dan sehat. Pernikahan berarti akad untuk meniti hari-hari dalam kebersamaan, aqad untuk saling melindungi, aqad untuk saling memberi rasa aman, aqad untuk saling mempercayai, aqad untuk saling menutupi aib, aqad untuksaling mencurahkan perasaan, aqad untuk berlomba menunaikan kewajiban, aqad untuk saling memaafkan kesalahan, aqad untuk tidak menyimpan dendan dan kemarahan, aqad untuk tidak mengungkit-ungkit kelemahan, kekurangan dan kesalahan. Pernikahan adalah aqad untuk tidak melakukan pelanggaran, aqad untuk tidak saling menyakiti hati dan perasaan, aqad untuk tidak saling menyakiti badan, aqad untuk lembut dalam perkataan, santun dalam pergaulan, aqad untuk indah dalam penampilan, aqad untuk mesra dalam mengungkapkan keinginan, aqad untuk saling mengembangkan potensi diri, aqad untuk adanya keterbukaan yang melegakan, aqad untuk saling menumpahkan kasih sayang, aqad untuk saling merindukan, aqad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak, aqad untuk tidak saling membiarkan, aqad untuk tidak saling meninggalkan. Pernikahan juga bermakna aqad untuk menebarkan kewajiban, aqad untuk mencetak generasi berkualitas, aqad untuk siap menjadi bapak dan ibu bagi anak-anak, aqad untuk membangunperadaban, aqad untuk segala yang bernama kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mapparola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep keseimbangan tergambar dalam prosesi ini, dimana pihak perempuan berkunjung pula ke rumah pihak laki-laki. Hikmah yang dapat diambil dari mapparola ini adalah menyambung tali silaturrahmi antara dua keluarga besar. Hikmah yang lain adalah, dengan mapparola ini pengantin perempuan dapat memberikan penghargaan dan kasih sayangnya kepada orang tua suaminya (mertua) yang disimbolkan dengan pemberian sarung pada saat makkasiwiang. Dengan kegiatan ini diharapkan kedua pasangan ini mampu mencurahkan kasih sayangnya kepada orang tua tanpa ada perbedaan, sehingga kehidupan rumah tangganya senantiasa dinaungi oleh keridoan orang tua yang berujung kepada keridhoan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                                                             Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Al-Quranul Karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ishak Alhuwaini Al Atsari, Bekal-Bekal Menuju Pelaminan Mengikuti Sunnah, Solo, Penerbit At-Tibyan&lt;br /&gt;Bappeda dan BPS Kabupaten Bone, Bone dalam Angka, Watampone, BPS Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bone, 2005 Pesona Wisata Kabupaten Bone, Watampone Penerbit Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid A. Prof 2006. Kebudayaan Bugis, Makassar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim A, 2003. Sulesana, Kumpulan Essai tentang Demokrasi dan Kearifan Lokal, Makassar Lephas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makkulawu, 2006. Sistem Perkawinan di Sulawesi Selatan dan sulawesi Barat. Makassar, Indobis Publishing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mappangara S. Abbas I. Sejarah Islam di Sulawesi aselatan, Makassar. Penerbit : Lamacca Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazin Abdul Karim Al-Fariih 2006. Keluarga tanpa Masalah, solo, At-Tibyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nonci, s.d, Drs 1977. Upacara Adat Istiadat Masyarakat Bugis, Makassar : CV Karya Mandiri Jaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabittei A, dkk, 1977. Lamming, Ujung Pandang, Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabittei A, dkk, 1982-1983. Pakaian Adat bugis Makassar Ujung Pandang, Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palloge A, 1990. Sejarah Tanah Bone, Makassar, Penerbit : Yayasan Al-Muallim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelras C 2006. Manusia Bugis, Forum Jakarta Paris, Penerbit : Nalar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salim dkk, Elong Ugi, Ujung Pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapada AN, 1985. Tata Cara Perkawinan Adat Bugis Makassar, Ujung Pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syikh Ash-Shabuni, 2006. Hadiah Untuk Pengantin, Jakarta, Penerbit : Mustakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Aksara, Sastra Bugis, Makassar, CV Aksara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zafir S, Asy-syahri A, Aku Ingin Menikah Tapi ..., Solo, Penerbit At-Tibyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Teluk Bone)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-7837311392376823086?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/7837311392376823086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/7837311392376823086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/03/tata-cara-perkawinan-adat-bone.html' title='Tata Cara Perkawinan Adat Bone'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cNvTgC_SHFc/Ta2rMHaymdI/AAAAAAAAD0E/BJWMwZ9gZ5Y/s72-c/pt%2Bile.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2906364841709042930.post-7294620473999021195</id><published>2010-01-30T01:43:00.000-08:00</published><updated>2010-03-21T00:16:23.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sudahkah waktunya Propinsi Sulawesi Selatan Menjadi Sentra Pertumbuhan Investasi Di Kawasan Timur Indonesia ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sudahkah waktunya Propinsi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;Menjadi Sentra Pertumbuhan Investasi&lt;br /&gt;Di Kawasan Timur Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Drs. Andi Djalante, MM  ( Kepala Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kab. Bone )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai problematika  Investasi di wilayah manapun di negeri ini sudah menjadi bagian pengamatan dan analisis berbagai pihak, baik dari jajaran pemerintah, akademisi, dan para pelaku dunia usaha. Dan jika disimak dari kurun waktu perbincangan terhadap problematika mengenai investasi ini, maka sesungguhnya bisa dikatakan telah berlangsung sejak awal berdirinya Negara RI hingga sekarang.&lt;br /&gt;Pada masa dan kurun waktu yang panjang itu tentu hasil yang diperoleh pun sudah dapat diamati dan bahkan sudah memasuki ke berbagai sisi kehidupan kita.  Berbagai variasi alasan dan gagasan tentunya  termasuk pula didalamnya, demikian pula sejumlah kebijakan yang ditempuh oleh pihak-pihak yang terkait pada tiap-tiap masa rezim pemerintahan  masing-masing telah sama-sama dirasakan hasilnya.&lt;br /&gt;Lalu ditengah bermacam aktivitas yang dilakukan dalam konteks “ Investasi “ ini masih terdapat lagi hiruk pikuk dialogis yang dinamakan tuntutan “upaya pemerataan pembangunan maupun hasil-hasilnya”. Dua sisi yang disebutkan pada bagian tanda kutip diatas jelasnya juga sudah lama diperbincangkan, dan menurut hemat penulis bahwa kedua sisi dimaksud memang sebagai sisi yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Dan bagi penulis sendiri terhadap konsep “investasi” ini lebih condong menyebutkan dan memaknainya sebagai suatu bentuk “system transformasi” yang akan berperan sebagai satu kesatuan system komponen yang akan menjadi  “energizer” dan sekaligus pengantar bagi setiap masyarakat di dalam masing-masing wilayah di republik ini kearah pencapaian “target upaya pemerataan”. Dengan demikian wajarlah pula jika dalam kurun waktu yang panjang dan akan terus berjalan sepanjang masa, problematika “Investasi” akan tetap diperbincangkan dalam artian akan senantiasa melahirkan gagasan dan alasan tertentu untuk memberikan “warna” yang berbeda terhadap “target pemerataan pembangunan” tersebut dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Beberapa Sumber Energiser Investasi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan bermacam kemajuan yang dicapai dan sebagai wujud aktivitas yang dilakukan bersama antara Pemerintah Sulawesi Selata, Masyarakat dan Para pelaku dunia usaha selama kurun waktu 15 Tahun terakhir, terdapat suatu bentuk kekuatan yang memiliki kedudukan sebagai energizer. Diantaranya dapat disebutkan ialah infrastruktur yang memadai, yang meliputi jaringan transportasi darat sepanjang 2.765,53 Km yang menghubung seluruh wilayah kabupaten/kota serta jalur penghubung trans Sulawesi. Demikian pula halnya keberadaan dan kedudukan Bandara Sultan Hasanuddin sebagai bandara internasional yang sudah berkiprah sebagai pusat penghubung antar antar kota propinsi di Indonesia, bahkan dalam kawasan ASEAN.  Selain itu terdapat kekuatan lain sebagaimana diketahui yaitu adanya Kawasan Industri, Pusat Pembangkit Listrik yang tersebar disejumlah kabupaten seperti PLTU di Makassar, PLTG disengkang, dan PLTA Bakaru di Pinrang dan unit pembangkit listrik lainnya sebanyak 281 unit, dapat member energy listrik dengan total kapasitas 489 MW. Segi kekuatan berikutnya ialah kekuatan ekonomi yang hingga tahun 2008 lalu telah menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata 7,2 % pertahun. Kekuatan dimaksud secara satu kesatuan bersumber dari kekuatan ekonomi berbasis kepada sector pertanian, sector perdagangan, sector industry, sector pertambangan dan sumber daya mineral. Dan secara positif menjadikan Sulawesi Selatan dapat memposisikan diri pada suatu pergerakan neraca industry dan perdagangan yang terus mengalami peningkatan, misalkan pada periode tahun 2004 – 2008 pertumbuhan nilai ekspor mencapai nilai 21,4 % rata-rata pertahun, sementara nilai import mencapai rata-rata pertahun 30 %.&lt;br /&gt;Nilai keberhasilan dan pergerakan pertumbuhan sebagaimana disebutkan diatas, memiliki korelasi yang sangat kuat dari perkembangan usaha perbaikan secara simultan terhadap seluruh sector komoditi yang tersedia. Pada sector pertanian misalnya, Sulawesi Selatan dengan konsep pertanian terpadu antara peningkatan intensifikasi dan diversikasi pertanian, serta perbaikan dalam segi saluran distribusi dan pasar domestic, secara meyakinkan mampu memposisikan diri sebagai contributor beras sebesar 40% terhadap cadangan beras nasional. Demikian pula pada aspek budidaya dan pemasaran jagung kuning secara nasional telah memberikan kontribusi produksi 800 ribu hingga 1 juta Ton pertahun. Pada posisi tersebut khususnya dalam pengembangan produksi jagung dapat disebutkan beberapa wilayah Kabupaten yang potensil sebagai wilayah produksi terbesar misalkan Kabupaten Bone pada kurun waktu 2005 hingga tahun 2009, mampu memproduksi rata-rata pertahun 110 ribu ton. Dalam kapasitas dan kedudukan seperti ini Propinsi Sulawesi Selatan seyogyanya dapat diusahakan untuk memiliki posisi yang patut diperhitungkan oleh para penanam modal dalam negeri.&lt;br /&gt;Produk sector pertanian lainnya yang juga tak kalah menariknya bagi kalangan pemodal, dan juga bagi penulis yakini dapat berkontribusi besar bagi usaha peningkatan ekonomi daerah, yakni produk kelapa sawit, dan kelapa hibrida, kemudian Cacao, Cengkeh, serta Kedelai. Daerah yang potensi terhadap pengembangan produksi dimaksud, meliputi Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Kabupaten Bone, Sinjai, Wajo, Soppeng, dan Sidrap.&lt;br /&gt;Energi lain yang dimiliki propinsi Sulawesi Selatan, yaitu yang berada pada sector perikanan dan kelautan. Pada sector ini terdapat unggulan-unggulan komoditi yakni rumput laut,udang dan kepiting. Terhadap produksi rumput laut kontribusi yang dapat dicapai dari capaian nasinal  ialah 58 % untuk jenis gracillaria dan 36 % untuk jenis E.Cotoni. Wilayah budidaya tersebar pada kabupaten Bantaeng, Bulukumba, jeneponto, takalar, Luwu, dan Bone.&lt;br /&gt;Segi lain yang juga dapat disebutkan sebagai salah satu komponen sumber energise investasi yaitu meliputi lembaga yang menempati peran-peran regulasi, mesin distribusi dan pemasaran, serta peran perlindungan produksi, perdagangan, dan peran kompetisi didalam pasar konsumen. Lembaga dimaksud antara lain meliputi lembaga Pemerintah daerah, Lembaga Keuangan, Lembaga Penjaminan, lembaga penyiaran, Lembaga Kelompok Tani dan Lembaga Swadaya Masyarakat, serta banyak lagi organisasi-organisasi gabungan dunia usaha. Khususnya yang Nampak di Wilayah Sulawesi Selatan Lembaga dimaksud didalam tataran perkembangan investasi, menunjukkan suatu pertumbuhan yang sangat baik. Namun demikian suatu hal penting untuk dipikirkan terhadap keseluruhan aktivitas yang akan dilakukan yakni masih memerlukan format sinkronsisasi dan proses integrasi yang dapat menunjukkan kerjasama terpadu, keselarasan pandangan, serta kesiapan menghadapi kondisi kompetisi yang semakin mengglobal.&lt;br /&gt;Dengan demikian untuk menarik makna tersirat terhadap hal mengenai sumber energizer investasi sebagaimana diuraikan diatas, pertanyaannya ialah apakah Sulawesi Selatan Sudah Waktunya sebagai sentra Pertumbuhan Investasi di Kawasan Timur Indonesia? Jawabannya terdapat didalam keberadaan setiap fungsi dan peran yang dapat diimplementasikan bagi masing-masing komponen yang telah diutarakan diatas.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Saran Penunjang Investasi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksudkan sebagai saran penunjang disini, tentunya bukan satu-satunya saran yang “Mestinya” menjadi sebuah bentuk untuk direkomendasikan, karena  dari sekian banyak saran yang sudah dipikirkan oleh berbagai pihak juga telah memberi warna baru bagi pengembangan investasi di wilayah ini, akan tetapi sedikitnya akan menjadi suatu bahan pemikiran dan gagasan terhadap totalitas serta upaya sinergitas bagi wujud investasi pada masa sekarang ataupun akan dating.&lt;br /&gt;Saran penunjang dimaksud, meliputi beberapa elemen penyempurnaan, yaitu : Pertama, Penyempurnaan atas kajian dan analisis pengembangan investasi terhadap usaha sinkronisasi dan integrasi program Pemerintah dalam rangka menciptakan kondisi iklim investasi. Dalam hal ini yang diperlukan meliputi kajian atas penetapan peraturan daerah terhadap penempatan ruang gerak dan tatakerja organisasi Perusahaan Daerah. Dalam hal ini mengupayakan perusahaan daerah menepati posisi agen kemitraan terhadap para pelaku Investasi di Daerah Kabupaten /Kota.&lt;br /&gt;Kedua, Penyempurnaan dan Penetapan Konsep Pengwilayahan Komoditas atas wilayah-wilayah tingkat pemasokan dan produksi komoditi dikaitkan kondisi geografis potensi unggulan masing-masing kedalam bentuk Tata Ruang Wilayah Komoditi Unggulan Daerah.&lt;br /&gt;Ketiga, Penetapan Kluster-kluster pengembangan kawasan budidaya sumberdaya investasi dikaitkan dengan penetapan wilayah sentra pertumbuhan ekonomi terpadu, ke dalam suatu bentuk pemetaan tata ruang wilayah investasi.&lt;br /&gt;Keempat, Pengembangan lembaga, berikut Sarana dan Prasarananya sebagai Lembaga sentra Pelayanan Informasi secara berjenjang, dari tingkat Kabupaten Kota hingga pada tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;Kelima, Penyempurnaan regulasi dengan didukung penyepurnaan penataan peraturan perundangan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2906364841709042930-7294620473999021195?l=jendelabugis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/7294620473999021195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2906364841709042930/posts/default/7294620473999021195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jendelabugis.blogspot.com/2010/01/sudahkah-waktunya-propinsi-sulawesi.html' title='Sudahkah waktunya Propinsi Sulawesi Selatan Menjadi Sentra Pertumbuhan Investasi Di Kawasan Timur Indonesia ?'/><author><name>gitalara</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_1nyFuwLhtS4/SzjU-owj27I/AAAAAAAACTg/Au_J8wjBL08/S220/ltb.gif'/></author></entry></feed>
